RETREAT ASIS 2026: Komitmen Aya Sophia Islamic School Membangun Lingkungan Terbaik bagi Tumbuh Kembang Peserta Didik

- Penulis

Rabu, 8 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penabanten.com, Cisarua, Bogor – Komitmen menghadirkan pendidikan yang berkualitas tidak hanya diwujudkan melalui pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga melalui penguatan kualitas sumber daya manusia yang menjadi penggerak utama sekolah. Atas dasar itulah Aya Sophia Islamic School (ASIS) menyelenggarakan RETREAT ASIS 2026 pada 6–7 Juli 2026 di Cisarua, Bogor, dengan mengusung tema “Better People, Better School.”

Kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi seluruh guru, tenaga kependidikan, dan jajaran manajemen untuk menyatukan visi, memperkuat budaya organisasi, serta membangun semangat kolaborasi dalam menghadirkan layanan pendidikan terbaik bagi setiap peserta didik.

Lebih dari sekadar kegiatan penyegaran organisasi (refreshment), Retreat ASIS 2026 yang berkolaborasi dengan Saka Wira Kartika Kodam Jaya ini dirancang sebagai ruang pembelajaran, refleksi, dan transformasi yang bertujuan menguatkan kapasitas pribadi maupun kelembagaan. Selama dua hari, peserta mengikuti berbagai sesi inspiratif yang memadukan pengembangan kepemimpinan, pembentukan karakter, budaya pelayanan, komunikasi tim, serta internalisasi nilai-nilai inti sekolah.

Salah satu tujuan utama kegiatan ini adalah menguatkan lima wawasan fundamental yang menjadi fondasi pengabdian seluruh insan pendidikan Aya Sophia Islamic School, yaitu wawasan keislaman, wawasan pendidikan, wawasan kenusantaraan, wawasan kebangsaan, dan wawasan kejuangan.

Penguatan wawasan keislaman diarahkan agar seluruh warga sekolah semakin memahami bahwa profesi pendidik merupakan amanah mulia yang harus dijalankan dengan keikhlasan, integritas, dan semangat ibadah. Pendidikan dipandang sebagai jalan dakwah dan investasi peradaban yang akan terus mengalir manfaatnya bagi generasi mendatang.

Sementara itu, wawasan pendidikan diperkuat untuk membangun budaya belajar sepanjang hayat (lifelong learning), mendorong inovasi pembelajaran, meningkatkan profesionalisme pendidik, serta memperkuat komitmen dalam menciptakan pengalaman belajar yang bermakna dan berpusat pada peserta didik.

Melalui wawasan kenusantaraan, peserta diajak untuk semakin mencintai kekayaan budaya Indonesia, menghargai keberagaman sebagai anugerah, serta menanamkan nilai toleransi, gotong royong, dan persatuan sebagai bagian dari karakter bangsa yang harus diwariskan kepada peserta didik.

Selanjutnya, wawasan kebangsaan menjadi pengingat bahwa sekolah memiliki tanggung jawab strategis dalam menyiapkan generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kecintaan kepada tanah air, menjunjung tinggi nilai-nilai kebajikan Pancasila, menghormati konstitusi, serta siap menjaga persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Adapun wawasan kejuangan ditanamkan sebagai spirit untuk membangun mental pantang menyerah, disiplin, tangguh menghadapi perubahan, serta memiliki dedikasi tinggi dalam mengabdi kepada dunia pendidikan. Nilai ini diharapkan menjadi energi moral yang mendorong seluruh insan Aya Sophia Islamic School untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan pelayanan terbaik meskipun menghadapi berbagai tantangan.

Ketua Yayasan Aya Sophia Indonesia, Dr. H. Masduki Asbari, S.T., S.M., M.M., menegaskan bahwa investasi terbesar sebuah sekolah bukan semata-mata pembangunan fisik, melainkan pembangunan kualitas manusianya.

“Sekolah terbaik akan lahir dari orang-orang yang terus bertumbuh. Ketika guru berkembang, tenaga kependidikan berkembang, dan seluruh manajemen memiliki visi yang sama, maka peserta didiklah yang akan menerima manfaat terbesar. Retreat ini merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan lingkungan belajar yang sehat, aman, inspiratif, dan membahagiakan bagi setiap anak. Di saat yang sama, kami ingin memastikan bahwa seluruh keluarga besar Aya Sophia memiliki fondasi yang kokoh dalam lima wawasan utama: keislaman, pendidikan, kenusantaraan, kebangsaan, dan kejuangan. Kelima wawasan inilah yang akan menjadi kompas moral sekaligus arah pengabdian kami dalam mendidik generasi masa depan,” ujarnya.

Menurutnya, pendidikan abad ke-21 menuntut sekolah tidak hanya unggul dalam aspek akademik, tetapi juga mampu membangun budaya organisasi yang sehat dan berkarakter. Budaya tersebut menjadi fondasi lahirnya layanan pendidikan yang profesional, konsisten, serta berorientasi pada kebutuhan peserta didik.

Melalui Retreat ASIS 2026, seluruh warga sekolah kembali meneguhkan tujuh nilai budaya organisasi (SUCCESS Culture) yang menjadi karakter pelayanan di Aya Sophia Islamic School, yaitu Sense of Direction, Understanding, Collaboration, Customer Focus, Excellence, Service, dan Success. Ketujuh nilai tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, melainkan menjadi perilaku nyata dalam setiap aktivitas pendidikan.

