Susah Komunikasi, Masyarakat Keluhkan Jaringan Internet

- Penulis

Kamis, 22 Agustus 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penabanten.com, Lebak – Luput dari pemberitaan, empat desa di wilayah Kabupaten Lebak, Banten susah jaringan internet atau jaringan komunikasi. Keempat desa itu diantaranya, Desa Lebak Peundeuy, Desa Ciparahu, Desa Citeupuseun Kecamatan Cihara dan Desa Cikaret Kecamatan Cigemblong. Padahal, di era digital seperti sekarang ini jaringan internet (jaringan komunikasi) sudah menjadi bagian kebutuhan dalam kehidupan masyarakat, baik untuk berkomunikasi maupun mengakses informasi.

Saat ini masyarakat yang bertempat tinggal di empat desa tersebut, ketika ingin melakukan komunikasi dengan keluarga, teman, atau rekan kerja maupun mencari informasi terkini harus rela keluar rumah dan itu pun hanya ada di titik-titk tertentu saja, misalnya di dataran yang tinggi. Sementara ketika memasuki dataran rendah secara otomatis handphone milik mereka berada di luar jangkauan.

Keluhan tersebut muncul dari masyarakat Desa Cikaret, Kecamatan Cigemblong. Menurut informasi yang dihimpun awak media, bagi pengguna android jaringan komunikasi atau internet sudah menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi, karena hal itu merupakan tuntutan dari perkembangan jaman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Di sini mah susah sinyal kang, kalau mau ada sinyal harus keluar rumah atau pergi ke tempat tertentu. Misal, ke daerah dataran tinggi,” kata salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, Selasa (19/8/2019).

Sementara negara Indonesia saja sudah menginjak diusia ke-74 tahun, tentu ini bukanlah usia yang muda. Namun, masyarakat masih kesulitan untuk berkomunikasi dan mengakses informasi maupun memberikan informasi seputar perkembangan daerah juga nasional. Sehingga sering kali ketinggalan informasi-informasi yang seyogyanya diketahui oleh khalayak umum.

“Tapi faktanya masyarakat pedesaan masih saja serba keterbatasan dalam segala bidang salah satunya untuk mendapatkan hak informasi. Kami heran, untuk pemenuhan hak-hak warga selama ini masih ketimpangan khususnya bagi warga yang tinggal di desa,” kata Dede Ilyana, warga Desa Lebak Peundeuy juga ketua Ikatan Remaja Aktif (IKRA) Lebak Pari.

Hal yang sama dirasakan warga Desa Citeupuseun, keterbatasan jaringan komunikasi membuat masyarakat buntu dalam mengakses informasi atau berkarya melalui dunia maya. Misalnya, untuk mengenalkan produk lokal seperti hasil home industry dan sebagainya. Apalagi di era teknologi ini hampir sebagian besar serba online.

“Kami meminta kepada pemangku kebijakan, agar memperhatikan warganya terutama yang ada di daerah pelosok desa. Pemerintah pusat sempat menggembar-gemborkan program internet masuk desa, tapi kok heran desa kami masih gelap dari informasi?,” tanya Hilmi Fahmi warga Desa Citeupuseun, juga mahasiswa Universitas Bandar Lampung (UBL).

Begitu juga di Desa Ciparahu, kondisinya masih gelap gulita dari penerangan informasi atau akses jaringan internet. Tak heran, jika banyak warga yang selalu ketinggalan atau kesulitan mendapatkan informasi. Sebetulnya, ini kritikan bagi pemerintah tetapi peluang juga bagi para pengusaha penyedia jasa telekomunikasi.

“Bagi kami, mau itu datangnya dari pemerintah atau pengusaha yang terpenting jaringan komunikasi ada dan bisa memberikan pelayanan dan kenyamanan bagi warga yang menggunakan nantinya,” pungkas Ahmad Daerobi warga Desa Ciparahu. (Red)

Berita Terakait

HUT RI ke-81 di Suvarna Sutera Berlangsung Meriah, PT Putra Aidil Karya Abadi (PAKA) Sampaikan Apresiasi
Buktikan Kualitas Baik, Dedy Apiandi Putra Sopian Hadi Ketua Katar Desa Cisoka Siap Jalankan Tugas Mulia Tugas Paskibraka 2026
HUT ke-3 Lensa Bumi.com: Semakin Kokoh Menjadi Suara Masyarakat yang Terpercaya
Meriahkan Ulang Tahun ke-7, PMC Galatama Lele Ari Samudra Gelar Kompetisi Memancing
Demi Efek Jera, Inuar HumayA Pemerhati Minta Tindak Tegas Setiap Bentuk Anarkisme Demo PEMI AW
Dukung Kualitas Dakwah, 430 Mualim Al-Qur’an di Tangerang Tersertifikasi Secara Nasional
Pemerhati Hukum dan Ketua DPN LSM Minta Polis Usut Blokade Gerbang, Rusak CCTV hingga Lempar Kotoran: Demo di PT Pemi AW Balaraja Dikritik
Pihak PT Gradya Murni Utama, Meilina Tourisina Dampingin Kantor Hukum Firdaus Oiwobo, S.H., dan  Partner Sukses Ratakan Lahan Jungjing

Berita Terakait

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:12 WIB

HUT RI ke-81 di Suvarna Sutera Berlangsung Meriah, PT Putra Aidil Karya Abadi (PAKA) Sampaikan Apresiasi

Minggu, 16 Agustus 2026 - 09:12 WIB

Buktikan Kualitas Baik, Dedy Apiandi Putra Sopian Hadi Ketua Katar Desa Cisoka Siap Jalankan Tugas Mulia Tugas Paskibraka 2026

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 17:40 WIB

HUT ke-3 Lensa Bumi.com: Semakin Kokoh Menjadi Suara Masyarakat yang Terpercaya

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:47 WIB

Meriahkan Ulang Tahun ke-7, PMC Galatama Lele Ari Samudra Gelar Kompetisi Memancing

Senin, 20 Juli 2026 - 17:37 WIB

Demi Efek Jera, Inuar HumayA Pemerhati Minta Tindak Tegas Setiap Bentuk Anarkisme Demo PEMI AW

Minggu, 19 Juli 2026 - 15:00 WIB

Dukung Kualitas Dakwah, 430 Mualim Al-Qur’an di Tangerang Tersertifikasi Secara Nasional

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:35 WIB

Pemerhati Hukum dan Ketua DPN LSM Minta Polis Usut Blokade Gerbang, Rusak CCTV hingga Lempar Kotoran: Demo di PT Pemi AW Balaraja Dikritik

Selasa, 30 Juni 2026 - 06:32 WIB

Pihak PT Gradya Murni Utama, Meilina Tourisina Dampingin Kantor Hukum Firdaus Oiwobo, S.H., dan  Partner Sukses Ratakan Lahan Jungjing

Berita Terabru