Penabanten.com, Serang – Komandan Kodim (Dandim) 0602/Serang, Kolonel Arm Oke Kistiyanto, angkat bicara mengenai rumor keterlibatan salah satu oknum prajurit TNI Angkatan Darat (AD) dalam insiden berdarah yang menimpa dua personel Satbrimob Polda Banten.
Peristiwa pengeroyokan dan pembacokan yang diduga melibatkan komplotan penagih utang (debt collector) tersebut terjadi di Kota Serang pada Selasa (02/06/2026) malam.
Kolonel Arm Oke Kistiyanto menegaskan, dugaan keterlibatan anggotanya tersebut tidak boleh disimpulkan secara terburu-buru tanpa dasar hukum yang kuat. Hingga saat ini, perkara tersebut masih dalam proses penyelidikan mendalam oleh pihak berwenang guna melihat duduk perkara secara objektif dan utuh berdasarkan fakta di lapangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Berdasarkan laporan awal yang kami himpun dari berbagai unsur terkait di lokasi kejadian, rangkaian bentrokan ini dipicu oleh masalah penarikan atau penguasaan unit kendaraan secara sepihak yang melibatkan kelompok matel (mata elang) dengan anggota Satbrimob Polda Banten,” jelas Kolonel Arm Oke Kistiyanto dalam keterangan resminya, Jumat (05/06/2026).
Lebih lanjut Dandim menjelaskan, dalam dinamika yang berkembang saat gesekan fisik itu pecah, nama seorang personel Kodim 0602/Serang berinisial Kopda RI kedapatan ikut terseret di dalam manifes pusaran kejadian.
Oleh sebab itu, Oke menekankan bahwa keterlibatan Kopda RI tidak bisa dinilai secara parsial atau terpisah, melainkan harus dikaitkan erat dengan latar belakang, konteks, serta kronologi menyeluruh dari rentetan peristiwa malam itu.
Pihak Kodim 0602/Serang memastikan akan terus berkoordinasi secara kooperatif dengan aparat penegak hukum terkait demi memastikan proses penyelidikan berjalan transparan dan berkeadilan, tanpa ada fakta yang ditutupi.























