Diduga Puluhan Sertifikat Warga Desa Parkos Pandeglang Digelapkan Oknum Mafia Tanah: Aktivis FPR Akan Segera Buat Laporan Pengaduan

- Penulis

Sabtu, 2 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penabanten.com, Pandeglang – Baru-baru ini diketahui puluhan Sertifikat HaK Milik (SHM) milik warga Desa Parungkokosan kecamatan cikeusik kabupaten Pandeglang provinsi Banten. Saat ini keberadaan SHM tersebut diduga sudah di titipkan di salah satu notaris di Pandeglang.

Sementara mantan kepala desa Parungkokosan Eman mengaku ke awak media belum pernah terjadi adanya jual beli antara masyarakat pemilik SHM dengan siapapun semenjak menjabat dia mengaku SHM tersebut keberadaannya tidak tau siapa yang menguasai saat ini.

” Waktu saya menjabat banyak yang datang meminta surat pernyataan tidak sengketa dan sebagainya, namun sampai saat ini tidak ada lagi yang datang dan terakhir saya kedatangan tamu dari kota Tangerang mereka menanyakan lokasi tanah yang konon katanya tanah tersebut sudah ada di tangan pembeli saya juga heran ko sertifikat tanah ada di tangan orang lain bahkan sudah di jual belikan sementara masyarakat belum pernah menjual apalagi pegang SHM nya” ungkap kades.

Sementara dari pihak kepercayaan pembeli inisial Bd, H Ag dan H Sd yang datang ke kepala desa mengaku bosnya Hj Nj sudah membeli sebanyak 29 SHM milik masyarakat Desa Parungkokosan yang mana luasnya kurang lebih 51 hektar.

” Kami dari perwakilan pihak pembeli sudah melakukan jual beli dari saudara H.Om dan kawan-kawan, rencananya bos kami juga mau menjual kembali ke pihak lain maka kami datang ke desa Parungkokosan ini bertujuan untuk mengetahui lokasi tanah tersebut yang sesuai SHM ” terang salah satu dari perwakilan pembeli

Bd juga mengaku bahwa tanah tersebut akan segera di jual kembali ke  investor lain,  bahkan Sudah di kasih uang muka sebesar kurang lebih 5 milyar rupiah dan SHM tersebut saat ini sudah di PPJB-kan di notaris. Imbuhnya.

Di tempat terpisah pejabat sementara PJ kepala desa Parungkokosan yang baru menjabat dua bulan lebih juga menjelaskan ke awak media sudah mendengar desas-desus adanya investor dari kota sudah memiliki SHM masyarakat Parungkokosan dan sudah ada yang menjual belikan.



” Saya juga sudah mendengar dari aparat desa BPD dan masyarakat bahwa ada investor yang sudah menguasai SHM masyarakat desa Parungkokosan” jelasnya ke awak media pada 28/02/2024 melalui tlp WhatsApp.

Sementara beberapa Aktivis yang ada di Pandeglang salah satunya Front Pendamping Rakyat (FPR) mengaku sudah lama mengetahui hal tersebut, menurutnya hal ini di lakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab yang sudah berani menjual belikan SHM Masyarakat desa Parungkokosan.

” Saya sudah banyak tau dan tau banyak terkait persoalan tumpang tindih tanah Masyarakat desa Parungkokosan yang di jadikan ajang bisnis oleh para oknum mafia tanah yang pada akhirnya masyarakat di rugikan dengan hilangnya puluhan Sertifikat tanah dan sekarang ini sudah ada yang mengklaim bahwa tanah tersebut milik para investor yang tidak tau menahu lokasinya di mana tanah tersebut saat ini milik siapa dan yang menggarap siapa” jelas A Andria

Menurut A. Andria tindakan oknum ini diduga sudah  melanggar  hukum dan melanggar pasal 374 KUHP yang berbunyi ” Apabila sebuah tindak pelanggan dilakukan atas dasar jabatan atau pekerjaan maka pelaku dapat dijerat  menggunakan pasal 374 KUHP dengan masa pidana paling lama 5 tahun, dalam pasal penipuan dan penggelapan maka pelaku apabila terbukti akan di hukum 4 tahun.Akam tetapi berdasarkan pasal 21 ayat 4 huruf b KUHP merupakan termasuk dalam perkara yang pelakunya bisa dilakukan penahanan oleh penyidik bahkan sebelum perkara tersebut di putus pengadilan.
Berkaitan hal tersebut dalam waktu dekat para aktivis Pandeglang akan segera membuat laporan pengaduan (LAPDU) kepada pihak penegak hukum (Polda Banten)

Keterangan terpisah saat di konfirmasi via telp WhatsApp H.Bustaman salah satu kepercayaan pihak PT Gal (Globalindo Agro Lestari) yang bergelut di bidang perkebunan kelapa sawit, menjelaskan bahwa tanah yang terletak di desa Parungkokosan itu sudah di bebaskan dengan cara pengembalian uang garapan.

