Proyek Paving Blok di Desa Banyu Asih Mauk Dituding “Asal Jadi”, Lemah Pengawasan KPA dan PPTK Disorot Aktivis

- Penulis

Senin, 27 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penabanten.com, Tangerang – Pemanfaatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026 di Kabupaten Tangerang kembali menuai sorotan tajam publik. Kali ini, proyek kegiatan peningkatan jalan berbasis paving blok di Kampung Pasar Sore RW 002, Desa Banyu Asih, Kecamatan Mauk, dituding dilaksanakan tanpa pengawasan ketat dan diduga menyimpang dari Rencana Anggaran Biaya (RAB), Senin (27/07/2026).

Berdasarkan data foto dan hasil penelusuran investigasi di lapangan pada Senin (27/7), proyek bernilai Rp59.850.000 yang dikerjakan oleh pelaksana CV. ANSORI KONTRUKSI tersebut dinilai rentan menjadi ajang penyimpangan akibat minimnya pengawasan dari instansi terkait.

Secara administratif, tanggung jawab mutlak atas mutu pengerjaan berada di tangan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), serta Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), sementara Camat bertanggung jawab langsung kepada Bupati. Namun di lapangan, pengerjaan proyek justru memicu indikasi ketidaksesuaian dengan standar konstruksi publik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Beberapa poin krusial yang disoroti oleh masyarakat dan aktivis di antaranya:
Diduga kuat terjadi pengurangan volume material di lokasi pengerjaan.
Kualitas dan mutu bahan material paving blok yang digunakan dinilai meragukan.
Pengerjaan fisik diduga tidak sepenuhnya mengacu pada spesifikasi teknis dan RAB yang disepakati.

Sorotan keras meluncur dari Aktivis Kabupaten Tangerang, AJ. Saat dimintai tanggapan, pihaknya menilai kualitas fisik pekerjaan jalan paving blok di Kampung Pasar Sore tersebut sangat memprihatinkan dan berpotensi merugikan keuangan negara serta masyarakat setempat selaku penerima manfaat.

“Kami melihat ada indikasi kuat ketidaksesuaian dalam pelaksanaan proyek ini, baik dari segi kualitas material maupun teknis pengerjaan di lapangan. Pengawasan dari KPA, PPK, dan PPTK harus diperketat. Jangan sampai anggaran APBD yang dikucurkan justru menghasilkan bangunan yang asal-asalan dan cepat rusak,” tegas AJ, Senin (27/7).

Masyarakat Desa Banyu Asih mendesak Pemerintah Kabupaten Tangerang beserta dinas teknis terkait untuk segera turun ke lapangan guna melakukan uji petik dan pemeriksaan fisik.

Hingga berita ini diterbitkan pada Senin (27/07/2026), tim redaksi masih mengupayakan ruang konfirmasi dan klarifikasi resmi dari pihak kontraktor pelaksana CV. ANSORI KONTRUKSI maupun pihak Kecamatan Mauk guna menyajikan pemberitaan yang berimbang. (Ateng/Red)

Berita Terakait

Diduga Tak Sesuai Spek dan Caplok Lahan Warga, Proyek Drainase Pengendali Banjir Rp9,1 Miliar di Unyur Disorot
Polda Banten Respons Keluhan Warga Terkait Proyek Drainase di Desa Kadikaran Ciruas Yang Pengerjaannya Amburadul
Diprotes Warga Karena Dikerjakan Asal-Asalan, Pemborong Proyek Drainase CV Raja Dilfa Baqri Diganjar Teguran Keras oleh Camat Ciruas
Alih-alih Cegah Genangan, Proyek Drainase Rp188 Juta di Ciruas Malah Picu Banjir; Warga Soroti Lemahnya Pengawasan Dinas Perkim
Peduli Infrastruktur Desa, PT SBJ Bangun Jalan Beton untuk Masyarakat
Proyek Revitalisasi SMPN 01 Sukaresmi Diduga Menyimpang dari Standar Teknis
Proyek Rekonstruksi Jalan Ranjeng BCP 1 Ciruas Disorot: Paving Block Diduga Tak Dibongkar dan K3 Dipertanyakan
Masyarakat Kp Bojongloa Cisoka Lelah Liat Pengukuran, Jalan Tetap Tak Ada Perbaikan, Bupati Tangerang Minta Tinjau

Berita Terakait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:08 WIB

Diduga Tak Sesuai Spek dan Caplok Lahan Warga, Proyek Drainase Pengendali Banjir Rp9,1 Miliar di Unyur Disorot

Rabu, 28 Oktober 2026 - 01:40 WIB

Polda Banten Respons Keluhan Warga Terkait Proyek Drainase di Desa Kadikaran Ciruas Yang Pengerjaannya Amburadul

Rabu, 28 Oktober 2026 - 01:35 WIB

Diprotes Warga Karena Dikerjakan Asal-Asalan, Pemborong Proyek Drainase CV Raja Dilfa Baqri Diganjar Teguran Keras oleh Camat Ciruas

Senin, 26 Oktober 2026 - 23:53 WIB

Alih-alih Cegah Genangan, Proyek Drainase Rp188 Juta di Ciruas Malah Picu Banjir; Warga Soroti Lemahnya Pengawasan Dinas Perkim

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:58 WIB

Peduli Infrastruktur Desa, PT SBJ Bangun Jalan Beton untuk Masyarakat

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:42 WIB

Proyek Revitalisasi SMPN 01 Sukaresmi Diduga Menyimpang dari Standar Teknis

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:42 WIB

Proyek Rekonstruksi Jalan Ranjeng BCP 1 Ciruas Disorot: Paving Block Diduga Tak Dibongkar dan K3 Dipertanyakan

Selasa, 8 September 2026 - 19:05 WIB

Masyarakat Kp Bojongloa Cisoka Lelah Liat Pengukuran, Jalan Tetap Tak Ada Perbaikan, Bupati Tangerang Minta Tinjau

Berita Terabru

Sultan Banten

“ANDAI AKU BISA” IKRAR SULTAN PEMBANGUN NEGERI BANTEN

Minggu, 1 Nov 2026 - 01:09 WIB

Kab. Tangerang

Soni Rahmat Sonjaya Resmi Jabat Lurah Bunder Cikupa, Gantikan Ine

Jumat, 30 Okt 2026 - 17:18 WIB