Wabup Tangerang Hadiri Launching Program Pelatihan Pendamping Usaha Mikro

0
13

Penabanten.comTangerang, Wakil Bupati Tangerang H. Mad Romli menghadiri Launching Program Pelatihan Pendamping Usaha Mikro di Bidang Di Bidang Kesetaraan Gender, Pemenuhan Hak Anak Dan Peningkatan Kemampuan Berusaha Serta Pepajakan bersama Pusat Investasi Pemerintah Dirjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan Republik Indonesia di GSG Puspem Tigaraksa, Selasa (14/6/22).

Dalam kesempatan itu Mad Romli mengatakan bahwa perempuan memiliki peranan yang penting dan strategis dalam peningkatan kesejahteraan dan pembangunan.

“Kita sepakat bahwa peranan sektor usaha mikro dan juga kaum perempuan di era modern ini memiliki peranan yang sangat strategis terutama di era digital yang saat ini terus melaju dengan pesat,” terang Mad Romli.

Mad Romli juga menambahkan, perkembangan era globalisasi dan digitalisasi yang cepat saat ini menuntut kita dan masyarakat untuk bisa menjadi masyarakat yang multitalenta. Bukan bukan saja dalam sektor pengembangan usaha ekonomi kreatif dalam berbagai skala, namun juga penguatan kompetensi SDM para pelaku usahanya.

“Untuk itu upaya-upaya pelatihan peningkatan dan pendampingan usaha perlu dilakukan dalam rangka akselerasi perwujudan ekonomi sosial yang mandiri, produktif dan berdaya saing,” kata Wabup Mad Romli.

Mad Romli mengucapkan terima kasih serta dan mengapresiasi Pusat Investasi Pemerintah Dirjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan RI atas terselenggaranya kegiatan di Kabupaten Tangerang. Ia juga berharap semoga kebersamaan dan sinergitas pada pelaksanaan kegiatan kali ini mampu memberikan semangat dan motivasi untuk senantiasa terus membangun negeri dan masyarakat yang sejahtera di masa mendatang

Sementara itu Leni N Rosalin, Deputi Kesetaraan Gender Kementerian PPA mengatakan kegiatan tersebut merupakan upaya melaksanakan salah satu dari lima arahan presiden terkait dengan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

“Arahan itu adalah bagaimana kita meningkatkan peran perempuan di bidang kewirausahaan tapi juga harus ada perspektif gender di dalamnya,” ungkap Leni.

Leni berharap dengan kegiatan yang berjenjang tersebut dapat memperkuat sinergi antar lembaga dalam pemberdayaan UMKM, khususnya bahi para pelaku usaha perempuan.

Tinggalkan Balasan