Polisi Berhasil Ungkap Identitas Penemuan Mayat di Sungai Ciujung

0
109

Penabanten.com, Serang – Identitas mayat pria di Sungai Ciujung, Kampung Palembangan, Desa Dukuh, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Jumat (12/4/2024) lalu, berhasil diungkap personil Satreskrim Polres Serang, Kamis (18/4/2024).

Korban adalah Masdan (36 tahun) warga Kampung Ciwiru, Desa Gandayasa, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang. Sebelum ditemukan tewas, korban diketahui pamit kepada keluarga pergi ke daerah Jembatan 5, Jakarta Barat untuk mencari pekerjaan.

“Benar sudah teridentifikasi, identitas mayat di Sungai Ciujung adalah Masdan warga Kampung Ciwiru, Desa Gandayasa, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang berusia 36 tahun,” ungkap Kapolres Serang AKBP Condro Sasongko didampingi Kapolsek Kragilan Kompol Firman Hamid kepada Poskota.

Condro menjelaskan terungkapnya identitas korban, setelah pihak keluarga membaca media massa dan mendatangi Rumah Sakit Bhayangkara Polda Banten, dan keluarga mengenali ciri-ciri khusus pada tubuh korban

“Pihak keluarga mengenali ciri-ciri khusus jenazah yaitu mempunyai tailalat di pipi dan menggunakan gelang yang menyerupai tasbeh,” jelasnya.

Condro menerangkan dari keterangan keluarga, sebelum ditemukan meninggal, Masdan berpamitan kepada keluarga untuk mencari pekerjaan di wilayah Tambora, Jembatan 5, Jakarta Barat.

“Selanjutnya jenazah diantarkan ke rumah kediaman menggunakan kendaraan dinas rumah sakit, dan dikawal oleh kendaraan dinas Polsek Kragilan,” terangnya.

Sebelumnya, Kompol Firman Hamid mengatakan mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh Suhadi (45) warga setempat yang sedang memeriksa mesin genset.

“Saksi hendak mengecek genset dan melihat mayat mengapung dalam posisi tengkurap,” katanya kepada Penabanten.

Firman menjelaskan Suhandi kemudian memberitahu warga lainnya dan melapor ke Mapolsek Kragilan. Selanjutnya, personil Polsek Kragilan bersama Unit Identifikasi segera mendatangi lokasi.

“Saat dilakukan pemeriksaan oleh tim identifikasi pada jasad pria yang sudah membusuk itu tidak ditemukan identitas diri. Untuk penyelidikan lebih lanjut, jasad korban dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk pemeriksaan medis,” jelasnya.

Firman menerangkan saat dievakuasi korban yang memiliki ciri berkepala botak, memakai kaos bergaris-garis hitam merah dan mengenakan celana jeans warna hitam tidak ditemukan adanya tanda kekerasan.

“Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban serta dipergelangan tangan kiri terdapat gelang tasbih,” terangnya. (Man)

Tinggalkan Balasan