50 Personil Damkar Kabupaten Tangerang Mengikuti Bimtek Komunikasi Menggunakan Media Handy Talkie Saat Penanganan Bencana

0
35

Penabanten.comTangerang, Sebanyak 50 Anggota Damkar Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tangerang mengikuti Bimtek tata cara Komunikasi dengan menggunakan media Handy Talkie (HT) pada saat penanganan bencana di Kabupaten Tangerang. Selasa (13/12/2022).

Bimtek tata cara Komunikasi dengan menggunakan media Handy Talkie (HT) dilaksanakan di Aula Kantor Badan Penanggulanmgan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, narasumber yang dihadirkan dari Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Propinsi Banten dan RAPI Kabupaten Tangerang.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tangerang Ujata Sudrajat menjelaskan tujuan Bimtek tata cara Komunikasi dengan menggunakan media Handy Talkie (HT) dilaksanakan selama 1 (satu) hari, pesertanya dari perwakilan operator di masing-masing POS Damkar yang ada di Kabupaten Tangerang.

“tiap Pos Damkar mengirimkan 4 orang perewakilan, terdiri dari 3 orang anggota di masing-masing Regu dan 1 orang Komandan Pos Damkar,”kata Ujat saat acara Bimtek.

Adapun tujuan kegiatan Bimtek tata cara Komunikasi dengan menggunakan media Handy Talkie (HT) ini untuk meningkatkan kemampuan komunikasi pasukan Damkar pada saat penanganan bencana di Kabupaten Tangerang.

“Kita perlu meningkat kemampuan pasukan Damkar khususnya tata cara berkomunikasi menggunakan HT, karena komunikasi sangat penting dalam penanganan bencana, Berbicara dengan jelas, padat, dan singkat sehingga informasi sampai dengan cepat, baik diantara anggota dalam penanganan bencana begitu juga laporan kepimpinan terkait penanganan,” kata Ujat

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulanganm Bencana Daerah Kabupaten Tangerang Abdul Munir menambahkan Bimtek tata cara Komunikasi dengan menggunakan media Handy Talkie merupakan agenda rutin yang akan dilaksanakan di BPBD kabupaten Tangerang dalam meningkatkan kemampuan pasukan dalam berkomunikasi menggunakan HT.

“Saya berharap anggota yang mengikuti Bimtek ini bisa menerapkan pada saat komunikasi di lapangan saat penanganan bencana,” kata Abdul yang biasa dipanggil Dae Munir ini.

Dwi Yusuf Ariestyanto ketua RAPI Kabupaten Tangerang yang menjadi narasumber menjelaskan HT atau biasa disebut sebagai Handy Talky merupakan suatu jenis alat komunikasi lisan yang terhubung dengan gelombang radio.

HT ini digunakan hanya untuk berbicara dan mendengarkan lawan bicara yang sedang berkomunikasi melalui alat tersebut.

Meskipun HT merupakan jenis komunikasi radio dua arah, namun tidak semua orang dapat berbicara dalam waktu yang bersamaan. Orang hanya dapat berbicara secara bergantian melalui HT.

Menurut Agus, Apa Saja Kelebihan HT? yaitu Mudah dibawa kemana saja, Hemat dan praktis karena tidak membutuhkan pulsa atau data internet untuk berkomunikasi, Anda cukup menyamakan frekuensi radio HT untuk berkomunikasi.

Frekuensi yang sering digunakan akan tersimpan dengan sendirinya di dalam memori, Memiliki jangkauan yang luas (kurang lebih 2 kilometer), Memiliki baterai yang dapat bertahan lama dan Harganya relatif murah, baik untuk beli atau sewa.

Sedangkan kekurangannya yaitu Hanya dapat berkomunikasi dengan satu orang pada setiap waktu, Harus berkomunikasi dengan pelan serta jelas, Ukurannya lebih besar dan tentu lebih berat daripada handphone.

Untuk Etika atau aturan berkomunikasi menggunakan HT yaitu Memantau (memonitor) terlebih dahulu pada frekuensi atau channel yang diinginkan, Wajib menyebutkan callsign (identitas) dan lokasi tempat memancar pada saat pertama memancar, Membiasakan mengucapkan kata “GANTI” pada akhir pembicaraan, Memberikan kesempatan / prioritas kepada penyampai berita yang penting, Menggunakan bahasa Indonesia yang baik, benar dan santun.

Aries Suparyana Wakil ketua 1 RAPI Propinsi Banten mengatakan dalam penggunaan HT sudah diatur tata cara penggunaan pada saat berkomunikasi seperti Atur jarak radio HT dan mulut kurang lebih 2,5 centimeter saat melakukan komunikasi, Radio HT harus dalam posisi tegak, Tekan tombol PTT terlebih dahulu kurang lebih 2 detik, kemudian baru berbicara.

Selain itu, Setelah selesai berbicara, segera lepas tombol PTT tersebut, Berkomunikasilah secara bergantian dan tertib. Dahulukan hal-hal yang dianggap sangat penting, Hindari menyebutkan nama, senioritas, atau jabatan saat berkomunikasi dan Gunakan callsign yang sudah disepakati untuk menjaga kerahasiaan identitas. ( Riska)

(Pusdalops/BPBD Kabupaten Tangerang}

Tinggalkan Balasan