Selama kegiatan berlangsung, suasana kebersamaan tampak begitu terasa. Berbagai aktivitas reflektif, diskusi kelompok, simulasi kepemimpinan, permainan kolaboratif, hingga sesi motivasi memperkuat hubungan antarpersonel sekolah. Kebersamaan ini menjadi modal sosial yang penting dalam membangun organisasi pembelajar (learning organization) yang adaptif terhadap perubahan dan terus berkembang.

Manajemen sekolah meyakini bahwa kualitas hubungan antarguru, tenaga kependidikan, dan pimpinan akan sangat memengaruhi kualitas pengalaman belajar peserta didik. Oleh karena itu, membangun tim yang solid merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya meningkatkan mutu pendidikan.

Retreat ini juga menjadi bagian dari strategi transformasi Aya Sophia Islamic School menuju lembaga pendidikan yang semakin profesional, inovatif, dan berdampak. Berbagai program unggulan yang terus dikembangkan menunjukkan kesungguhan sekolah dalam membangun ekosistem pendidikan yang memadukan keunggulan akademik, pembentukan karakter, kepemimpinan, literasi, kepedulian sosial, kewirausahaan, serta kecintaan terhadap lingkungan.

Dengan semangat “Better People, Better School,” Aya Sophia Islamic School menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan selalu berawal dari kualitas manusia yang mengelolanya. Ketika seluruh pendidik dan tenaga kependidikan terus belajar, memperbaiki diri, serta menguatkan lima wawasan utama sebagai fondasi pengabdian, sekolah akan menjadi ruang yang semakin aman, nyaman, inspiratif, dan bermakna bagi setiap peserta didik.

Di tengah perubahan zaman yang semakin cepat, komitmen inilah yang menjadi fondasi Aya Sophia Islamic School dalam membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya menghasilkan siswa berprestasi, tetapi juga melahirkan generasi yang beriman, berilmu, berkarakter, mencintai Indonesia, memiliki semangat juang, serta siap memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan kemanusiaan.

“Karena sekolah terbaik bukanlah yang memiliki gedung paling megah, melainkan sekolah yang setiap hari menghadirkan manusia-manusia terbaik untuk membimbing, menginspirasi, dan mengantarkan setiap anak menuju masa depan yang penuh makna.”

Berita Terakait

Ketua JBB Kasman, Sampaikan Ucapan Happy Wedding untuk Saeful Bahri dan Siti Munasaroh
Situ Cikedal Pandeglang Akan Direvitalisasi, Pemprov Banten Siapkan Anggaran Rp9,7 Miliar
Paseba Sorot Gubernur Banten Soal Tim Seleksi Direksi dan Komisaris BUMD
Pemdes Angsana Gelar Musyawarah Penetapan Manfaat BPJS Ketenagakerjaan TA 2026, Wujud Komitmen Perlindungan Sosial Bagi Masyarakat Desa
Pelaksana Proyek Rp6,1 Miliar Buka Suara, Sebut Sudah Jelaskan Metode Kerja; Kabid PUPR dan Konsultan Pengawas Belum Berikan Klarifikasi
Resepsi Khitanan Ikhsan Al-Hasby di Desa Sukaraja Berlangsung Meriah, Jadi Ajang Silaturahmi dan Ungkapan Syukur
Pembangunan Jalan Paving Block APBDes 2026 di Desa Pasarkemis Jadi Sorotan Publik.
Perlindungan Warisan Masyarakat Adat Kabupaten Buton Diperkuat melalui Pengadministrasian dan Pendaftaran Tanah Ulayat

Berita Terakait

Rabu, 8 Juli 2026 - 08:32 WIB

RETREAT ASIS 2026: Komitmen Aya Sophia Islamic School Membangun Lingkungan Terbaik bagi Tumbuh Kembang Peserta Didik

Selasa, 7 Juli 2026 - 16:27 WIB

Situ Cikedal Pandeglang Akan Direvitalisasi, Pemprov Banten Siapkan Anggaran Rp9,7 Miliar

Senin, 6 Juli 2026 - 14:59 WIB

Paseba Sorot Gubernur Banten Soal Tim Seleksi Direksi dan Komisaris BUMD

Senin, 6 Juli 2026 - 10:52 WIB

Pemdes Angsana Gelar Musyawarah Penetapan Manfaat BPJS Ketenagakerjaan TA 2026, Wujud Komitmen Perlindungan Sosial Bagi Masyarakat Desa

Senin, 6 Juli 2026 - 10:28 WIB

Pelaksana Proyek Rp6,1 Miliar Buka Suara, Sebut Sudah Jelaskan Metode Kerja; Kabid PUPR dan Konsultan Pengawas Belum Berikan Klarifikasi

Minggu, 5 Juli 2026 - 14:37 WIB

Resepsi Khitanan Ikhsan Al-Hasby di Desa Sukaraja Berlangsung Meriah, Jadi Ajang Silaturahmi dan Ungkapan Syukur

Sabtu, 4 Juli 2026 - 16:44 WIB

Pembangunan Jalan Paving Block APBDes 2026 di Desa Pasarkemis Jadi Sorotan Publik.

Jumat, 3 Juli 2026 - 11:03 WIB

Perlindungan Warisan Masyarakat Adat Kabupaten Buton Diperkuat melalui Pengadministrasian dan Pendaftaran Tanah Ulayat

Berita Terabru