Tangis Guru Desa Pecah di Ruang Wisuda, Akhmad Agus Karnawi Raih Gelar Magister Hukum

- Penulis

Minggu, 24 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penabanten.com,  — Suasana haru menyelimuti prosesi wisuda Pascasarjana Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Di tengah gemuruh tepuk tangan, air mata bahagia tak terbendung dari pasangan suami-istri guru desa saat menyaksikan putra bungsunya, Akhmad Agus Karnawi, S.H., resmi menyandang gelar Magister Hukum.

Momen haru itu terjadi ketika nama Akhmad disebut sebagai wisudawan. Muchrojatul Chusniyah, sang ibu, tak kuasa menahan tangis. Sementara sang ayah, Imam Nawawi, berulang kali menyeka air mata sambil menatap layar besar yang menampilkan putranya berbalut toga.

“Air mata kami tak terasa saat melihat putra kami menaiki podium. Alhamdulillah ya Allah,” ujar Muchrojatul dengan suara bergetar di sela-sela acara, Sabtu (23/5).

Perjuangan di Balik Kesederhanaan

Imam Nawawi dan Muchrojatul Chusniyah adalah sepasang guru desa asal Desa Pamanuk, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, Banten. Hidup dalam kesederhanaan, mereka menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama bagi anak-anaknya.

Di mata warga, pasangan ini dikenal tekun dan bersahaja. Tak sedikit masyarakat ikut bangga melihat anak seorang guru desa mampu menembus pendidikan jenjang magister.

Dari Didikan Keras hingga Panggung Wisuda

Sejak kecil, Akhmad Agus Karnawi tumbuh dalam disiplin ketat namun penuh kasih. Karakter pekerja keras dan rendah hati terus terpatri. Perjalanan meraih gelar Magister Hukum tak selalu mulus—tekanan akademik hingga membagi waktu menjadi tantangan tersendiri. Namun semangat kedua orang tua menjadi alasan utama ia terus bertahan.

“Semoga ilmu yang diperoleh bermanfaat bagi masyarakat dan menjadi jalan pengabdian,” kata Imam Nawawi singkat.

Simbol Kemenangan Sederhana

Kisah Akhmad menjadi inspirasi bagi generasi muda Banten. Keterbatasan bukan alasan berhenti bermimpi. Di balik gelar akademik, ada doa-doa panjang yang dipanjatkan setiap malam dalam kesederhanaan hidup keluarga desa.

Tangis haru pasangan guru desa itu menjadi simbol kemenangan sederhana: tentang cinta orang tua, ketulusan perjuangan, dan keyakinan bahwa ilmu pengetahuan akan selalu menemukan jalannya menuju harapan.

Berita Terakait

Diduga Selewengkan Dana Buku dan Abaikan Hutang, Oknum Kepala SDN Pelamunan Disorot Tajam
SDN Sukalangu 3 Diduga Potong Dana PIP Siswa Sebesar 50 Ribu sampai 120 Ribu persiswa.
Momentum Hardiknas, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang Siap Wujudkan Perubahan Pendidikan yang Lebih Berkualitas
Kritik Sadis Mahasiswa: Pemerintah Banten Gagal Total Garansi Hak Pendidikan.
TKA Digelar di SDN Sukadame 1, Kepala Sekolah Tekankan Kejujuran dan Kesiapan Siswa
Raker BEM KBM Untirta “Kabinet Berdampak”, Tekankan Peran Mahasiswa Jaga Kondusivitas Kamtibmas
Pengurus PGRI Pandeglang Gelar Rapat Koordinasi di Kawasan Wisata Carita
Diduga Pungli Bantuan PIP di SDN 1 Angsana :  Kepsek Itu Buat ongkos

Berita Terakait

Minggu, 24 Mei 2026 - 10:08 WIB

Tangis Guru Desa Pecah di Ruang Wisuda, Akhmad Agus Karnawi Raih Gelar Magister Hukum

Jumat, 15 Mei 2026 - 11:20 WIB

SDN Sukalangu 3 Diduga Potong Dana PIP Siswa Sebesar 50 Ribu sampai 120 Ribu persiswa.

Kamis, 7 Mei 2026 - 14:03 WIB

Momentum Hardiknas, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang Siap Wujudkan Perubahan Pendidikan yang Lebih Berkualitas

Selasa, 5 Mei 2026 - 06:29 WIB

Kritik Sadis Mahasiswa: Pemerintah Banten Gagal Total Garansi Hak Pendidikan.

Selasa, 28 April 2026 - 09:07 WIB

TKA Digelar di SDN Sukadame 1, Kepala Sekolah Tekankan Kejujuran dan Kesiapan Siswa

Senin, 16 Maret 2026 - 14:15 WIB

Raker BEM KBM Untirta “Kabinet Berdampak”, Tekankan Peran Mahasiswa Jaga Kondusivitas Kamtibmas

Kamis, 12 Maret 2026 - 00:06 WIB

Pengurus PGRI Pandeglang Gelar Rapat Koordinasi di Kawasan Wisata Carita

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:37 WIB

Diduga Pungli Bantuan PIP di SDN 1 Angsana :  Kepsek Itu Buat ongkos

Berita Terabru