Diduga Bohongi Publik Pekejaan (JUT) Unggulan Desa Pasirloa Yang Di Anggap 100% Selesai, Aktivis FPR Angkat Bicara

- Penulis

Selasa, 4 Januari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

penabanten.com, Pandeglang – pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) Kelompok Tani Unggulan Desa Pasirloa Kecamatan Sindangresmi kabupaten Pandeglang Banten, tahun anggaran 2021 saat ini dalam kondisi memprihatinkan. Urugan badan jalan atau material batu kali dan scrop yang harusnya mencapai 1000 meter, terlihat tidak tercapai hanya baru terpasang kurang lebih 600 meter, Aktivis Front Pembela Rakyat Kabupaten Pandeglang (FPR) Aan Andrian, kepada wartawan pada Senin 03 Januari 2022 mengatakan, kondisi JUT yang dikerjakan Kelompok Tani Unggulan Desa Pasirloa sampai saat ini Belum bisa di manfaatkan oleh para petani. Pasalnya, urugan badan jalan tersebut hanya dikerjakan dikisaran 600 meter. Dimana seharusnya, menurut Aan, timbunan material tidak sesuai RAB dan hanya dikerjakan baru 50%.
Anggaran yang menelan Rp.190 juta itu, kata Aan, juga tecatat 90 hari kalender kerja namun sampai saat ini sudah lewat tahun anggaran harusnya selesai di tahun 2021 di bulan Desember dan peng SPJ an juga harus selesai.

“Pada pekerjaan itu pihak Kelompok Tani Unggulan diduga telah bohongi publik. lucunya, pekerjaan belum selesai sudah dilakukan pemadatan (stum) Sedangkan hal ini tidak ada gunanya sama sekali,” ungkap Aan.
Dijelaskannya, satu plat deker yang saat ini tidak bermanfaat itu berada di jalur sawah, tanpa disertai urugan badan jalan. “Sangat lucu kondisi jalan yang belum selesai sudah dilakukan pemadatan / penyetuman ini sama sekali tidak ada gunanya,” ujar Aan.
Ia berharap dinas terkait segera menyikapi kondisi tersebut, agar jalan yang sangat dibutuhkan oleh para petani ini, pembangunannya bisa kembali dikerjakan, serta bermanfaat bagi petani.


“Kalau SDKP terkait tidak mau menyikapi, saya meminta penegak hukum untuk turun memeriksa hasil pekerjaan Kelompok Tani Unggulan” ungkap Aan.

Dihubungi terpisah, pihak penanggung jawab pekerjaan Jalan Usaha Tani (JUT) Kelompok Unggulan, H.Arbin, kepada wartawan mengakui kalu pekerjaan tersebut tidak selesai sesuai volume. Menurut H Arbin, terkait hal itu ia telah melakukan koordinasi dengan Korluh (Kordinator Penyuluh) kecamatan Sindangresmi, menurutnya pihak Korluh juga tau kondisi pembangunan JUT Kelompok Tani Unggulan tidak selesai Namun menurutnya itu tidak apa yang penting di selesaikan dan peng SPJ an juga bisa dilakukan di siasati, ungkapnya.

“Saya akui pekerjaanya belum selesai, namun saya akan bertanggung jawab akan menyelesaikanya dan sekarang juga masih ada pekerja yang mengakut bahan material secara di lansir karna kondisi cuaca saat ini musim hujan pengiriman matrial tidak bisa masuk ke titik lokasi” kilahnya.

Ditanya soal penyetuman / pemadatan yang seharusnya dilakukan setelah pekerjaan pemasangan batu kali dan batu scrop 100% selesai baru dilakukan pemadatan pake alat berat (stum), sekentara pekerjaan tersebut belum bisa di pastikan kapan selesainya karna kurangnya bahan matrial dan volume yang masih 500 meter belum dikasih batu belah dan scrop.

Kata H.Arbin itu akan di lakukan penyetuman kembali setelah selesai 100%

(Ron)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berita Terakait

Pihak PT Gradya Murni Utama, Meilina Tourisina Dampingin Kantor Hukum Firdaus Oiwobo, S.H., dan  Partner Sukses Ratakan Lahan Jungjing
DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang Hadir Layanan Kansultan Hukum Gratis Hari Fastival Bukan Bung Karno
Setelah 12 Tahun Menanti, Eksekusi Lahan Milik PT Gardya Murni Utama Berhasil Robohokan Bangunan liar  Berjalan Lancar
Pilih Fokus Sebagai Ketua Fraksi DPRD Provinsi Banten. H. Mohammad Nur Kholis Mundur Sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Tangerang
Gren Opening Lesehan KHAYIRA: Destinasi Kuliner Baru Masakan Sunda Asli di Kabupaten Tangerang
Ketum LSM Geram Bersama 7 LSM  Pimpin Demo Tolak Pemiskinan Rakyat, Puluhan Aktivis Datangi DPRD Tangerang Soroti Kenaikan BBM Tak Wajar
RDP Polemik 126: DPRD Tekankan Pentingnya Izin Resmi demi Menjaga Kepercayaan Investor
Proyek Seragam Dinas Diduga “Dikunci” untuk Vendor Titipan, UMKM Tangerang Protes Keras

Berita Terakait

Selasa, 30 Juni 2026 - 06:32 WIB

Pihak PT Gradya Murni Utama, Meilina Tourisina Dampingin Kantor Hukum Firdaus Oiwobo, S.H., dan  Partner Sukses Ratakan Lahan Jungjing

Minggu, 28 Juni 2026 - 12:12 WIB

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang Hadir Layanan Kansultan Hukum Gratis Hari Fastival Bukan Bung Karno

Jumat, 26 Juni 2026 - 07:13 WIB

Setelah 12 Tahun Menanti, Eksekusi Lahan Milik PT Gardya Murni Utama Berhasil Robohokan Bangunan liar  Berjalan Lancar

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:25 WIB

Pilih Fokus Sebagai Ketua Fraksi DPRD Provinsi Banten. H. Mohammad Nur Kholis Mundur Sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Tangerang

Minggu, 7 Juni 2026 - 19:52 WIB

Gren Opening Lesehan KHAYIRA: Destinasi Kuliner Baru Masakan Sunda Asli di Kabupaten Tangerang

Kamis, 7 Mei 2026 - 16:00 WIB

Ketum LSM Geram Bersama 7 LSM  Pimpin Demo Tolak Pemiskinan Rakyat, Puluhan Aktivis Datangi DPRD Tangerang Soroti Kenaikan BBM Tak Wajar

Rabu, 6 Mei 2026 - 21:10 WIB

RDP Polemik 126: DPRD Tekankan Pentingnya Izin Resmi demi Menjaga Kepercayaan Investor

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:49 WIB

Proyek Seragam Dinas Diduga “Dikunci” untuk Vendor Titipan, UMKM Tangerang Protes Keras

Berita Terabru