Ketua DPAC BPPKB Damsik Macan Pasar Kemis Penggalangan Dana Gempa Cianjur

0
79

Penganten.com, Tangerang – provinsi Banten (BADAN PEMBINAAN POTENSI KELUARGA BESAR BANTEN ) kecamatan pasar Kemis semangat menggalang dana untuk korban bencana alam ci anjur Jawa barat.

Lokasi penggalangan dana di sekitar area sekretariat DPAC BPPKB pasar Kemis .Penggalangan dana bantuan demi membantu saudara-saudara korban yang terkena bencana tetap berjalan dengan lancar dan aman terkendali, Minggu (27/11/2022).

Penggalangan dana ini di laksanakan dan di pimpin langsung ketua dpac Bppkb pasar Kemis Edwin medi yang sering di panggil damsik macan pasar Kemis.


“Aksi kemanusiaan ini adalah kolaborasi semua ketua DPRT BPPKB se kecamatan pasar Kemis.

Lanjut damsik macan pasar Kemis , bahwa bantuan ini adalah kontribusi dari Jajaran Giat kemanusiaan yang ada di kec pasar Kemis kab Tangerang Banten dan selebihnya adalah aksi penggalangan bantuan turun kejalan baik berupa uang tunai, pakaian bekas layak pakai, maupun bahan-bahan sembako lainnya dari masyarakat.

Aksi yang dilaksanakan oleh sekitar ratusan pengurus dan anggota BPPKB dpac pasar Kemis baik dari unsur Jajaran Ranting, Giat kab Tangerang dan sekitarnya.

Para penggalang aksi ini berharap bantuan dapat menjangkau keseluruh masyarakat ci anjur yang terdampak bencana alam gempa bumi.

“Dimana kita ketahui sebelumnya gempa yang berkekuatan 5,6SR dan gempa susulan 3,3 SR mengguncang ci anjur provinsi Jawa barat sesaat setelah gempa besar merobohkan bangunan rumah penduduk ci anjur hingga ratusan meter yang terjadi mengakibatkan banyaknya korban jiwa beserta harta benda.

Oleh karena itu dengan bantuan alakadarnya ini diharap mampu memberi manfaat dan semangat bagi mereka yang mendapat musibah,” Ujarnya.

Hal senada 7 ketua DPRT BPPKB aksi kolaborasi antara DPAC Dan DPRT Giat ini untuk meringan kan dan memberikan agar donasi kemanusiaan yang telah terkumpul secepatnya tersalur ketangan para korban.

“Jerit-tangis penduduk ci anjur yang telah kehilangan sanak-saudaranya, tempat tinggalnya, dan harus menahan rasa lapar, serta menahan rasa sakit dan dingin akibat tertimpa reruntuhan bangunan, tidak ada tempat tinggal, tidak ada bahan makanan, dan tidak ada untuk tidur , hal inilah yang membuat hati kami teriris.Walaupun diguyur hujan ini belum seberapa dibandingkan dengan derita yang mereka alami.”

( A/L )

Tinggalkan Balasan