Terungkap Oknum Kades Awilega Kecamatan Kroncong Lakukan Pungli BLT DD Thn 2022

0
150

penabanten.com, Pandeglang – Keluarga Penerima Manfaat (KPM-red), blt-dd di desa Awilega kecamatan keroncong kabupaten Pandeglang provinsi Banten diduga kuat KPM ( keluarga penerima manfaat) dijadikan sapi perah dengan dipotongnya dana blt-dd sebesar Rp.300.000,- (Tiga ratus ribu rupiah), per-kpm pada pencarian tahap pertama dan tahap kedua blt-dd, Januari s/d Juni tahun anggaran 2022.lalu.

Pada pencairan tahap pertama dan kedua di tahun 2022 yang lalu, ada pemotongan blt-dd dengan nominal yang sama senilai Rp 300.000,- (Tiga ratus ribu rupiah) per-kpm dari penelusuran dan investigasi Aktivis FPR dan wartawan media harian online penabanten.com, berhasil mewawancarai beberapa narasumber atau KPM (keluarga penerima manfaat) pada Rabu (09/08/2023).

Hasil wawancara awak media harian online penabanten.com, dengan beberapa narasumber/kpm, yang namanya minta di rahasiakan “maaf demi menjaga keselamatan dan keamanan kami narasumber”, audio wawancara tidak di lampirkan di dalam berita media harian online

Pemotongan diduga dilakukan oleh oknum perangkat desa atas dasar perintah dari kepala desa Awilega kecamatan keroncong kabupaten Pandeglang provinsi Banten (sesuai wawancara-red), adapun modus dan kronologis pemotongan blt-dd sebagai berikut : triwulan pertama kpm blt-dd mencairkan langsung dana tersebut di kantor desa Awilega, selepas pencarian perangkat desa mendatangi masingmasing rumah kpm dan meminta dana blt-dd sebesar Rp.300.000,- (Tiga ratus lima ribu rupiah), yang telah di cairkan sebelumnya oleh kpm sebesar Rp. 900.000,- (Sembilan ratus ribu rupiah) dan jumlah keseluruhan dana blt-dd yang diterima oleh kpm sebesar Rp.600.000,- (Enam ratus ribu rupiah), artinya sepeetiga dana blt-dd hak kpm di minta kembali oleh desa “melalui perangkat desa-red”, alasan pemotongan tersebut untuk dibagikan kembali kepada yang tidak kebagian blt-dd dan lansia (sesuai wawancara dengan narasumber-red).

Triwulan kedua atau tepatnya masih tahun 2022 kembali ada pencarian blt-dd sebesar Rp.900.000,- (Sembilan ratus ribu rupiah), namun hal yang sama masih dilakukan pemotongan sepeti biasa.
Menurut salah satu KPM yang minta namanya di rahasiakan mengaku adanya pemotongan bantuan dana BLT DD tahap pertama dan tahap ke dua(triwulan pertama dan triwulan kedua)

” Benar pak saya selaku KPM BLT DD Desa Awilega kecamatan keroncong bahwa saya setiap pencairan dana tersebut selalu di potong senilai Rp 300 ribu sudah dua kali pencairan selalu si potong oleh petugas utusan kepala desa dengan alasan hasil pemotongan tersebut untuk yang tidak mendapatkan namun saya liat tidak ada yang di bagikan kembal, bahkan bukan hanya tahun 2022 aja pak Batuan BLT DD tahun 2023 juga di potong senilai Rp 400 ribu rupiah “terangnya.


Hal ini di benarkan dan di akui oleh salah satu oknum pelaku pungli menurutnya hasil dari pungutan tersebut diserahkan kepada kepala desa.

” Benar pak untuk di ke RT an disini saya sendiri yang melakukan pungutan dan hasil pungutan tersebut yang nilainya Rp 300 ribu saya langsung diserahkan kepada kepala desa” ungkapnya.

sementara Aktivis FPR (Front Pendamping Rakyat) kabupaten Pandeglang dengan adanya kasus ini dirinya akan segera membuat surat Laporan Pengaduan kepada pihak Kejaksaan Tinggi Bantuan karna menurutnya dirinya sudah mengantongi data-data lengkap dari beberapa KPM seperti surat pernyataan, vidio rekam dan rekam suara.

” Saya sudah siapkan surat pernyataan dari beberapa KPM BLT DD Awilega kecamatan keroncong kabupaten Pandeglang provinsi Banten dan bukan hanya itu saja saya juga sudah katongi beberapa data yang diduga dana desa yang di salurkan ke yang lainya pun itu sampai saat ini belum di selesaikan sementara ini sudah tahun 2023 dalam ketentuan ini sudah melakukan pelanggaran karna sudah lewat waktu dalam hal ini juga saya akan melakukan audiensi dengan pihak DPMPD dan Inspektorat kabupaten Pandeglang untuk melengkapi data saya” tegasnya ke awak media.

Masih kata Aan Andrian Aktivis FPR sudah melakukan konfirmasinya kepada kepala desa namun kepala desa belum biasa memberikan keterangan yang jelas ” nanti dulu pak karna ingat-ingat dulu karna itu udah lama saya aga lupa, dan kalau bisa kita ngobrol di darat aja pak” jawab kades via tlp WhatsApp. Pungkas Aan Andrian.

(Ron)

Tinggalkan Balasan