Sungai Kali Baru Berbau Tidak Sedap, Warga Kesalkan Industri Buang Limbah Sembarangan

- Penulis

Kamis, 22 Agustus 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penabanten.com, Tangerang – Warga Teluknaga dan Pakuhaji keluhkan aroma bau tidak sedap yang dikeluarkan dari Sungai Kali Baru, yang merupakan anak Sungai Cisadane, aroma bau tidak sedap di sekitar sungai Kali Baru diduga akibat adanya pabrik dibantaran sungai yang membuang limbah sembarangan ke dalam sungai Kali Baru, Rabu (21/8/2019).

Salah satu tokoh masyarakat Kecamatan Teluknaga, Haji Shobri mengatakan, sudah 2 bulan sungai Kali Baru menimbulkan aroma bau busuk, dan warna air sungainya pun berubah menjadi hitam pekat, ia juga mengatakan, aroma bau busuknya sungai meresap ke sumur-sumur warga sekitar.

“Awalnya gak bau, tetapi 2 bulan terakhir ini sangat bau sekali, bahkan sumur-sumur masyarakat disepanjang bantaran kali terasa bau busuk, jadi air sungainya merembes ke sumber air masyarakat, “ ucap Shobri kepada wartawan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Shobri, aroma bau busuk hanya diwilayah Desa Pisangan, Kecamatan Teluknaga, dan Desa Kali Baru, Kecamatan Pakuhaji, dirinya menduga aroma bau busuk tersebut akibat adanya pabrik dibantaran sungai yang membuang limbah B3 ke sungai Kali Baru.

“Entah dari mana limbahnya dibuang, yang jelas wilayah Kota Tangerang tidak bau, jadi baunya diwilayah Kabupaten Tangerang, disana juga ada pabrik atau industrie tekstil, diduga industrie-industrie itu membuang limbahnya ke kali, masuknya udah limbah B3 itu mah soalnya ikan aja sudah tidak ada yang hidup,“ tukasnya.

Ia berharap, pihak Pemerintah Kabupaten Tangerang dan Provinsi Banten bisa menindak tegas yang bisa menimbulkan efek jera kepada pihak pabrik atau industrie yang berada dibantaran sungai Kali baru, agar tidak lagi membuang limbahnya ke dalam sungai.

“Selain merugikan masyarakat, limbah yang dibuang ke sungai juga bisa merusak lingkungan, maka harus ada ketegasan dari Pemerintah Kabupaten Tangerang dan Provinsi Banten,“ harapnya.

Sementara itu, Yanto salah satu warga Kampung Kali Baru RT 02/ RW 04, Desa Kali Baru, Kecamatan Pakuhaji mengatakan, bahwa pabrik atau industrie tekstil yang berada dibantaran sungai sudah beroperasi cukup lama, namun pihak yang berwenang terkesan membiarkan adanya industrie di bantaran sungai.

Menurut Yanto, ketika musim hujan air disungai Kali Baru mengalir, maka aroma bau busuk yang ditimbulkan limbah tidak begitu terasa, namun saat musim kemarau air sungai tidak mengalir maka aroma bau busuknya sangat menyengat.

“Udah lama pabrik tekstil mah ada kali 5 tahun, Cuma kemarin-kemarin kan musim ujan jadi bau limbahnya kedorong, dan disana tidak hanya pabrik tekstil saja, olahan limbah bandara juga ada di sekitar bantaran sungai, tetapi tidak ada penindakan sama sekali,“ ucapnya.

Yanto menegaskan, bahwa masyarakat di sekitaran Sungai Kali Baru sangat terganggu dengan adanya industri-industri yang berada di bantaran sungai, pasalnya selain membuat air sungai bau, limbah yang dibuang sembarangan juga membuat sumber air warga tercemar abunya.

“Kami jelas keberatan, tetapi bingung mau mengadu ke siapa mengenai persoalan limbah ini, pabrik-pabrik disana paling cuma CV, perizinannya juga masih diragukan,“ ucapnya.(Arab)

Berita Terakait

HUT RI ke-81 di Suvarna Sutera Berlangsung Meriah, PT Putra Aidil Karya Abadi (PAKA) Sampaikan Apresiasi
Buktikan Kualitas Baik, Dedy Apiandi Putra Sopian Hadi Ketua Katar Desa Cisoka Siap Jalankan Tugas Mulia Tugas Paskibraka 2026
HUT ke-3 Lensa Bumi.com: Semakin Kokoh Menjadi Suara Masyarakat yang Terpercaya
Meriahkan Ulang Tahun ke-7, PMC Galatama Lele Ari Samudra Gelar Kompetisi Memancing
Demi Efek Jera, Inuar HumayA Pemerhati Minta Tindak Tegas Setiap Bentuk Anarkisme Demo PEMI AW
Dukung Kualitas Dakwah, 430 Mualim Al-Qur’an di Tangerang Tersertifikasi Secara Nasional
Pemerhati Hukum dan Ketua DPN LSM Minta Polis Usut Blokade Gerbang, Rusak CCTV hingga Lempar Kotoran: Demo di PT Pemi AW Balaraja Dikritik
Pihak PT Gradya Murni Utama, Meilina Tourisina Dampingin Kantor Hukum Firdaus Oiwobo, S.H., dan  Partner Sukses Ratakan Lahan Jungjing

Berita Terakait

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:12 WIB

HUT RI ke-81 di Suvarna Sutera Berlangsung Meriah, PT Putra Aidil Karya Abadi (PAKA) Sampaikan Apresiasi

Minggu, 16 Agustus 2026 - 09:12 WIB

Buktikan Kualitas Baik, Dedy Apiandi Putra Sopian Hadi Ketua Katar Desa Cisoka Siap Jalankan Tugas Mulia Tugas Paskibraka 2026

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 17:40 WIB

HUT ke-3 Lensa Bumi.com: Semakin Kokoh Menjadi Suara Masyarakat yang Terpercaya

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:47 WIB

Meriahkan Ulang Tahun ke-7, PMC Galatama Lele Ari Samudra Gelar Kompetisi Memancing

Senin, 20 Juli 2026 - 17:37 WIB

Demi Efek Jera, Inuar HumayA Pemerhati Minta Tindak Tegas Setiap Bentuk Anarkisme Demo PEMI AW

Minggu, 19 Juli 2026 - 15:00 WIB

Dukung Kualitas Dakwah, 430 Mualim Al-Qur’an di Tangerang Tersertifikasi Secara Nasional

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:35 WIB

Pemerhati Hukum dan Ketua DPN LSM Minta Polis Usut Blokade Gerbang, Rusak CCTV hingga Lempar Kotoran: Demo di PT Pemi AW Balaraja Dikritik

Selasa, 30 Juni 2026 - 06:32 WIB

Pihak PT Gradya Murni Utama, Meilina Tourisina Dampingin Kantor Hukum Firdaus Oiwobo, S.H., dan  Partner Sukses Ratakan Lahan Jungjing

Berita Terabru