Praktik Pungli di PT Win Bright Technology Cikande Mencuat, Warga Desak Tim Gabungan Lakukan Sidak

- Penulis

Sabtu, 11 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penabanten.com, Kab. Serang – Praktik pungutan liar (pungli) di sektor ketenagakerjaan diduga tidak hanya terjadi pada proses rekrutmen awal, melainkan disinyalir sudah merembet ke dalam internal operasional perusahaan.

Polemik tersebut mencuat setelah salah satu karyawan PT Win Bright Technology perusahaan manufaktur komponen sepatu merek Adidas yang berlokasi di Jl. Modern Industri II, Kawasan Industri Modern Cikande, Kabupaten Serang memberanikan diri membongkar adanya dugaan pungli sistematis pasca gajian. Sabtu 11/07/2026.

Narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan demi alasan keamanan kerja tersebut membeberkan bahwa praktik pungutan non-prosedural ini diduga diorganisir oleh oknum internal di bagian Line Sewing Komputer.
Menurut kesaksiannya, oknum kepala line berinisial EN diduga kerap memerintahkan orang kepercayaannya berinisial LA untuk menarik sejumlah uang dari para karyawan setiap kali siklus pembagian upah bulanan (gaji) tiba. Uang tersebut ditarik dengan dalih atau sebutan “Uang PK”.

“Setiap habis gajihan, dia keliling ke tiap karyawan sambil membawa kertas catatan untuk mendata siapa saja yang sudah membayar. Bagi karyawan yang belum bayar, pasti akan terus dicari dan ditagih,” ungkap karyawan tersebut kepada awak media dengan nada cemas.

Lebih lanjut, sumber tersebut mengungkapkan bahwa praktik penarikan uang ilegal ini disinyalir sudah menjadi rahasia umum di lingkungan pabrik, bahkan diduga sempat diketahui oleh pihak manajemen. Aksi pungutan sempat terhenti setelah adanya laporan internal, namun seiring berjalannya waktu, praktik tersebut kini dilaporkan kembali marak terjadi.

Faktor intimidasi dan bayang-bayang pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak menjadi alasan utama mengapa mayoritas buruh memilih bungkam dan terpaksa menuruti pungutan tersebut.

“Kami dan karyawan lainnya sebenarnya sangat keberatan, tapi tidak ada yang berani bersuara atau protes. Sebab, jika ada karyawan terutama yang masih berstatus baru mencoba protes, oknum kepala line tersebut tidak segan-segan langsung melakukan pemecatan,” urainya menambahkan.

Para pekerja merasa sangat dirugikan karena pungutan senilai Rp20 ribu per karyawan tersebut tidak memiliki dasar hukum maupun regulasi perusahaan yang jelas. Jika diakumulasikan dengan jumlah tenaga kerja yang mencapai ratusan di klaster tersebut, total dana pungli yang bergulir disinyalir bernilai sangat besar.

Karyawan berharap Pemerintah Kabupaten Serang melalui Tim Penanganan Pungli Ketenagakerjaan bersama aparat penegak hukum segera turun ke lapangan untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) serta menjatuhkan sanksi hukum tegas kepada para oknum yang terlibat.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi Penabanten.com masih terus berupaya membuka ruang komunikasi dan mencari konfirmasi resmi dari pihak manajemen PT Win Bright Technology. Namun, pihak manajemen perusahaan sejauh ini terpantau masih sangat tertutup untuk memberikan keterangan. (Red)

Berita Terakait

Liput Aksi Ricuh di Pendopo Serang, Wartawan Ekbisbanten Diduga Dikeroyok Oknum Polisi dan Ponsel Dirampas
Hendak Menyeberang ke Toilet, Sopir Truk Ayam Asal Lampung Tewas Tertabrak Kereta Api di Bogeg Serang
Galian Tanah di Kragilan Serang Disidak Mendes, Langsung Ditutup
Pemkab Serang Hadirkan Aku Desa Digital Optimalisasi Pelayanan Dasar Publik
Diduga Oknum wartawan Mita Jatah  Pengelolaan Area Danau Situterate Cikande Transparan, Hasilnya untuk Kas Kegiatan Warga dan Masjid
Tuntut Upah Lembur 15 Tahun dan Gaji Sesuai UMK, Ratusan Buruh PT Fastrata Buana Gelar Aksi Demo
Viral di Medsos Penabanten! Warga Keluhkan Dugaan Pungli Pembuatan KTP dan KK di Anyar Tembus Ratusan Ribu
Positif Sabu, Oknum Kades Undar Andir Kragilan Ditangkap Ditresnarkoba Polda Banten di Kramatwatu

Berita Terakait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:39 WIB

Liput Aksi Ricuh di Pendopo Serang, Wartawan Ekbisbanten Diduga Dikeroyok Oknum Polisi dan Ponsel Dirampas

Kamis, 17 September 2026 - 20:51 WIB

Hendak Menyeberang ke Toilet, Sopir Truk Ayam Asal Lampung Tewas Tertabrak Kereta Api di Bogeg Serang

Sabtu, 12 September 2026 - 20:17 WIB

Galian Tanah di Kragilan Serang Disidak Mendes, Langsung Ditutup

Kamis, 3 September 2026 - 04:38 WIB

Pemkab Serang Hadirkan Aku Desa Digital Optimalisasi Pelayanan Dasar Publik

Kamis, 3 September 2026 - 04:26 WIB

Diduga Oknum wartawan Mita Jatah  Pengelolaan Area Danau Situterate Cikande Transparan, Hasilnya untuk Kas Kegiatan Warga dan Masjid

Kamis, 3 September 2026 - 04:04 WIB

Tuntut Upah Lembur 15 Tahun dan Gaji Sesuai UMK, Ratusan Buruh PT Fastrata Buana Gelar Aksi Demo

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 07:23 WIB

Viral di Medsos Penabanten! Warga Keluhkan Dugaan Pungli Pembuatan KTP dan KK di Anyar Tembus Ratusan Ribu

Jumat, 28 Agustus 2026 - 17:39 WIB

Positif Sabu, Oknum Kades Undar Andir Kragilan Ditangkap Ditresnarkoba Polda Banten di Kramatwatu

Berita Terabru