Dua Tahun Dalih “Cari Lokasi”, Penanganan Sampah DLH Serang Hanya Janji Kosong

- Penulis

Kamis, 13 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Ilustrasi

Penabanten.com, Kab. Serang – Penanganan darurat sampah di Desa Bolang, Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Serang, yang telah berlangsung lebih dari dua tahun menemui jalan buntu. Pernyataan terbaru Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang yang mengaku “masih mencari lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA)” menuai sorotan tajam. Pasalnya, jawaban klise ini dinilai hanya menunjukkan kegagalan manajerial dan lemahnya kemauan politik, alih-alih ketiadaan lahan.

Pernyataan DLH Kabupaten Serang yang seolah tak pernah berubah selama dua tahun terakhir telah menimbulkan kebingungan publik. Alih-alih memberi solusi konkret, jawaban “masih mencari lokasi” justru dinilai menunjukkan lemahnya sense of crisis (kepekaan terhadap krisis) dan buruknya koordinasi antarinstansi dalam menangani masalah lingkungan yang sudah akut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Warga Desa Bolang, yang paling terdampak, sudah jenuh dengan janji pemerintah. “Kami sudah bosan. Dari dulu katanya mau dibangun TPA baru, tapi nggak pernah terjadi apa-apa. Pemerintah cuma datang ambil foto, habis itu hilang,” ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya, Kamis (13/11/2025).

Selama dua tahun terakhir, warga terpaksa hidup berdampingan dengan bau busuk dan tumpukan sampah. Beberapa warga bahkan terpaksa membakar sampah sendiri karena tidak tahan menunggu tindakan pemerintah, yang ironisnya menciptakan masalah polusi baru.r

Kritik tajam datang dari Ketua Forum Jurnalis Lingkungan (IJL), Nusi. Menurutnya, alasan klasik “mencari lokasi” atau “penolakan warga” tidak bisa lagi dijadikan pembenar atas kelambanan DLH.

​Nusi menyebutkan bahwa sejumlah lahan potensial sebenarnya sudah pernah diusulkan dan ditinjau sejak beberapa tahun lalu. Namun, proyek pengelolaan sampah itu berulang kali mandek tanpa kejelasan alokasi anggaran dan keputusan politik di tingkat kabupaten.

​“Masalahnya bukan tidak ada lahan, tapi tidak ada keberanian ambil keputusan. Semua dilempar ke kabupaten lain, seolah Serang tidak punya wilayah sendiri,” ujar Nusi dengan tegas.

​Ia juga menyoroti sikap DLH yang seolah “cuci tangan”. Beberapa lokasi pembuangan alternatif, lanjutnya, bahkan sudah sempat dibahas bersama Pemkab tetangga, tapi tidak ada langkah tindak lanjut konkret dari pihak DLH Serang sendiri.

​Investigasi menemukan adanya kejanggalan dalam klaim DLH. Jika benar DLH menyalahkan penolakan warga, seharusnya ada keterbukaan data, peta lokasi alternatif, hingga hasil studi kelayakan (Feasibility Study) yang dipublikasikan secara terbuka ke publik. Namun, hal itu tidak pernah dilakukan.

​Selain itu, jika benar DLH telah melakukan koordinasi lintas kabupaten seperti dengan Cilegon, Pandeglang, dan Lebak, seharusnya ada dokumen resmi atau Memorandum of Understanding (MoU) awal yang bisa ditunjukkan sebagai bukti keseriusan. Hingga kini, tidak ada bukti konkret yang disampaikan.

​“Jika dua tahun hanya dihabiskan untuk ‘mencari lokasi’, maka ini bukan lagi soal teknis. Ini soal kegagalan manajerial dan minimnya tanggung jawab,” pungkas Nusi.

​”Warga tidak butuh rencana dua tahun ke depan. Mereka butuh bukti sekarang. Karena kalau sampah saja tidak bisa diurus, bagaimana mau bicara soal pembangunan berkelanjutan?”

Berita Terakait

Dandim 0602/Serang Angkat Bicara: Selidiki Utuh Peran Oknum TNI dalam Kasus Pengeroyokan Anggota Brimob
Resmi Dimulai! Pembangunan Pabrik Air Minum Tirta Ratu Serap Potensi Mata Air Baros
Dugaan Alih Fungsi Tanah Kas Desa Ciagel Disorot, Kepala Desa Belum Berikan Klarifikasi Resmi
Amar Owner PT Arka Putra Didampingi Perumahan Bukit Intan, Rms Adiyaksa, Ucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H Tahun 2026, 5 Domba Dikurbankan
Ketua PABPDSI Banten Angkat Bicara soal ASN Rangkap Jabatan Jadi Anggota BPD
Putra Zigas Gebrak Panggung Tempat Ngopi Serang
Sulit Ditemui untuk Konfirmasi Masalah Sampah dan Miras, Camat Ciruas Terkesan ‘Alergi’ terhadap Wartawan
Ratusan Warga Nambo Ilir Demo PT Tunas Alpin, Tuntut Prioritas Tenaga Kerja Lokal

Berita Terakait

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:20 WIB

Dandim 0602/Serang Angkat Bicara: Selidiki Utuh Peran Oknum TNI dalam Kasus Pengeroyokan Anggota Brimob

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:59 WIB

Resmi Dimulai! Pembangunan Pabrik Air Minum Tirta Ratu Serap Potensi Mata Air Baros

Minggu, 31 Mei 2026 - 16:49 WIB

Dugaan Alih Fungsi Tanah Kas Desa Ciagel Disorot, Kepala Desa Belum Berikan Klarifikasi Resmi

Rabu, 27 Mei 2026 - 12:54 WIB

Amar Owner PT Arka Putra Didampingi Perumahan Bukit Intan, Rms Adiyaksa, Ucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H Tahun 2026, 5 Domba Dikurbankan

Senin, 25 Mei 2026 - 16:08 WIB

Ketua PABPDSI Banten Angkat Bicara soal ASN Rangkap Jabatan Jadi Anggota BPD

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:32 WIB

Putra Zigas Gebrak Panggung Tempat Ngopi Serang

Rabu, 20 Mei 2026 - 11:25 WIB

Sulit Ditemui untuk Konfirmasi Masalah Sampah dan Miras, Camat Ciruas Terkesan ‘Alergi’ terhadap Wartawan

Senin, 11 Mei 2026 - 10:43 WIB

Ratusan Warga Nambo Ilir Demo PT Tunas Alpin, Tuntut Prioritas Tenaga Kerja Lokal

Berita Terabru