466 Siswa mengikuti seleksi PPDB Di SMA Negeri 1 Pamarayan

0
826

Penabanten.com. Serang – Seleksi Penerimaan Peserta Didikasi Baru (PPDB) Tahun 2019 di SMA Negeri 1 Pamarayan yang beralamat di Jalan SMA Kampung Tanggul Desa Pamarayan Kecamatan Pamarayan mengacu Pada permendikbud no. 51 tahun 2018. Rabu (19/6)

Hal tersebut dikatakan oleh Ketua Panitia PPDB Sumarni Harja, saat ditemukan di ruang verifikasi data siswa, ia menjelaskan pada wartawan media Online penabanten.com.
Untuk tahun ini penerimaan siswa baru di SMA Negeri 1 Pamarayan semua berdasarkan ketentuan yang sudah diterapkan oleh Permendikbud no. 51 Tahun 2018 yang berdasarkan zonasi, dimana dalam butir-butir pasal menegaskan bahwa 90% jalur zonasi, KIP dan KIS, 5 % berdasarkan jalur prestasi, yang terakhir 5% berdasarkan kepindahan mengikuti orang tua.

Dengan adanya jalur zonasi yang diterapkan oleh pemerintah tentunya sangat berpeluang untuk anak-anak melanjutkan pendidikan artinya ada pemerataan kesempatan bersekolah, ini sangat bagus.
Namun ada sisih kelemahan untuk siswa yang mendapatkan prestasi, KIP, KIS akan tidak berpeluang bilamana mengacu pada jarak sekolah dan tempat tinggal berdasarkan Kartu Keluarga (KK). Demikian ditegaskan oleh Sumami.

Salah satu orang tua Suwamah (38) th, warga Kampung Kole, yang sedang mendampingi anaknya mendaftar merasa senang dengan adanya jalur zonasi, karena peluang Anak nya untuk di terima di SMA Negeri 1 Pamarayan sangat besar.

Kalau tidak ada zonasi kemungkinan besar anak kami bisa masuk ke swasta yang biayanya cukup tinggi Karena semua harus bayar. Tapi Kalau Negeri kata Bapak Gubernur Banten dan wakilnya H. Wahidin Halim dan H. Andhika SMA Negeri gratis. Itu spanduknya terpampang di depan sekolah. Seloroh nya.

Di ruang kerja Dedi, Kepala SMA menuturkan tahun ini antusia peminat Orangtua dan Anak untuk melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi sangat luar biasa dibandingkan dengan tahun lalu.

Hari ini nomor antrian sudah mencapai angka 466, sedang kuota yang disepakati disekolah ini brrdasarkan lokal hanya dapat menerima siswa hanya 288 siswa atau 8 kelas. Lebih dari itu kami sarankan kepada orangtua atau Anak untuk memilih alternative sekolah lain. Kata Dedi. ( Harisranau)

Tinggalkan Balasan