Dana Sharing KTH LMDH Cipinang Jaya, Nilai Ratusan Juta Diduga Dikuasai Kades Cipinang

- Penulis

Senin, 9 Mei 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

penabanten.com, Pandeglang – Dana Sharing dari Perhutani merupakan pembagian dana hasil olahan kayu tebangan untuk Kelompok Tani Hutan (KTH). Tujuannya, semata-mata untuk kesejahteraan para petani dan masyarakat yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) di Banten.

Sayangnya, dana sharing itu telah dikuasai oleh Kepala desa (Kades) dengan alasan, LMDH Cipinang Jaya yang beralamat di Desa Cipinang Kecamatan Angsana, Pandeglang, Banten sudah tidak berlaku lagi. Parahnya lagi, dana sharing itu yang dibayar oleh Perhutani kepada KTH LMDH Cipinang Jaya senilai Rp 147 juta.

Diketahui, 147 juta rupiah itu merupakan pembayaran hasil olahan kayu tebangan untuk tahun 2016, 2017 dan 2018. Hanya saja dana tersebut telah dipotong senilai Rp. 30 juta oleh KTH di bawah pimpinan Edi, serta digunakan untuk iuran paguyuban LMDH dan menurut Kepala desa Cipinang, sisa uang tersebut hanya Rp. 99 juta.Senin 09/05/2022.

Celakanya, menurut informasi Kades Cipinang itu mengklaim bahwa dana sharing untuk KTH menurut dia, adalah hak desa. Akibatnya, banyak anggota yang tergabung dalam LMDH Cipinang Jaya tidak mendapatkan atau merasakan dana sharing tersebut.

Bahkan tak hanya itu, puluhan masyarakat menyatakan sikap kekesalan dan kekecewaannya melalui surat pernyataan tertulis bermaterai.

” Kami kelompok tani penggarap lahan perum perhutani di Desa Cipinang Kecamatan Angsana, menyatakan dengan sebenarnya bahwa kami selaku kelompok tani tidak pernah dana sharing dari pihak perhutani,” tulis surat pernyataan itu.

Dikatakan salah satu anggota LMDH Cipinang Jaya, dirinya mengaku tak mengetahui adanya uang hasil olahan kayu tebangan tersebut yang di peruntukan bagi masyarakat yang tergabung dalam LMDH Cipinang Jaya, Desa Cipinang, Kecamatan Angsana, Pandeglang, Banten.

“Menurut informasi, saya masuk jadi anggota LMDH akan tapi saya sendiri tidak hapal dan boro-boro dikasih uang,” kata satu perangkat desa yang minta namanya dirahasiakan beberapa hari lalu.

Sementara itu, Sarkum saat dimana keterangan oleh awak media Sabtu (6/5/22) ketua LMDH Cipinang yang saat ini merupakan produk desa, sebab kata Sarkum ketua LMDH telah meninggal dunia.

” Ketua LMDH Cipinang yang itu tidak ada karena telah meninggal dunia, yang sekarang itu di buat oleh Kepala desa (Kades) ketua dan sekretaris, dan uang sharing itu bukan hak desa, karena uang itu merupakan dana dari hasil olahan tebangan kami,” ucap Sarkum.

Selanjutnya, kata Sarkum, uang tersebut mestinya dapat dirasakan oleh masyarakat seperti untuk pembelian tracktor, senso dan untuk tempat ibadah di tiap-tiap kampung yang ada di Des Cipinang.

” Kita udah dapat informasi dari RPH, Edi dan Mantri serta porter sebelumnya bahwa uang tersebut udah di cairkan sebanyak 99juta, menurut keterangan Kades uang itu diberikan kepada Edi sebanyak 40 juta rupiah dan herannya ketika kami mempertanyakan malah disuruh diminta ke Edi, padahal uang itu sudah 4bulan dicairkan, namun masyarakat belum merasakan dana tersebut hingga sekarang,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala desa saat di mintai keterangan via WhatsApp tidak memberikan jawaban, dan Ketua LMDH Cipinang Jaya Kasmar mengaku hanya diberi uang dari dana sharing Rp 300.000 oleh kades.

(Ron)

Berita Terakait

Pertanyakan Legalitas JDEYO Billiard & Cafe, Langkah Kontrol Sosial LSM Pelopor Terganjal Sikap Tertutup Pengelola
Polresta Tangerang Ungkap Kasus Kematian Pelajar di Muara Kaliadem, 14 Orang Diamankan
H. Retno Juarno SH : Jika Tak Mampu Tangani Sampah, Mending Ganti Kepala UPTD Wilayah 1, Kabupaten Tangerang Tak Kekurangan Orang
Panas! Yayasan Cahaya Kasih Bumi Nusantara Indonesia Tuding Wartawan Sepihak: GOWIL Siap Bongkar Fakta Anggaran MBG Gunung batu
Diduga Intimidasi dan Kriminalisasi Pengurus Serikat, Buruh Ancam Demo PT Aci Chemical Industry
Pesantren Kilat di SD Negeri Penancangan 4: Meningkatkan Iman di Bulan Ramadhan
Menu Makan Bergizi Gratis di Cigeulis Dikritik Monoton, Pengelola Beri Penjelasan Soal Nutrisi
Rapelan 3 Hari MBG di Awal Ramadan, KNPI Pandeglang Ajak Wali Murid Berhitung Kesesuaian Rp10 Ribu per Menu

Berita Terakait

Minggu, 19 April 2026 - 09:28 WIB

Pertanyakan Legalitas JDEYO Billiard & Cafe, Langkah Kontrol Sosial LSM Pelopor Terganjal Sikap Tertutup Pengelola

Jumat, 17 April 2026 - 18:21 WIB

Polresta Tangerang Ungkap Kasus Kematian Pelajar di Muara Kaliadem, 14 Orang Diamankan

Senin, 6 April 2026 - 13:54 WIB

H. Retno Juarno SH : Jika Tak Mampu Tangani Sampah, Mending Ganti Kepala UPTD Wilayah 1, Kabupaten Tangerang Tak Kekurangan Orang

Sabtu, 28 Februari 2026 - 07:56 WIB

Panas! Yayasan Cahaya Kasih Bumi Nusantara Indonesia Tuding Wartawan Sepihak: GOWIL Siap Bongkar Fakta Anggaran MBG Gunung batu

Sabtu, 28 Februari 2026 - 02:06 WIB

Diduga Intimidasi dan Kriminalisasi Pengurus Serikat, Buruh Ancam Demo PT Aci Chemical Industry

Selasa, 24 Februari 2026 - 08:55 WIB

Pesantren Kilat di SD Negeri Penancangan 4: Meningkatkan Iman di Bulan Ramadhan

Senin, 23 Februari 2026 - 19:15 WIB

Menu Makan Bergizi Gratis di Cigeulis Dikritik Monoton, Pengelola Beri Penjelasan Soal Nutrisi

Senin, 23 Februari 2026 - 12:24 WIB

Rapelan 3 Hari MBG di Awal Ramadan, KNPI Pandeglang Ajak Wali Murid Berhitung Kesesuaian Rp10 Ribu per Menu

Berita Terabru

Gubernur Banten

Gubernur Andra Soni Lepas Jemaah Haji dari Kloter Kabupaten Serang

Kamis, 23 Apr 2026 - 18:21 WIB