Penabanten.com, Pandeglang – Kepedulian mendalam dan harapan agar lima jurnalis serta tiga awak kapal yang hilang kontak di kawasan perairan Gunung Anak Krakatau segera ditemukan terus mengalir dari berbagai elemen. Warga pesisir Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, menggelar prosesi larung kepala kerbau ke laut lepas Selat Sunda sebagai bentuk ikhtiar spiritual dan doa bersama, Senin (14/09/2026).
Kegiatan yang sarat makna kearifan lokal bahari ini dipusatkan di tepi pantai Carita sebelum sesaji diangkut menggunakan perahu nelayan menuju ke tengah laut lepas.
Prosesi tersebut berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh tokoh adat, alim ulama, sesepuh nelayan, serta masyarakat pesisir yang bersatu memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa memohon keselamatan bagi seluruh korban.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagai masyarakat bahari yang sangat memahami karakteristik arus bawah laut dan keganasan ombak Selat Sunda, warga setempat memandang ikhtiar spiritual ini sebagai pelengkap ikhtiar fisik yang tengah diupayakan oleh tim pencari.
”Ini adalah bentuk kearifan lokal sekaligus empati kemanusiaan dari kami warga pesisir. Kami memohon kepada Sang Pencipta agar seluruh korban diberikan keselamatan dan perlindungan, serta tim penyelamat diberi kemudahan dalam melakukan penyisiran,” tutur salah seorang tokoh warga di sela prosesi.
Warga pesisir Carita juga menaruh harapan besar agar operasi pencarian yang dilakukan oleh Tim SAR gabungan dari Ditpolairud Polda Banten, Basarnas, TNI AL, serta relawan jurnalis PWI Banten diberikan kelancaran dan petunjuk di lautan lepas.
Di samping menggelar doa dan tradisi bahari, komunitas nelayan di pesisir barat Pandeglang ini menyatakan komitmen untuk terus memantau garis pantai serta siap berkoordinasi cepat dengan aparat keamanan jika mendapati petunjuk, serpihan kapal, maupun tanda keberadaan para korban. (Red)


