” Sepengetahuan saya tanah yang di desa  Parungkokosan sudah di bebaskan oleh pihak PT Gal termasuk yang 51 hektar namun setelah itu baru-baru ini saya juga dengar muncul surat sertifikat masyarakat namun surat sertifikat tanah tersebut tidak di pegang masyarakat ” jelasnya ke awak media via WhatsApp.

Adanya simpang siur dan tumpang tindih antara Penggarap dengan pemilik SHM yang namanya berbeda ini akan membuat kerugian beberapa pihak.
Dengan adanya hal ini gabungan Aktivis Pandeglang akan segera melaporkan permasalahan tanah yang ada di desa Parungkokosan agar Oknum Mafia tanah segera di berantas sesuai aturan hukum yang berlaku, Pungkas salah satu lembaga sosial control.

(Ron)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berita Terakait

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang Hadir Layanan Kansultan Hukum Gratis Hari Fastival Bukan Bung Karno
Setelah 12 Tahun Menanti, Eksekusi Lahan Milik PT Gardya Murni Utama Berhasil Robohokan Bangunan liar  Berjalan Lancar
Pilih Fokus Sebagai Ketua Fraksi DPRD Provinsi Banten. H. Mohammad Nur Kholis Mundur Sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Tangerang
Gren Opening Lesehan KHAYIRA: Destinasi Kuliner Baru Masakan Sunda Asli di Kabupaten Tangerang
Ketum LSM Geram Bersama 7 LSM  Pimpin Demo Tolak Pemiskinan Rakyat, Puluhan Aktivis Datangi DPRD Tangerang Soroti Kenaikan BBM Tak Wajar
RDP Polemik 126: DPRD Tekankan Pentingnya Izin Resmi demi Menjaga Kepercayaan Investor
Proyek Seragam Dinas Diduga “Dikunci” untuk Vendor Titipan, UMKM Tangerang Protes Keras
Bekerja Berdasarkan Kontrak Bukan Opini”, CV Fadlan Konstruksi Tegaskan Kualitas Pekerjaan Jalan Bencongan Terjamin

Berita Terakait

Minggu, 28 Juni 2026 - 12:12 WIB

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang Hadir Layanan Kansultan Hukum Gratis Hari Fastival Bukan Bung Karno

Jumat, 26 Juni 2026 - 07:13 WIB

Setelah 12 Tahun Menanti, Eksekusi Lahan Milik PT Gardya Murni Utama Berhasil Robohokan Bangunan liar  Berjalan Lancar

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:25 WIB

Pilih Fokus Sebagai Ketua Fraksi DPRD Provinsi Banten. H. Mohammad Nur Kholis Mundur Sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Tangerang

Minggu, 7 Juni 2026 - 19:52 WIB

Gren Opening Lesehan KHAYIRA: Destinasi Kuliner Baru Masakan Sunda Asli di Kabupaten Tangerang

Kamis, 7 Mei 2026 - 16:00 WIB

Ketum LSM Geram Bersama 7 LSM  Pimpin Demo Tolak Pemiskinan Rakyat, Puluhan Aktivis Datangi DPRD Tangerang Soroti Kenaikan BBM Tak Wajar

Rabu, 6 Mei 2026 - 21:10 WIB

RDP Polemik 126: DPRD Tekankan Pentingnya Izin Resmi demi Menjaga Kepercayaan Investor

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:49 WIB

Proyek Seragam Dinas Diduga “Dikunci” untuk Vendor Titipan, UMKM Tangerang Protes Keras

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:37 WIB

Bekerja Berdasarkan Kontrak Bukan Opini”, CV Fadlan Konstruksi Tegaskan Kualitas Pekerjaan Jalan Bencongan Terjamin

Berita Terabru