Proyek Jalan Cisoka–Cangkudu Dikeluhkan Warga: Perbaikan Dinilai Percuma Jika Drainase Diabaikan

- Penulis

Rabu, 26 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penabanten.com, Tangerang – Warga dan pengguna jalan kembali mengeluhkan proyek perbaikan Jalan Raya Cisoka–Cangkudu, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (26/8/2026). Proyek berkala di bawah naungan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang tersebut dinilai kurang tepat sasaran karena fokus pada perbaikan aspal tanpa membenahi sistem drainase di sekitarnya.

​Pengerjaan jalan yang memberlakukan sistem buka-tutup akibat pembongkaran salah satu lajur memicu kemacetan panjang, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari saat mobilitas pekerja dan pelajar meningkat.

​Engkus, salah seorang pemilik usaha di kawasan Banoga, Cisoka, menuturkan bahwa jalan tersebut hampir setiap tahun diperbaiki, namun cepat rusak kembali akibat luapan air saat musim hujan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​”Setiap tahun jalan ini diperbaiki, tapi saluran air (got) sudah lama dibiarkan rusak. Percuma jalan diperbaiki kalau drainasenya mampet, air tetap meluap ke badan jalan dan bikin cepat rusak lagi. Harusnya saluran airnya dulu yang dibereskan,” ujar Engkus kepada awak media.

​Selain itu, Engkus menyayangkan minimnya sosialisasi dari pihak kontraktor pelaksana proyek. Aktivitas pembongkaran tepat di depan tempat usahanya membuat akses pelanggan tertutup hingga menurunkan omzet secara drastis.

​”Usaha saya lumpuh dan penjualan turun tajam sejak jalan dibongkar. Pihak pemborong sama sekali tidak ada sosialisasi ke warga atau pemilik usaha sekitar, tahu-tahu jalan sudah dibongkar,” lanjutnya.

​Keluhan serupa diutarakan Abenk, warga Kampung Cilaban. Ia menyoroti lemahnya manajemen lalu lintas dan keselamatan dari pihak kontraktor, sehingga warga sekitar terpaksa turun tangan secara sukarela untuk mengatur kendaraan.

​”Kalau saluran air tidak dibenahi, ujung-ujungnya jalan ini rusak lagi karena tergenang. Pihak kontraktor juga tidak menyiapkan petugas pengatur lalu lintas. Selama ini warga yang sukarela membantu mengurai macet agar pekerja dan anak sekolah tidak terlambat,” kata Abenk.

​Abenk juga menambahkan kekhawatirannya terhadap keselamatan warga dan pengguna jalan pada malam hari, mengingat lokasi proyek minim penerangan dan rambu pembatas yang memadai. Warga berharap DBMSDA Kabupaten Tangerang dan pihak rekanan dapat mengevaluasi prioritas perbaikan serta memperhatikan dampak sosial-ekonomi selama pengerjaan berlangsung.

Berita Terakait

Aliansi Peduli Banten Soroti Proyek Jalan Cangkudu–Cisoka: Dorong Uji Teknis dan Keterbukaan Dokumen
Proyek Paving Blok di Desa Banyu Asih Mauk Dituding “Asal Jadi”, Lemah Pengawasan KPA dan PPTK Disorot Aktivis
Proyek Pembangunan Jalan Beton di Sindang Sari Diduga Tak Sesuai RAB, Warga Kecewa
Pembangunan Jalan Baru di Kampung Keong Bojongmanik DD Tahap II: Upaya Meningkatkan Aksesibilitas dan Ekonomi Desa
Praktik ‘Bagi-Bagi Proyek’ di Banten Diduga Libatkan Oknum Pejabat dan DPRD
Diduga Sarat Penyimpangan, Proyek P3-TGAI di Desa Jati Waringin Disorot Publik
Proyek Renovasi RSUD Kota Serang Senilai Rp5,3 Miliar Tuai Sorotan, Masyarakat Tuntut Transparansi
Baru Selesai Dikerjakan, Jalan di Taktakan Sudah Retak-Retak, Ada Apa?

Berita Terakait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 14:14 WIB

Aliansi Peduli Banten Soroti Proyek Jalan Cangkudu–Cisoka: Dorong Uji Teknis dan Keterbukaan Dokumen

Rabu, 26 Agustus 2026 - 14:06 WIB

Proyek Jalan Cisoka–Cangkudu Dikeluhkan Warga: Perbaikan Dinilai Percuma Jika Drainase Diabaikan

Senin, 27 Juli 2026 - 22:10 WIB

Proyek Paving Blok di Desa Banyu Asih Mauk Dituding “Asal Jadi”, Lemah Pengawasan KPA dan PPTK Disorot Aktivis

Selasa, 21 Oktober 2025 - 22:48 WIB

Proyek Pembangunan Jalan Beton di Sindang Sari Diduga Tak Sesuai RAB, Warga Kecewa

Rabu, 1 Oktober 2025 - 14:54 WIB

Pembangunan Jalan Baru di Kampung Keong Bojongmanik DD Tahap II: Upaya Meningkatkan Aksesibilitas dan Ekonomi Desa

Selasa, 16 September 2025 - 07:49 WIB

Praktik ‘Bagi-Bagi Proyek’ di Banten Diduga Libatkan Oknum Pejabat dan DPRD

Sabtu, 13 September 2025 - 10:00 WIB

Diduga Sarat Penyimpangan, Proyek P3-TGAI di Desa Jati Waringin Disorot Publik

Jumat, 12 September 2025 - 23:53 WIB

Proyek Renovasi RSUD Kota Serang Senilai Rp5,3 Miliar Tuai Sorotan, Masyarakat Tuntut Transparansi

Berita Terabru

Gadgets

Selembar Sertipikat Menjaga Amanah Tanah Wakaf

Selasa, 25 Agu 2026 - 17:56 WIB