Bupati Zaki: PMK Bisa Kita Sembuhkan Tapi Penularannya Sangat Cepat

- Penulis

Minggu, 5 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penabanten.comTangerang – Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar meminta jajarannya terutama para camat agar mengidentifikasi semua lapak atau penampungan hewan ternak kurban untuk penanganan dan pencegahan penyakit mulut dan kuku (PMK) secara cepat. Menurut Bupati Zaki, PMK harus dicegah dan dapat disembuhkan.

Karena itu, dia meminta aparat pemerintahan segera melaporkan apabila ditemukan indikasi PMK kepada dinas terkait sekaligus juga menginvestigasi pengiriman ternak dari daerah luar.

“Jadi sebetulnya PMK ini bisa disembuhkan dan mortality yang sangat kecil. Cuma faktor penularan yang sangat cepat dan ini yang perlu kita waspada,” kata Bupati Zaki saat memantau salah satu tempat penggemukan sapi di Desa Ranca Iyuh Panongan, Kamis (2/6/22).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal tersebut dilakukan dalam rangka mengantisipasi penyebaran PMK pada hewan ternak di Kabupaten Tangerang menjelang Idul Adha. Dia mengatakan, untuk saat ini sudah ada 5 ekor ternak positif PMK. Karena penanganan yang cepat dan tepat dalam proses pengobatan, kelima ternak tersebut berangsur-angsur membaik.

“Hari ini kami melakukan kunjungan ke penggemukan sapi masyarakat dalam rangka persiapan menjelang Idul Adha”, ungkap Bupati Zaki.

Bupati juga mengatakan saat ini total yang sudah diidentifikasi suspect PMK atau penyakit mulut dan kuku ada 35 ekor dan didominasi oleh sapi. Menurut Bupati, sapi-sapi tersebut berasal dari luar daerah Tangerang seperti dari Wonogiri JawaTengah dan Jawa Barat.

“Kita mengimbau kepada seluruh tempat penggemukan sapi dan penampungan hewan ternak untuk hewan kurban, segera melaporkan apabila mereka akan menerima kiriman atau pasokan-pasokan sapi dari luar Tangerang. Apalagi yang sudah ada suspect penyakit PMK-nya,” katanya.

Menurut Bupati Zaki, pelaporannya harus cepat agar segera bisa ditangani dan ditindaklanjuti sampai dengan proses pemulihan. Bupati berharap mudah-mudahan dengan pemantauan yang ketat oleh tim pemeriksa yang telah dipersiapkan dan dibantu oleh Persatuan Dokter Hewan, penyakit PMK di Kabupaten Tangerang bisa dikendalikan.

“Untuk penanganan, saat ini semua titik dilakukan penyemprotan disinfektan di semua lapak. Dan timnya ini satu tempat satu tim, tidak boleh bergantian ataupun pindah,” jelasnya.

Sementara itu Asep Jatnika selaku Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang mengatakan pihaknya telah melaksanakan pemantauan dan monitoring di 29 kecamatan dan 230 desa lebih, sisanya akan terus kita kejar pendataannya di seluruh desa.

“Jadi total ternak sampai per tanggal 31 Mei 2022, ada 42 Ribu lebih ekor hewan ternak dan itu berasal dari 5100 lebih petani atau peternak. Jadi kita masih ada sisa dikit lagi yang belum dilakukan inventarisir,” ungkap Asep.

Lanjutnya, hasil dari inventaris tersebut didapati sapi-sapi yang ada di peternak warga tersebut kondisi dalam keadaan sehat dan yang terindikasi PMK itu adalah yang berasal dari luar wilayah Kab. Tangerang.

“Kami juga sudah melakukan koordinasi lintas sektoral seperti dengan polisi, TNI, dan Dishub. Kita akan membentuk satgas penanggulangan atau pengendalian dan pencegahan dari PMK,” kata Asep.

Asep juga mengungkapkan ada sekitar 100 dokter hewan, terdiri dari 90 dokter hewan dari Persatuan Dokter Hewan Indonesia dan 10 dokter hewan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang yang membantu melakukan pemantauan dan pengecekan hewan ternak.

Rilis Kominfo / Riska

Berita Terakait

Ketum LSM Geram Bersama 7 LSM  Pimpin Demo Tolak Pemiskinan Rakyat, Puluhan Aktivis Datangi DPRD Tangerang Soroti Kenaikan BBM Tak Wajar
RDP Polemik 126: DPRD Tekankan Pentingnya Izin Resmi demi Menjaga Kepercayaan Investor
Proyek Seragam Dinas Diduga “Dikunci” untuk Vendor Titipan, UMKM Tangerang Protes Keras
Bekerja Berdasarkan Kontrak Bukan Opini”, CV Fadlan Konstruksi Tegaskan Kualitas Pekerjaan Jalan Bencongan Terjamin
Pertanyakan Legalitas JDEYO Billiard & Cafe, Langkah Kontrol Sosial LSM Pelopor Terganjal Sikap Tertutup Pengelola
Polresta Tangerang Ungkap Kasus Kematian Pelajar di Muara Kaliadem, 14 Orang Diamankan
H. Retno Juarno SH : Jika Tak Mampu Tangani Sampah, Mending Ganti Kepala UPTD Wilayah 1, Kabupaten Tangerang Tak Kekurangan Orang
Panas! Yayasan Cahaya Kasih Bumi Nusantara Indonesia Tuding Wartawan Sepihak: GOWIL Siap Bongkar Fakta Anggaran MBG Gunung batu

Berita Terakait

Kamis, 7 Mei 2026 - 16:00 WIB

Ketum LSM Geram Bersama 7 LSM  Pimpin Demo Tolak Pemiskinan Rakyat, Puluhan Aktivis Datangi DPRD Tangerang Soroti Kenaikan BBM Tak Wajar

Rabu, 6 Mei 2026 - 21:10 WIB

RDP Polemik 126: DPRD Tekankan Pentingnya Izin Resmi demi Menjaga Kepercayaan Investor

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:49 WIB

Proyek Seragam Dinas Diduga “Dikunci” untuk Vendor Titipan, UMKM Tangerang Protes Keras

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:37 WIB

Bekerja Berdasarkan Kontrak Bukan Opini”, CV Fadlan Konstruksi Tegaskan Kualitas Pekerjaan Jalan Bencongan Terjamin

Minggu, 19 April 2026 - 09:28 WIB

Pertanyakan Legalitas JDEYO Billiard & Cafe, Langkah Kontrol Sosial LSM Pelopor Terganjal Sikap Tertutup Pengelola

Jumat, 17 April 2026 - 18:21 WIB

Polresta Tangerang Ungkap Kasus Kematian Pelajar di Muara Kaliadem, 14 Orang Diamankan

Senin, 6 April 2026 - 13:54 WIB

H. Retno Juarno SH : Jika Tak Mampu Tangani Sampah, Mending Ganti Kepala UPTD Wilayah 1, Kabupaten Tangerang Tak Kekurangan Orang

Sabtu, 28 Februari 2026 - 07:56 WIB

Panas! Yayasan Cahaya Kasih Bumi Nusantara Indonesia Tuding Wartawan Sepihak: GOWIL Siap Bongkar Fakta Anggaran MBG Gunung batu

Berita Terabru