Tiga Pimpinan BUMD Jabar Jajaki Kerja Sama Dyengan Krakatau Steel

0
9

Penabanten.com, Serang – Tiga pimpinan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jabar bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berusaha menjajaki kerja sama strategis dengan PT Krakatau Steel Tbk. Hal itu ditandai dengan penandatangan naskah kerja sama yang dibalut tema “Sinergi BUMN-BUMD PT Krakatau Steel & Group Dengan BUMD Jawa Barat” di The Royal Krakatau Hotel, Cilegon, Kamis (15/4/2021). 

Hadir bersama Ridwan Kamil, Direktur Utama Bank Jabar Banten (bank bjb) Yuddy Renaldi; Direktur Utama PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) Salahudin Rafi, dan Direktur PT Tirta Jabar. Sedangkan dari Krakatau Steel, hadir Direktur Utama PT Krakatau Steel Silmy Karim dan Wali Kota Cilegon Helldy Agustian

Salahudin Rafi selaku Direktur BIJB mengatakan, Gubernur Ridwan Kamil membawa BUMD ke PT Krakatau Steel dalam rangka penjajakan sejumlah kerja sama strategis, salah satu yang ditawarkan, yakni bisnis pengelolaan kawasan di Aerocity di BIJB, Kertajati, Majalengka. 

Pak Gubernur juga membagi pengalaman mengelola Jawa Barat sebelum saat menangani pandemi dan pemulihan pascapandemi Covid-19,” kata Rafi.

Dalam kesempatan itu, lanjutnya, Ridwan Kamil juga memaparkan tujuh peluang bisnis di Jabar yang bakal berkembang seiring pandemi Covid-19. 

Ridwan Kamil mencatat tujuh peluang yang dapat dimaksimalkan, agar bertahan dari krisis untuk bangkit dan memajukan kawasan. 

“Ini yang kemudian coba ditekankan kepada BUMD. Tujuh peluang di era AKB (adaptasi kebiasaan baru) yang dapat dimaksimalkan BUMD bersama BUMN menjadi nilai lebih ekonomi demi kesejahteraan raykat,” ujar Rafi.

Rafi pun memaparkan ketujuh peluang tersebut. Pertama, eksodus perusahaan dari Tiongkok ke negara lain yang lebih aman dari Covid-19. Kedua, kebangkitan etos kemandirian atau swasembada kebutuhan dalam negeri. 

“Ketiga, rebound dan adaptasi sektor pariwisata digabungkan dengan pelayanan kesehatan mencontoh Singapura atau Penang,” tuturnya.

Keempat, Automatisasi Revolusi Industri 4.0 di mana dunia usaha harus mampu memanfaatkan digitalisasi layanan dan optimalisasi karyawan. 
Kelima, peluang pengembangan usaha melalui pemanfaatan teknologi informasi. ujar Rafi,

Peluang keenam, yakni bisnis ramah lingkungan dan berkelanjutan, seperti kendaraan listrik, energi terbarukan, atau energi non-fosil seperti sepeda yang sedang menjadi tren gaya hidup sehat seperti sekarang. 

“Peluang ketujuh cara klasik, yakni memaksimalkan potensi pariwisata dan wisatawan lokal di Jawa Barat,” ujar Rafi.

ALi

Tinggalkan Balasan