Diduga tidak memberikan sejumlah uang ketua pilkades patrasana tidak loloskan balon kades

0
639

Penabanten.com, Tangerang – Riuhnya pendemo dari salah satu balon kades yang dianggap tidak memenuhi kriteria persyaratan saat dibukanya pendaftaran serentak para Bakal Calon Kepala Desa sekabupaten Tangerang, Pendemo yang didominasi para ibu-ibu dan pria warga kampung Piruang RT/04 RW/01 membawa beberapa spanduk dikantor desa Patrasana kecamatan Kresek kabupaten Tangerang, Rabu, 9/10/2019.

Sairan Sunjaya dengan panggilan akrabnya Abah ilang yang turut serta meramaikan pesta demokrasi pemilihan kepala desa untuk periode kedepan merasa kecewa akan tindakan para panitia pilkades Patrasana yang diketuai
oleh ibu Nati tidak meloloskan dirinya meski merasa sudah melengkapi berkasnya.
” Saya sudah melengkapi berkas saya namun saya dianggap gugur hingga tidak dapat mengikuti seleksi uji kompetensi kemaren. Saya kecewa,” ungkap Sairan.
Tambah Sairan Sunjaya, mungkin dikarenakan saya tidak menuruti kemauan ketua Pilkades Patrasana, Nati Zahara dalam materi uang puluhan juta buat meloloskan saya ke Balon desa tetap.
” Saya belom lupa akan permintaan ketua panitia (Nati) dirumahnya sebesar Rp.30 juta buat pengesahan stempel ijazah dan register ijasah sederajat saya yang hilang akibat banjir. Tapi saya udah lampirkan Surat Keterangan Ijasah Madrasah saat dalam masa pendaftaran balon kades lalu,” tegas Sairan kembali dalam forum dihadapan muspika Kresek.

Terpisah, Nati Zahara ketua Pilkades Patrasana didepan forum para Muspika Kresek, Camat, Kapolsek dan Babinsa Kresek membenarkan perihal bahwa dia (Nati Zahara) meminta kepada Sairan sejumlah puluhan juta padahal dianya masih memiliki garis keluarganya pada Sairan Sunjaya ( Abah Ilang ).

Diketahui dalam sepanjang keseharian awak mediapuluhan warga Desa Patrasana kp. Piruang RT/RW 04/01, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang yang merupakan pendukung bakal calon (Balon) Kepala Desa Patrasana menggelar aksi unjuk rasa didepan kantor desa Patrasana.
Pasalnya, Balon yang pernah menjabat sebagai Kepala Desa pada tahun 2007 hingga 2013 tersebut di coret dari daftar calon Kepala Desa Patrasana untuk periode 2019-2025 kedepan.

Namun, saat mendatangi kantor desa Panitia Pilkades tidak berada ditempat, karena sedang mengawal seleksi calon kades di sport Centre Kelapa Dua.

“Kami hanya menuntut keadilan, kenapa calon kades kami pak Sairan digagalkan panitia,” terang Mak Ndot (60) salah satu warga yang ikut UNRAS kepada wartawan. ( Benny/Edo)

Tinggalkan Balasan