Aktifis Turki Desak Dinsos Pandeglang Diminta Hapus KPM BPNT Yang Bukan Keluarga Miskin

- Penulis

Sabtu, 8 April 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

penabanten.com, Pandeglang – Program Bantuan Sosial Pangan (BSP) atau Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) merupakan program unggulan dari Presiden Joko Widodo yang ditujukan untuk mengatasi krisis pangan dan krisis gizi bagi Rakyat Indonesia yang miskin.

Namun sayangnya program BPNT di Desa Pasirkadu Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten tidak semua KPM-nya berlatarbelakang dari keluarga miskin, melainkan ada juga yang dari keluarga menengah ke atas. Hal ini tentunya menjadi salah satu problema yang menuai kritik serta kecaman dari beberapa pihak, salah satunya adalah dari Komunitas Aktifis Tandu Reformasi Keadilan Indonesia (TURKI).

Menanggapi adanya dugaan salahsatu KPM Program BPNT di Desa Pasirkadu yang bukan dari Keluarga Miskin, Tb. Aujani selaku Ketua Komunitas Aktifis Tandu Reformasi Keadilan Indonesia (TURKI) mendesak kepada Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang beserta seluruh pejabat terkait yang menangani Bidang Sosial agar segera menghapus Oknum KPM yang bukan keluarga miskin dari DTKS. Karena hal tersebut merupakan bagian dari kebijakan yang tidak tepat sasaran.

“Kami mendesak kepada Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang beserta seluruh pejabat terkait yang menangani Bidang Sosial agar segera menghapus Oknum KPM berinisial ‘E’ dari Data DTKS, karena diduga kuat bukan Keluarga Miskin, sehingga apabila dibiarkan hal ini akan menjadi contoh dari kebijakan yang tidak tepat sasaran dalam penyaluran bantuan sosial di Kabupaten Pandeglang.” Tegasnya pada Hari Sabtu (8/4/2023).

Namun untuk sementara hingga berita ini dimuat, Pihak Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang, Kasi Kesos Kecamatan Sukaresmi, dan Kasi Kesra Desa Pasirkadu belum dapat dikonfirmasi untuk dimintai tanggapannya.

Red….

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berita Terakait

Pihak PT Gradya Murni Utama, Meilina Tourisina Dampingin Kantor Hukum Firdaus Oiwobo, S.H., dan  Partner Sukses Ratakan Lahan Jungjing
DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang Hadir Layanan Kansultan Hukum Gratis Hari Fastival Bukan Bung Karno
Setelah 12 Tahun Menanti, Eksekusi Lahan Milik PT Gardya Murni Utama Berhasil Robohokan Bangunan liar  Berjalan Lancar
Pilih Fokus Sebagai Ketua Fraksi DPRD Provinsi Banten. H. Mohammad Nur Kholis Mundur Sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Tangerang
Gren Opening Lesehan KHAYIRA: Destinasi Kuliner Baru Masakan Sunda Asli di Kabupaten Tangerang
Ketum LSM Geram Bersama 7 LSM  Pimpin Demo Tolak Pemiskinan Rakyat, Puluhan Aktivis Datangi DPRD Tangerang Soroti Kenaikan BBM Tak Wajar
RDP Polemik 126: DPRD Tekankan Pentingnya Izin Resmi demi Menjaga Kepercayaan Investor
Proyek Seragam Dinas Diduga “Dikunci” untuk Vendor Titipan, UMKM Tangerang Protes Keras

Berita Terakait

Selasa, 30 Juni 2026 - 06:32 WIB

Pihak PT Gradya Murni Utama, Meilina Tourisina Dampingin Kantor Hukum Firdaus Oiwobo, S.H., dan  Partner Sukses Ratakan Lahan Jungjing

Minggu, 28 Juni 2026 - 12:12 WIB

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang Hadir Layanan Kansultan Hukum Gratis Hari Fastival Bukan Bung Karno

Jumat, 26 Juni 2026 - 07:13 WIB

Setelah 12 Tahun Menanti, Eksekusi Lahan Milik PT Gardya Murni Utama Berhasil Robohokan Bangunan liar  Berjalan Lancar

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:25 WIB

Pilih Fokus Sebagai Ketua Fraksi DPRD Provinsi Banten. H. Mohammad Nur Kholis Mundur Sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Tangerang

Minggu, 7 Juni 2026 - 19:52 WIB

Gren Opening Lesehan KHAYIRA: Destinasi Kuliner Baru Masakan Sunda Asli di Kabupaten Tangerang

Kamis, 7 Mei 2026 - 16:00 WIB

Ketum LSM Geram Bersama 7 LSM  Pimpin Demo Tolak Pemiskinan Rakyat, Puluhan Aktivis Datangi DPRD Tangerang Soroti Kenaikan BBM Tak Wajar

Rabu, 6 Mei 2026 - 21:10 WIB

RDP Polemik 126: DPRD Tekankan Pentingnya Izin Resmi demi Menjaga Kepercayaan Investor

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:49 WIB

Proyek Seragam Dinas Diduga “Dikunci” untuk Vendor Titipan, UMKM Tangerang Protes Keras

Berita Terabru