Maraknya Penjualan Obat Terlarang jenis Tramadol & eximer Diwilayah Hukum Sukaresmi Pandeglang

Kamis, 2 Maret 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

penabanten.com, Pandeglang – Maraknya penjualan bebas obat-obatan terlarang golongan G jenis Tramadol dan eximer membuat gerah masyarakat karna penjualan obat terlarang tersebut banyak anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah membeli dan mengkonsumsi obat terlarang tersebut Kamis 02/02/2023.

Penjual obat terlarang yang berkedok warung sembako diduga kuat menjual ke anak-anak yang masih sekolah mulai dari duduk di sekolah SMP sampai SMA hal ini sangat merugikan hidup dan masa depan anak karna mengkonsumsi obat terlarang tersebut bisa mengakibatkan patal.

Analgesik opiat yang merupakan salah satu obat pereda nyeri yang kuat yang di gunakan untuk menangani rasa sakit tingkat sedang hingga berat.Tramadol bekerja secara sentral dengan mengikat reseptor pusat nyeri di sistem syaraf sehingga rasa nyeri, rangsangan nyeri dan respon terhadap nyeri menghilang. Epek samping yang di timbulkan oleh obat Tramadol tersebut pusing dan limbung, lelah dan mengantuk, mual dan muntah, konstipasi, mulut kering dan perut kembung gelisah gemetaran, pandangan kabur, denyut jantung yang cepat, bahkan meninggalkan kematian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara tokoh masyarakat dan organisasi masyarakat khususnya di wilayah hukum kecamatan Sukaresmi Pandeglang Banten segera menindak tegas para oknum yang merau ke untungan dari hasil penjualan obat-obatan terlarang segera di tindak tegas karna sangat membahayakan terutama anak-anak muda.

(red)

Berita Terkait

Prof. Francisca Sestri Menjadi Dewan Penasihat Koperasi LPER (Digital)
Beri Arahan di Rapim Polri, Kapolri Tegaskan Dukung-Kawal Penuh Program Pemerintah
Dari Cikeusal untuk Indonesia, TMMD Ke-127 Hadirkan Negara dan Mengubah Kehidupan Warga Desa
Supplier Buka Suara: Harga Daging di Pasar Ciruas Tidak Sampai Rp. 145.000/kg
Pers, Aktivisme, dan Tanggung Jawab Etis di Tengah Zaman yang Berisik
PT CMMI Diduga Jual Limbah B3 Slag Secara Ilegal; Kadin Bantah Terlibat Pengurugan Proyek
Jalan Berlubang di Jalan Cikande – Rangkasbitung Diduga Menelan Korban Jiwa, Aktivis Banten Desak APH Mengusut Tuntas
Lesman Bangun: Bantuan Wagub Dimyati Jadi Pemantik Semangat Pembangunan Museum Media Siber Indonesia

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 17:10 WIB

Prof. Francisca Sestri Menjadi Dewan Penasihat Koperasi LPER (Digital)

Selasa, 10 Februari 2026 - 17:06 WIB

Beri Arahan di Rapim Polri, Kapolri Tegaskan Dukung-Kawal Penuh Program Pemerintah

Selasa, 10 Februari 2026 - 17:02 WIB

Dari Cikeusal untuk Indonesia, TMMD Ke-127 Hadirkan Negara dan Mengubah Kehidupan Warga Desa

Selasa, 10 Februari 2026 - 16:13 WIB

Supplier Buka Suara: Harga Daging di Pasar Ciruas Tidak Sampai Rp. 145.000/kg

Selasa, 10 Februari 2026 - 11:42 WIB

PT CMMI Diduga Jual Limbah B3 Slag Secara Ilegal; Kadin Bantah Terlibat Pengurugan Proyek

Senin, 9 Februari 2026 - 16:36 WIB

Jalan Berlubang di Jalan Cikande – Rangkasbitung Diduga Menelan Korban Jiwa, Aktivis Banten Desak APH Mengusut Tuntas

Senin, 9 Februari 2026 - 02:55 WIB

Lesman Bangun: Bantuan Wagub Dimyati Jadi Pemantik Semangat Pembangunan Museum Media Siber Indonesia

Minggu, 8 Februari 2026 - 10:29 WIB

Puncak HPN 2026 di Banten Banjir Hadiah, Empat Warga Serang Berangkat Umrah Gratis

Berita Terbaru

Persatuan Wartawan Indonesia PWI

Sinergi Krakatau Steel dan PWI Cilegon Dorong Literasi Media Mahasiswa sebagai Investasi SDM Unggul

Selasa, 10 Feb 2026 - 21:14 WIB