Warga Kecamatan Pagelaran Keluhkan Pelayanan PLN UPJ Labuan

- Penulis

Rabu, 14 Agustus 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penabanten.com, Pandeglang – Sejumlah warga masyarakat di Kecamatan Pagelaran, mengeluhkan pelayanan PLN UPJ Labuan. Karena, tanpa pemberitahuan, sering sekali PLN UPJ Labuan melakukan pemadaman (Blackout).

“Di Pagelaran, mati listrik bisa tiga kali dalam sehari, bahkan bisa lebih. Dulu, kalau ada pemadaman, PLN selalu memberikan pemberitahuan sehari sebelumnya, tapi sekarang seenak perutnya saja memadamkan listrik,” ungkap sejumlah warga di Kampung Sumurwaru Desa Pagelaran, Rabu, (14/08/19).

Lebih lanjut warga mengatakan, pemadaman sepihak itu, sudah barang tentu merugikan masyarakat. Terlebih, mereka yang memiliki usaha yang berkaitan dengan listrik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Banyak masyarakat yang memiliki usaha yang berkaitan dengan listrik. Seperti, pengusaha air isi ulang, pengusaha jasa fhoto copy, dan masih banyak lagi. Mereka sudah tentu merugi, karena adanya pemadaman listrik,” kata mereka.

Baca Juga : Mahasiswa UNBAJA Sosialisasikan Manfaat Kulit Melinjo Untuk Bahan Bakar

Sementara itu, warga Kampung Timur Desa Pagelaran, mengeluhkan hal yang sama. Menurut mereka, seringnya pemadaman, sangat mengganggu aktifitas rumah tangga. Selain itu, alat elektronik pun sering rusak.

“Akibat karena sering mati hidup, alat elektronik tidak awet sering rusak. Terlebih kalau sudah mati menyala kembali hitungan detik, mati lagi. Intinya, pelayanan PLN di Kecamatan Pagelaran sangat buruk,” ungkap sejumlah ibu rumah tangga.

Pantauan di lokasi, pada saat berita ini diturunkan, Rabu, (14/08/19) pukul 17.45 di sejumlah Desa di Kecamatan Pagelaran mengalami pemadaman, tanpa pemberitahuan sebelumnya. Menurut sejumlah warga, sudah Dua jam lebih terjadi pemadaman. Namun sayang, pihak PLN UPJ Labuan, ketika dikonfirmasi melalui telphone selularnya, tidak ada jawaban. (Risman).

Berita Terakait

Pihak PT Gradya Murni Utama, Meilina Tourisina Dampingin Kantor Hukum Firdaus Oiwobo, S.H., dan  Partner Sukses Ratakan Lahan Jungjing
DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang Hadir Layanan Kansultan Hukum Gratis Hari Fastival Bukan Bung Karno
Setelah 12 Tahun Menanti, Eksekusi Lahan Milik PT Gardya Murni Utama Berhasil Robohokan Bangunan liar  Berjalan Lancar
Pilih Fokus Sebagai Ketua Fraksi DPRD Provinsi Banten. H. Mohammad Nur Kholis Mundur Sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Tangerang
Gren Opening Lesehan KHAYIRA: Destinasi Kuliner Baru Masakan Sunda Asli di Kabupaten Tangerang
Ketum LSM Geram Bersama 7 LSM  Pimpin Demo Tolak Pemiskinan Rakyat, Puluhan Aktivis Datangi DPRD Tangerang Soroti Kenaikan BBM Tak Wajar
RDP Polemik 126: DPRD Tekankan Pentingnya Izin Resmi demi Menjaga Kepercayaan Investor
Proyek Seragam Dinas Diduga “Dikunci” untuk Vendor Titipan, UMKM Tangerang Protes Keras

Berita Terakait

Selasa, 30 Juni 2026 - 06:32 WIB

Pihak PT Gradya Murni Utama, Meilina Tourisina Dampingin Kantor Hukum Firdaus Oiwobo, S.H., dan  Partner Sukses Ratakan Lahan Jungjing

Minggu, 28 Juni 2026 - 12:12 WIB

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang Hadir Layanan Kansultan Hukum Gratis Hari Fastival Bukan Bung Karno

Jumat, 26 Juni 2026 - 07:13 WIB

Setelah 12 Tahun Menanti, Eksekusi Lahan Milik PT Gardya Murni Utama Berhasil Robohokan Bangunan liar  Berjalan Lancar

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:25 WIB

Pilih Fokus Sebagai Ketua Fraksi DPRD Provinsi Banten. H. Mohammad Nur Kholis Mundur Sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Tangerang

Minggu, 7 Juni 2026 - 19:52 WIB

Gren Opening Lesehan KHAYIRA: Destinasi Kuliner Baru Masakan Sunda Asli di Kabupaten Tangerang

Kamis, 7 Mei 2026 - 16:00 WIB

Ketum LSM Geram Bersama 7 LSM  Pimpin Demo Tolak Pemiskinan Rakyat, Puluhan Aktivis Datangi DPRD Tangerang Soroti Kenaikan BBM Tak Wajar

Rabu, 6 Mei 2026 - 21:10 WIB

RDP Polemik 126: DPRD Tekankan Pentingnya Izin Resmi demi Menjaga Kepercayaan Investor

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:49 WIB

Proyek Seragam Dinas Diduga “Dikunci” untuk Vendor Titipan, UMKM Tangerang Protes Keras

Berita Terabru