PRC Tradisi Masyarakat Cibaliung, Dalam Peringati HUT RI

0
896

Penabanten.com, Pandeglang – Dalam memperingati hari kemerdekaan indonesia banyak hal yang biasa dilakukan masyarakat di seluruh penjuru tanah air. Perayaan kemerdekaan adalah moment yang sakral bagi seluruh rakyat indonesia, tanggal 17 agustus menjadi tanda kebebasan negara indonesia dari penjajahan belanda dan jepang 74 tahun silam.

Dengan disuarakannya proklamasi oleh bapak proklamator Ir. Soekarno ke seluruh masyarakat indonesia, negara yang memiliki banyak suku dan budaya ini secara resmi menjadi negara yang merdeka.

Seperti yang dilakukan masyarakat cibaliung, pandeglang, Banten. setiap tahun warga cibaliung selalu menyambut tujuh belasan dengan meriah, bahkan seperti sudah menjadi tradisi yang turun temurun. Kemeriahan ini bertajuk PRC (Pesta Rakyat Cibaliung) atau “Agustusan” begitu warga cibaliung menyebutnya.

Sebelum tanggal 17 agustus warga cibaliung dan sekitarnya berbondong-bondong menghadiri acara demi acara yang diselenggarakan pihak PHBN (Panitia Hari Besar Nasional). Acara ini dimulai dari siang hingga tengah malam setiap harinya, dari siang sampai sore masyarakat disuguhkan dengan pertandingan open turnamen sepak bola dan bola voli, dan malamnya dilanjutkan dengan hiburan tari seni, qasidah, parade band dan hiburan lainnya yang bertempat di alun-alun sukajadi, cibaliung.

Turut hadir juga penyanyi Krisyanto ‘jambrud’ di PRC kali ini, sebagai sosok yang masa kecil hingga remajanya tinggal di cibaliung krisyanto sangat senang bisa ikut memeriahkan acaran ini.
“Saya sangat senang bisa hadir disini, bertemu kawan lama dan melihat kembali tempat dulu saya begadang dan bermain” kenangnya.

“Sekarang disini banyak kemajuan dan perbedaan, tapi rasa cinta saya kepada cibaliung tetap sama” tutupnya, dan diiringi tepuk tangan penonton.

Acara ini semakin meriah dengan adanya pasar malam dan aneka permainan, dan menjadi ajang belanja murah bagi warga yang berkunjung. Warga mengatakan bahwa harga kebutuhan yang dijual disini relatif lebih murah dari hari biasanya.

“Saya hampir setiap malam kesini sekedar mencari hiburan dan sesekali belanja kebutuhan rumah, disini harganya beda dengan hari biasa, lebih murah”, Ujar bapak ujang warga sekitar alun-alun.
Pak ujang mengaku sangat terhibur dengan acara tahunan ini, “saya terhibur dengan acara ini, ya semoga tahun-tahun yang akan datang lebih meriah lagi”, akunya.

Acara ini juga turut serta menaikan ekonomi masyarakat sekitar dengan disediakannya lapak disepanjang jalan alun-alun bagi masyarakat yang ingin berjualan.Pada acara puncak atau tepatnya tanggal 17 agustus nanti acara ini akan ditutup dengan upacara bendera dan pagelaran wayang golek pada malam harinya.

Asep Kelonx

Tinggalkan Balasan