Proyek DD Tahap 1 Desa Karangsari Mangkrak, Aktivis Jam-P Banten Gelar Audensi Bersama Muspika Kecamatan Angsana

0
109

penabanten.com, Pandeglang – Terungkap sudah proyek Dana Desa (DD) tahun anggaran 2022/ 2023 terkait Pembangunan Perkerasan dan Program Ketahanan Pangan, dari pengakuan dari pihak Kecamatan yang disampaikan oleh Camat Angsana, Acep Jumhani yang terlealisasi hanya 45 persen. Artinya masih jauh dianggap selesai.

“ Berdasarkan laporan dari pihak tim monev pembangunan perkerasan tahap 1 tersebut baru sampai 45 persen, namun sayangnya pihak dari tim monev dan pendamping tidak ada satupun yang hadir di audensi ini,” kata Camat Angsana dalam audensi di hadapan Jam-P Banten dan puluhan media, Sabtu (9/9/2023).

Bahkan hal itu juga diamini oleh Kepala desa (Kades) Suhandi, bahwa betul pembangunan yang terletak di Kampung Gebangsari- Karangsari betul hingga saat ini belum selesai, dan dirinya mengaku akan segera menyelesaikan pembangunan tersebut meskipun tidak menyebutkan kapan dan tanggal berapa pekerjaan tersebut dimulai kembali. “ Kami dari desa akan segera menyelesaikan pembangunan perkerasan tersebut, sebelum pergantian tahun 2023 ini,” ucap Kades Karangsari.

Dalam audensi tersebut, ada saling lempar pertanyaan dan jawaban, dan beberapa pertanyaan dari Jam-P Banten, masih banyak yang tak mampu di jawab oleh pihak desa maupun oleh pihak Kecamatan Angsana. Celakanya lagi, terkait jawaban dari kegiatan Ketahanan Pangan tahun 2022 senilai 80juta rupiah untuk tiga kegiatan diantaranya, pembelian Kayu Albasyiah, Burung Puyuh dan Kambing.

Ternyata dalam ketiga kegiatan tersebut ditemukan banyak keganjilan seperti, adanya kematian burung seluruhnya dan beberapa kambing. “ dari anggaran 80juta rupiah terbagi di tiga kegiatan diantaranya, 15 juta untuk pembelian Kayu Albasyah, 15 juta burung puyuh, dan 50juta untuk kambing, namun untuk burung puyuh sebanyak 600ekor semuanya mati, dan untuk kambing juga yang mati,” dalilnya Kades melalui Tariyad selaku Operator di Desa Karangsari.

Berdasarkan hal itu, Aan Andrian yang ikut audensi itu, merasa ragu terhadap penyampaian yang disampaikan oleh Kades dan Operator desa Karangsari, sebab dari semua jawaban yang disampaikan tidak sesuai dan tidak masuk logika.

“ Jawaban Kades menurut saya, sangat tidak masuk akal mengatakan bahwa di kegiatan proyek itu tersendat karena faktor cuaca, terlebih terhadap pengakuan soal matinya burung puyuh dan kambing yang tidak ada dokumentasinya,” singgung Aan Andrian yang tergabung dari Jam-P Banten.

(Tim)

Tinggalkan Balasan