Warga Labuan Dan Aliansi Forum Masyarakat Pandeglang Unras Di PLTU Banten 2 Labuan, Ini Tuntutannya

- Penulis

Jumat, 20 Oktober 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

penabanten.com, Pandeglang – Puluhan warga dan gabungan Aliansi Forum Masyarakat Pandeglang (AFMP) melakukan aksi unjuk rasa pada jumat siang sekira pukul 13.30 WIB, terkait pencemaran lingkungan yang dihasilkan oleh limbah produksi PLTU Banten 2 Labuan yang menyebar disepanjang pesisir pantai.
Jumat,(20/10/2023).

Limbah berwarna kuning dan menyebar di sepanjang pesisir pantai diduga dihasilkan dari produksi olahan limbah PLTU Banten 2 Labuan,memicu puluhan warga dan Aliansi Forum Masyarakat Pandeglang untuk menggelar aksi unjuk rasa di depan gerbang pintu masuk yang dijaga oleh gabungan petugas keamanan beserta Polsek sekitar.

Dalam orasinya,Denis Rismanto selaku ketua Aliansi Forum Masyarakat Pandeglang (AFMP) memaparkan kajian mengenai bahan beracun yang ada di PLTU Banten 2 Labuan hingga saat ini mengancam kesehatan masyarakat yang didominasi oleh ozon dan logam berat.

Bahan beracun tersebut memberikan dampak kesehatan yang cukup serius,karena terdiri dari partikel mikroskopik yang terbentuk dalam emisi sulfur,nitrogen, oksida dan debu yang setiap saat dihisap oleh warga terutama di wilayah desa penyangga.

“Partikel halus ini dapat menembus paru-paru,serta aliran darah manusia yang dampak nya dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti gangguan pernafasan hingga kematian” ujar Denis,selaku ketua Aliansi.

Menyinggung soal pencemaran lingkungan di sepanjang pesisir pantai,limbah kuning dan berbusa yang menutupi area pantai yang di duga beracun, Denis Rismanto menantang pihak manajemen untuk membuktikan nya dengan meminum air hasil olahan limbah PLTU,dengan air laut di wilayah pantai Carita.

“Mari kita buktikan semua,saya menantang pihak manajemen PLTU 2 Labuan untuk meminum air dari pembuangan limbah,dengan air laut dari daerah Carita,siapa yang mati duluan,agar mereka tau bahwa limbah yang dihasilkan oleh PLTU Banten 2 Labuan itu memang beracun dan bisa merusak ekosistem di sepanjang pesisir pantai” tegas nya.

Massa beranjak semakin memanas,setelah jeda waktu sekitar 45 menit untuk istirahat. Pagar pembatas yang dijaga oleh sejumlah Aparat Penegak Hukum didorong secara beringas oleh mereka, agar bisa masuk kedalam lingkungan area PLTU Banten 2 Labuan.

” Perbaiki pesisir pantai yang terkena dampak limbah B3 PLTU Banten 2 Labuan,tutup kegiatan batu bara karena hanya menimbulkan petaka bagi masyarakat,kembalikan hak- hak nelayan yang sudah direnggut oleh limbah B3 PLTU Banten 2 Labuan” kata Denis dalam orasi tuntutan nya.

Sementara itu,humas PLTU Banten 2 Labuan belum bisa memberikan konfirmasi,perwakilan dari manajemen PLTU yang lain nya pun belum bisa di konfirmasi di lokasi aksi unjuk rasa.

Massa beranjak pergi pada pukul 16.30 WIB dengan tertib,setelah sebelum nya mereka menjebol pagar pembatas PLTU yang dijaga ketat oleh sejumlah petugas keamanan dan Aparat hukum setempat.

(Tim)

Berita Terakait

Pertanyakan Legalitas JDEYO Billiard & Cafe, Langkah Kontrol Sosial LSM Pelopor Terganjal Sikap Tertutup Pengelola
Polresta Tangerang Ungkap Kasus Kematian Pelajar di Muara Kaliadem, 14 Orang Diamankan
H. Retno Juarno SH : Jika Tak Mampu Tangani Sampah, Mending Ganti Kepala UPTD Wilayah 1, Kabupaten Tangerang Tak Kekurangan Orang
Panas! Yayasan Cahaya Kasih Bumi Nusantara Indonesia Tuding Wartawan Sepihak: GOWIL Siap Bongkar Fakta Anggaran MBG Gunung batu
Diduga Intimidasi dan Kriminalisasi Pengurus Serikat, Buruh Ancam Demo PT Aci Chemical Industry
Pesantren Kilat di SD Negeri Penancangan 4: Meningkatkan Iman di Bulan Ramadhan
Menu Makan Bergizi Gratis di Cigeulis Dikritik Monoton, Pengelola Beri Penjelasan Soal Nutrisi
Rapelan 3 Hari MBG di Awal Ramadan, KNPI Pandeglang Ajak Wali Murid Berhitung Kesesuaian Rp10 Ribu per Menu

Berita Terakait

Minggu, 19 April 2026 - 09:28 WIB

Pertanyakan Legalitas JDEYO Billiard & Cafe, Langkah Kontrol Sosial LSM Pelopor Terganjal Sikap Tertutup Pengelola

Jumat, 17 April 2026 - 18:21 WIB

Polresta Tangerang Ungkap Kasus Kematian Pelajar di Muara Kaliadem, 14 Orang Diamankan

Senin, 6 April 2026 - 13:54 WIB

H. Retno Juarno SH : Jika Tak Mampu Tangani Sampah, Mending Ganti Kepala UPTD Wilayah 1, Kabupaten Tangerang Tak Kekurangan Orang

Sabtu, 28 Februari 2026 - 07:56 WIB

Panas! Yayasan Cahaya Kasih Bumi Nusantara Indonesia Tuding Wartawan Sepihak: GOWIL Siap Bongkar Fakta Anggaran MBG Gunung batu

Sabtu, 28 Februari 2026 - 02:06 WIB

Diduga Intimidasi dan Kriminalisasi Pengurus Serikat, Buruh Ancam Demo PT Aci Chemical Industry

Selasa, 24 Februari 2026 - 08:55 WIB

Pesantren Kilat di SD Negeri Penancangan 4: Meningkatkan Iman di Bulan Ramadhan

Senin, 23 Februari 2026 - 19:15 WIB

Menu Makan Bergizi Gratis di Cigeulis Dikritik Monoton, Pengelola Beri Penjelasan Soal Nutrisi

Senin, 23 Februari 2026 - 12:24 WIB

Rapelan 3 Hari MBG di Awal Ramadan, KNPI Pandeglang Ajak Wali Murid Berhitung Kesesuaian Rp10 Ribu per Menu

Berita Terabru

Badan Gizi Nasional

Asupan Gizi Terukur Jadi Prioritas Program MBG SPPG Karyasari Sukaresmi

Kamis, 30 Apr 2026 - 17:33 WIB