Baru-baru ini Terungkap Aksi Mata Elang Resahkan Masyarakat Pandeglang: Satgasus DPP GRIB JAYA, Diminta APH Jangan Tutup Mata

- Penulis

Sabtu, 22 Juli 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

penabanten.com, Pandeglang – Aksi Mata Elang di Pandeglang beberapa waktu kalau telah merampas salah satu unit sepeda motor beat yang konon katanya masuk data pencarian mata elang namun hasil penelusuran tim wartawan sepeda motor hasil rampasan tersebut bukanya di serahkan kepada pihak kantor leasing atau pihak kepolisian melainkan malah di jual belikan lagi dengan harga Rp.5 juta rupiah, ha ini membuat geram SATGASUS GRIB JAYA Mrs Ujang Hermawansyah dia meminta Aparat Penagak hukum Segera menangani kasus ini yang sudah cukup lama kejadiannya di perkirakan sebelum lebaran idul Adha namun hasil investigasi di lapangan kini baru terungkap.Sabtau (22/07/2023).

Sementara diduga 4 pelaku perampasan satu unit motor beat ketika di konfirmasi mengaku salah sasaran sampai viral, salah satu anggota mata elang IYAN di gerebek sejumlah ormas dan masyarakat, menurut pengakuan IYAN Warga Angsana yang waktu melakukan aksinya bersama ke tiga temanya yaitu ROSID, EKI dan POLDET yang cukup terkenal di kalangan Mata Elang yang sering melakukan aksinya di sekitar jalan Pandeglang, modus mereka menggunakan kendaraan roda empat hasil rental karna usaha merampas motor di jalanan hasilnya sangat menjanjikan.

Sementara hasil keterangan dari IYAN hasil perampasan satu unit sepeda motor pada lalu itu langsung di serahkan kepa ke tiga temanya dan dirinya langsung balik arah untuk mengantarkan mobil rental sambil menunggu informasi hasil dari ke tida temanya,menurut IYAN selang beberapa hari rumahnya di serang ormas dan masyarakat karna hasil dari informasi motor yang di rampas tidak masuk data matel atau bukan hasil curian.

” Sejak itu saya terus-menerus di datangi beberapa orang dari ormas dan masyarakat menekan kepada saya agar mengadakan atau menghadirkan kembali sepeda motor yang si rampas, namun saya kebingungan karna ke tiga teman saya tidak bisa di hubungi sementara saya terus ditekan, untuk menjaga kedua orang tua saya shok maka saya inisiatif mengganti kerugian satu unit sepeda mtr tersebut dengan jumlah senilai 4,5 juta (empat juta lima ratus ribu rupiah) dengan terpaksa” Nada kesal.

Sementara Eki boleh dikatakan ketua tim Matel ketika di pintai keterangan di tempat kerjanya si salah satu dinas Puskeswan kabupaten Pandeglang mengatakan dan membenarkan adanya pengambilan/perampasan satu unit sepeda motor Beat dan waktu itu juga dia bersama ke dua temanya POLDET dan ROSID langsung menjual sepeda motor hasil rampasan dengan nilai Rp.5000.000.(lima juta rupiah)

Masih kata Eki, hasil dari penjualan satu unit sepeda motor tersebut dibagikan ke 4 orang temanya.

” Setelah kami jual satu unit sepeda motor tersebut saya langsung bagikan uangnya namun yang satu orang tidak ada si Iyan saya titipkan jatahna kepada Rosid termasuk buat bayaran rental mobil” Terang Eki.

Hasil penelusuran tim wartawan Eki adakah salah satu pegawai dari salah satu dinas Puskeswan di kabupaten Pandeglang yang notabene merangkap jabatan sebagai mata elang.

Dengan adanya kejadian ini IYAN yang menjadi bulan-bulanan ormas dan masyarakat sementara ke tiga temanya asik menikmati hasil dari penjualan satu unit sepeda motor haril rampasan.

Sementara Mrs Ujang Hermawansyah dalam waktu dekat ini akan mengadukan ke pihak aparat penegak hukum agar para oknum Mata elang yang mengatasnamakan Matel bisa di ringkus.

” Saya dari Organisasi Gerakan Indonesia Bersatu (GRIB JAYA) Pusat Akan Mengadukan ke pihak berwenang dan aplibila pihak terkait tutup mata maka kami akan melakukan Aksi Besar-besaran di depan Kapolres Pandeglang” pungkasnya.

(Ron)

Berita Terakait

Pihak PT Gradya Murni Utama, Meilina Tourisina Dampingin Kantor Hukum Firdaus Oiwobo, S.H., dan  Partner Sukses Ratakan Lahan Jungjing
DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang Hadir Layanan Kansultan Hukum Gratis Hari Fastival Bukan Bung Karno
Setelah 12 Tahun Menanti, Eksekusi Lahan Milik PT Gardya Murni Utama Berhasil Robohokan Bangunan liar  Berjalan Lancar
Pilih Fokus Sebagai Ketua Fraksi DPRD Provinsi Banten. H. Mohammad Nur Kholis Mundur Sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Tangerang
Gren Opening Lesehan KHAYIRA: Destinasi Kuliner Baru Masakan Sunda Asli di Kabupaten Tangerang
Ketum LSM Geram Bersama 7 LSM  Pimpin Demo Tolak Pemiskinan Rakyat, Puluhan Aktivis Datangi DPRD Tangerang Soroti Kenaikan BBM Tak Wajar
RDP Polemik 126: DPRD Tekankan Pentingnya Izin Resmi demi Menjaga Kepercayaan Investor
Proyek Seragam Dinas Diduga “Dikunci” untuk Vendor Titipan, UMKM Tangerang Protes Keras

Berita Terakait

Selasa, 30 Juni 2026 - 06:32 WIB

Pihak PT Gradya Murni Utama, Meilina Tourisina Dampingin Kantor Hukum Firdaus Oiwobo, S.H., dan  Partner Sukses Ratakan Lahan Jungjing

Minggu, 28 Juni 2026 - 12:12 WIB

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang Hadir Layanan Kansultan Hukum Gratis Hari Fastival Bukan Bung Karno

Jumat, 26 Juni 2026 - 07:13 WIB

Setelah 12 Tahun Menanti, Eksekusi Lahan Milik PT Gardya Murni Utama Berhasil Robohokan Bangunan liar  Berjalan Lancar

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:25 WIB

Pilih Fokus Sebagai Ketua Fraksi DPRD Provinsi Banten. H. Mohammad Nur Kholis Mundur Sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Tangerang

Minggu, 7 Juni 2026 - 19:52 WIB

Gren Opening Lesehan KHAYIRA: Destinasi Kuliner Baru Masakan Sunda Asli di Kabupaten Tangerang

Kamis, 7 Mei 2026 - 16:00 WIB

Ketum LSM Geram Bersama 7 LSM  Pimpin Demo Tolak Pemiskinan Rakyat, Puluhan Aktivis Datangi DPRD Tangerang Soroti Kenaikan BBM Tak Wajar

Rabu, 6 Mei 2026 - 21:10 WIB

RDP Polemik 126: DPRD Tekankan Pentingnya Izin Resmi demi Menjaga Kepercayaan Investor

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:49 WIB

Proyek Seragam Dinas Diduga “Dikunci” untuk Vendor Titipan, UMKM Tangerang Protes Keras

Berita Terabru