Warga Puri Tambak Unjuk Rasa Spontan ke PDAM Tirta al-Bantani di Kibin

- Penulis

Selasa, 21 Desember 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penabanten.comKabupaten serang, sepontanitas warga Puri Tambak berdatangan ke PDAM Tirta al-Bantani yang berada di desa Cijeruk kec. Kibin, karena sudah 10 hari air dari PDAM Tirta al-Bantani tidak mengalir masyarakat/konsumen merasa di rugikan dengan semua ini. Kamis (16/12/2021).

Warga Puri Tambak merasa geram dengan air tidak mengalir selama 10 hari, mereka spontan mendatangi PDAM Tirta al-Bantani, untuk meminta pertanggung jawaban karena konsumen merasa di rugikan dan jelas konsumen di lindungi undang-undang RI 8 no tahun 1999.

Kirman salah satu warga ketika dikonfirmasi terkait unjuk rasa spontan mengatakan, kami warga Puri Tambak datang kesini meminta agar air cepat mengalir karena kami sangat membutuhkan air tersebut, sudah 10 hari air tidak mengalir dari PDAM, kami setiap hari hari beli air galon buat nyuci dan mandi. Bayangkan saja pak!

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami meminta kepada PDAM agar segera air dapat mengalir kembali, air itu kebutuhan sehari-hari yang sangat penting, bayangkan saja 10 hari kami hari membeli air isi ulang buat nyuci dan mandi. Sehari kami bisa membeli sekitar 3 sampai 4 galon” kata kirman

Lanjut Kirman, Dulu sekitar 3 tahun yang lalu kita pernah di undang diskusi oleh Dirut PDAM serang. Beliau menjanjikan :

  1. Kran di buka langsung ngalir tanpa bantuan pompa
  2. Pipa jalur ke perumahan katanya mau di ganti yang besar semua supaya mengalir rata, karena selama ini aliran gak merata.
  3. Katanya mau sodet dari kali Ciujung supaya air ngalir terus.
    Malah sekarang katanya pompa yang rusak. masa sekelas perusahaan milik Pemda beli pompa saja sampe gak kebeli. Ada apa ini?

“Semoga dengan kedatangan kami pihak PDAM Tirta al-Bantani bisa memaklumi dan air cepat mengalir, Karen ini harapan kami”. Tambahnya kirman. ( Maulana)

Berita Terakait

Pihak PT Gradya Murni Utama, Meilina Tourisina Dampingin Kantor Hukum Firdaus Oiwobo, S.H., dan  Partner Sukses Ratakan Lahan Jungjing
DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang Hadir Layanan Kansultan Hukum Gratis Hari Fastival Bukan Bung Karno
Setelah 12 Tahun Menanti, Eksekusi Lahan Milik PT Gardya Murni Utama Berhasil Robohokan Bangunan liar  Berjalan Lancar
Pilih Fokus Sebagai Ketua Fraksi DPRD Provinsi Banten. H. Mohammad Nur Kholis Mundur Sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Tangerang
Gren Opening Lesehan KHAYIRA: Destinasi Kuliner Baru Masakan Sunda Asli di Kabupaten Tangerang
Ketum LSM Geram Bersama 7 LSM  Pimpin Demo Tolak Pemiskinan Rakyat, Puluhan Aktivis Datangi DPRD Tangerang Soroti Kenaikan BBM Tak Wajar
RDP Polemik 126: DPRD Tekankan Pentingnya Izin Resmi demi Menjaga Kepercayaan Investor
Proyek Seragam Dinas Diduga “Dikunci” untuk Vendor Titipan, UMKM Tangerang Protes Keras

Berita Terakait

Selasa, 30 Juni 2026 - 06:32 WIB

Pihak PT Gradya Murni Utama, Meilina Tourisina Dampingin Kantor Hukum Firdaus Oiwobo, S.H., dan  Partner Sukses Ratakan Lahan Jungjing

Minggu, 28 Juni 2026 - 12:12 WIB

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang Hadir Layanan Kansultan Hukum Gratis Hari Fastival Bukan Bung Karno

Jumat, 26 Juni 2026 - 07:13 WIB

Setelah 12 Tahun Menanti, Eksekusi Lahan Milik PT Gardya Murni Utama Berhasil Robohokan Bangunan liar  Berjalan Lancar

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:25 WIB

Pilih Fokus Sebagai Ketua Fraksi DPRD Provinsi Banten. H. Mohammad Nur Kholis Mundur Sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Tangerang

Minggu, 7 Juni 2026 - 19:52 WIB

Gren Opening Lesehan KHAYIRA: Destinasi Kuliner Baru Masakan Sunda Asli di Kabupaten Tangerang

Kamis, 7 Mei 2026 - 16:00 WIB

Ketum LSM Geram Bersama 7 LSM  Pimpin Demo Tolak Pemiskinan Rakyat, Puluhan Aktivis Datangi DPRD Tangerang Soroti Kenaikan BBM Tak Wajar

Rabu, 6 Mei 2026 - 21:10 WIB

RDP Polemik 126: DPRD Tekankan Pentingnya Izin Resmi demi Menjaga Kepercayaan Investor

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:49 WIB

Proyek Seragam Dinas Diduga “Dikunci” untuk Vendor Titipan, UMKM Tangerang Protes Keras

Berita Terabru