Penabanten.com, Kabm serang – Komitmen dalam mendukung dunia pendidikan dan meningkatkan kesejahteraan peserta didik terus ditunjukkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sindanglaya 2 yang berada di Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang. Tidak hanya menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), lembaga tersebut juga menggelar kegiatan sosial dengan membagikan bantuan buku tulis kepada puluhan siswa yatim dan piatu dari sejumlah sekolah dasar di wilayah Pagelaran.
Sebanyak 51 siswa yatim dan piatu menerima bantuan buku tulis yang disalurkan langsung oleh jajaran SPPG Sindanglaya 2. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membantu memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah sekaligus memberikan motivasi kepada para siswa agar tetap semangat dalam menempuh pendidikan meskipun berada dalam keterbatasan.
Pembagian bantuan ini mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah maupun para siswa penerima manfaat. Selain menjadi bentuk kepedulian sosial, kegiatan tersebut juga dinilai mampu memperkuat sinergi antara pelaksana program pemerintah dengan lembaga pendidikan dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
PIC SPPG Sindanglaya 2, Iin Muhlisin, mengatakan bahwa bantuan yang diberikan merupakan hasil pendataan yang dilakukan bersama sejumlah sekolah dasar di wilayah pelayanan SPPG Sindanglaya 2. Dari data tersebut diketahui terdapat 51 siswa yang berstatus yatim dan piatu yang membutuhkan perhatian serta dukungan dalam menunjang aktivitas belajar mereka.
“Berdasarkan data yang kami terima dari beberapa sekolah, terdapat sekitar 51 siswa yang berstatus yatim dan piatu. Mereka kami bantu dengan memberikan buku tulis untuk mendukung kegiatan belajar di sekolah maupun di rumah,” ujar Iin, Jumat (5/6/2026).
Menurutnya, pendidikan merupakan salah satu aspek penting yang harus mendapat perhatian semua pihak. Oleh karena itu, meskipun bantuan yang diberikan tidak dalam jumlah besar, SPPG Sindanglaya 2 berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi para siswa penerima.
Ia menjelaskan bahwa selama ini SPPG Sindanglaya 2 tidak hanya fokus pada pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi peserta didik, tetapi juga berupaya menghadirkan berbagai kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Kami menyadari bahwa masih banyak anak-anak yang membutuhkan perhatian dan dukungan. Bantuan buku tulis ini mungkin nilainya tidak seberapa, tetapi kami berharap dapat membantu meringankan kebutuhan sekolah mereka. Insya Allah kegiatan sosial seperti ini akan terus kami lakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap generasi penerus bangsa,” katanya.
Iin menambahkan bahwa keberhasilan pembangunan sumber daya manusia tidak hanya ditentukan oleh pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga oleh tersedianya sarana pendidikan yang memadai. Karena itu, pihaknya berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam berbagai kegiatan yang berdampak positif bagi peserta didik.
Program bantuan tersebut juga mendapat apresiasi dari pihak sekolah. Perwakilan SD Negeri 2 Montor, Nani Noviani, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan SPPG Sindanglaya 2 kepada para siswa, khususnya mereka yang berstatus yatim dan piatu.
Menurut Nani, di SD Negeri 2 Montor sendiri terdapat 16 siswa yatim dan piatu yang menerima bantuan buku tulis dari SPPG Sindanglaya 2. Bantuan tersebut dinilai sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan belajar siswa.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan kepada siswa-siswi kami. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat dan memberikan dampak positif bagi anak-anak. Semoga kegiatan sosial seperti ini dapat terus berlanjut di masa mendatang,” ujarnya.
Nani menilai kehadiran SPPG Sindanglaya 2 tidak hanya dirasakan melalui Program Makan Bergizi Gratis, tetapi juga melalui berbagai kegiatan edukatif dan sosial yang selama ini aktif dilakukan di lingkungan sekolah.
“Saya melihat SPPG Sindanglaya 2 cukup aktif dalam berbagai kegiatan. Selain menjalankan program MBG, mereka juga sering melakukan sosialisasi terkait gizi dan kesehatan kepada siswa maupun pihak sekolah. Kini mereka kembali menunjukkan kepedulian melalui pembagian buku tulis bagi anak-anak yatim dan piatu,” tuturnya.
Ia berharap sinergi antara sekolah dan SPPG Sindanglaya 2 dapat terus terjalin dengan baik sehingga berbagai program yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan anak dapat berjalan secara berkelanjutan.
Lebih lanjut, Nani menyampaikan bahwa perhatian terhadap siswa yatim dan piatu merupakan langkah positif yang perlu mendapat dukungan dari berbagai pihak. Menurutnya, anak-anak yang kehilangan salah satu atau kedua orang tua membutuhkan perhatian lebih agar tetap memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh pendidikan yang layak.
“Alhamdulillah, selain menerima manfaat dari Program Makan Bergizi Gratis, sejumlah siswa kami juga memperoleh bantuan buku tulis. Kami berharap SPPG Sindanglaya 2 terus mampu menebarkan manfaat dan menjadi inspirasi bagi lembaga lainnya untuk turut peduli terhadap dunia pendidikan,” tambahnya.
Kegiatan pembagian buku tulis tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian sosial dapat diwujudkan melalui langkah sederhana namun memiliki manfaat besar bagi penerimanya. Dukungan terhadap kebutuhan pendidikan anak-anak, terutama mereka yang berada dalam kondisi rentan, diharapkan dapat membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik serta meningkatkan semangat mereka dalam meraih cita-cita.
Melalui program seperti ini, SPPG Sindanglaya 2 menunjukkan bahwa upaya meningkatkan kualitas generasi muda tidak hanya dilakukan melalui pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga melalui perhatian terhadap kebutuhan pendidikan. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing di masa depan.
penulis : Dedi Supandi























