Tiga Hari Rumah Roboh Diterjang Angin Kencang, Warga Ciruas Kecewa Tak Ada Perhatian dari Pemerintah

- Penulis

Kamis, 15 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penabanten.com, Serang – Nasib malang menimpa Sri Rahayu, warga Kampung Cembeh, RT 02/RW 01, Desa Ciruas, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang. Rumah tinggalnya roboh akibat cuaca ekstrem berupa curah hujan tinggi dan angin kencang yang melanda wilayah tersebut. Namun, hingga kini bantuan maupun perhatian dari pemerintah setempat tak kunjung datang.

Peristiwa robohnya rumah Sri Rahayu terjadi sejak tiga hari yang lalu. Kondisi bangunan yang terdampak cuaca buruk membuat tempat tinggalnya kini tak lagi bisa dihuni dengan layak. Ironisnya, di tengah kondisi sulit tersebut, Sri mengaku belum ada satu pun pihak dari Pemerintah Desa (Pemdes) Ciruas maupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang yang turun ke lapangan untuk meninjau atau memberikan bantuan.

Saat ditemui warga sekitar, Sri Rahayu mengungkapkan rasa kecewanya atas lambatnya respons dari pihak berwenang. “Sudah tiga hari rumah saya runtuh diterpa hujan dan angin kencang, tapi sampai saat ini belum ada perhatian sama sekali. Baik dari desa maupun kabupaten, belum ada yang datang melihat,” ujar Sri dengan nada sedih.

Sri Rahayu kini hanya bisa berharap adanya kepedulian dari para pemangku kebijakan. Sebagai warga yang sedang tertimpa musibah bencana alam, ia sangat membutuhkan uluran tangan untuk memperbaiki tempat tinggalnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak korban masih menunggu itikad baik dan tindakan nyata dari instansi terkait, seperti BPBD Kabupaten Serang maupun Dinas Sosial, agar segera menyalurkan bantuan darurat bagi warga terdampak bencana.

Masyarakat sekitar juga berharap agar pemerintah tidak menutup mata terhadap musibah yang menimpa warga kecil, terutama di tengah kondisi cuaca yang masih belum menentu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berita Terakait

Galian Tanah di Kragilan Serang Disidak Mendes, Langsung Ditutup
Pemkab Serang Hadirkan Aku Desa Digital Optimalisasi Pelayanan Dasar Publik
Viral di Medsos Penabanten! Warga Keluhkan Dugaan Pungli Pembuatan KTP dan KK di Anyar Tembus Ratusan Ribu
Positif Sabu, Oknum Kades Undar Andir Kragilan Ditangkap Ditresnarkoba Polda Banten di Kramatwatu
Songsong Festival Anyer-Panarukan, Camat Anyar Imron Satukan Seni Budaya Silat dan Debus
Dikomplain Warga, Mobil Pribadi Nekat Belajar Mengemudi di Sport Center Mini Desa Ranjeng
Pertahankan Tanah Adat, Keluarga Ahli Waris di Serang Adang Ekskavator Hingga Tercebur Lumpur
Kepala DPMPTSP Serang Bongkar Fakta: Semua Tempat Hiburan Malam 100 Persen Tak Berizin!

Berita Terakait

Sabtu, 12 September 2026 - 20:17 WIB

Galian Tanah di Kragilan Serang Disidak Mendes, Langsung Ditutup

Kamis, 3 September 2026 - 04:38 WIB

Pemkab Serang Hadirkan Aku Desa Digital Optimalisasi Pelayanan Dasar Publik

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 07:23 WIB

Viral di Medsos Penabanten! Warga Keluhkan Dugaan Pungli Pembuatan KTP dan KK di Anyar Tembus Ratusan Ribu

Jumat, 28 Agustus 2026 - 17:39 WIB

Positif Sabu, Oknum Kades Undar Andir Kragilan Ditangkap Ditresnarkoba Polda Banten di Kramatwatu

Minggu, 16 Agustus 2026 - 14:32 WIB

Songsong Festival Anyer-Panarukan, Camat Anyar Imron Satukan Seni Budaya Silat dan Debus

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:01 WIB

Dikomplain Warga, Mobil Pribadi Nekat Belajar Mengemudi di Sport Center Mini Desa Ranjeng

Kamis, 16 Juli 2026 - 23:50 WIB

Pertahankan Tanah Adat, Keluarga Ahli Waris di Serang Adang Ekskavator Hingga Tercebur Lumpur

Selasa, 14 Juli 2026 - 07:54 WIB

Kepala DPMPTSP Serang Bongkar Fakta: Semua Tempat Hiburan Malam 100 Persen Tak Berizin!

Berita Terabru