Dugaan Pungli Pasca-Gajian di PT Win Bright Technology Cikande Mencuat, Karyawan Desak APH Lakukan Sidak

- Penulis

Minggu, 12 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penabanten.com – Praktik lancung pungutan liar (pungli) di sektor ketenagakerjaan Kabupaten Serang disinyalir tidak hanya menjadi momok di gerbang rekrutmen awal. Lebih ironis, aksi “sunat” uang keringat buruh diduga kuat telah mengakar dan menggurita ke dalam sistem operasional internal pabrik raksasa secara terstruktur.

​Polemik panas tersebut meledak setelah salah satu karyawan PT Win Bright Technology—perusahaan manufaktur komponen sepatu merek dunia, Adidas, yang berlokasi di Jl. Modern Industri II, Kawasan Industri Modern Cikande, Kabupaten Serang—memberanikan diri menyuarakan jeritan hatinya. Ia membongkar dugaan pungli sistematis yang rutin terjadi setiap kali masa gajian tiba.

​Demi keselamatan dan keamanan posisi kerjanya, narasumber meminta identitasnya dirahasiakan penuh. Ia membeberkan bahwa praktik pungutan non-prosedural ini diduga diorganisir oleh oknum internal yang memegang otoritas di bagian Line Sewing Komputer.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Menurut kesaksiannya, oknum kepala line berinisial EN diduga menjadi aktor utama yang kerap memerintahkan tangan kanannya berinisial LA untuk menarik uang tunai dari para buruh. Modus penarikan uang ilegal tersebut dibungkus dengan dalih sebutan “Uang PK”.

​”Setiap habis gajihan, dia keliling ke tiap karyawan sambil membawa kertas catatan untuk mendata siapa saja yang sudah membayar. Bagi karyawan yang belum bayar, pasti akan terus dicari dan ditagih,” ungkap karyawan tersebut kepada awak media dengan nada cemas.

Rezim Intimidasi: Protes Langsung Dipecat Sepihak

​Lebih lanjut, sumber tersebut mengungkapkan bahwa praktik penarikan uang pemerasan ini disinyalir sudah menjadi rahasia umum di lingkungan produksi, bahkan diduga sempat terendus oleh pihak manajemen perusahaan. Aksi pungutan haram ini dilaporkan sempat mereda pasca-adanya laporan internal, namun kini kembali marak dan terkesan dibiarkan tanpa sanksi tegas.

​Faktor intimidasi psikologis dan bayang-bayang pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak menjadi senjata ampuh yang membuat mayoritas buruh memilih bungkam dan terpaksa merelakan uangnya.

​”Kami dan karyawan lainnya sebenarnya sangat keberatan, tapi tidak ada yang berani bersuara atau protes. Sebab, jika ada karyawan—terutama yang masih berstatus baru—mencoba protes, oknum kepala line tersebut tidak segan-segan langsung melakukan pemecatan seketika,” urainya tajam.

Mencekik Buruh Kecil, Desak Penegak Hukum Seret Pelaku

​Para pekerja merasa sangat dirugikan karena pungutan senilai Rp20 ribu per karyawan tersebut murni pungutan liar tanpa dasar hukum maupun regulasi perusahaan yang jelas. Jika diakumulasikan dengan jumlah tenaga kerja yang mencapai ratusan di klaster produksi tersebut, total perputaran dana pungli yang bergulir disinyalir bernilai fantastis.

​Para buruh kini menaruh harapan besar kepada Pemerintah Kabupaten Serang melalui Tim Penanganan Pungli Ketenagakerjaan bersama aparat penegak hukum (APH) untuk segera turun tangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) yustisi, serta menyeret para oknum yang terlibat ke ranah pidana.

​Hingga berita ini diterbitkan, redaksi Penabanten.com masih terus berupaya membuka ruang komunikasi dan mencari konfirmasi resmi dari pihak manajemen PT Win Bright Technology. Namun, pihak manajemen perusahaan sejauh ini terpantau masih sangat tertutup untuk memberikan keterangan kepada pers. (Red)

Berita Terakait

Praktik Pungli di PT Win Bright Technology Cikande Mencuat, Warga Desak Tim Gabungan Lakukan Sidak
ASPSB Kabupaten Serang Rayakan May Day 2026, Soroti UU Ketenagakerjaan hingga Praktik Percaloan
Peringatan May Day 2026 di Kawasan Industri Modern Serang Berlangsung Meriah
Rekruitmen Karyawan PT. Nikomas Gemilang Di Bubarkan Warga
Serikat KSBSI Garteks Serang Raya, Gelar Aksi Tuntut Pemerintah Pusat
Saling Lempar Masalah Aliran Dana Rekruitmen PT.HMS Untuk PT ULI
“Miriis…!! dua orang Pencari Pekerjaan di kawasan Modern Cikande, Begini Ceritanya…!
Apresiasi Buruh Kepada Kapolda Banten Dan Kapolres Serang Kota

Berita Terakait

Minggu, 12 Juli 2026 - 08:16 WIB

Dugaan Pungli Pasca-Gajian di PT Win Bright Technology Cikande Mencuat, Karyawan Desak APH Lakukan Sidak

Sabtu, 11 Juli 2026 - 22:18 WIB

Praktik Pungli di PT Win Bright Technology Cikande Mencuat, Warga Desak Tim Gabungan Lakukan Sidak

Minggu, 3 Mei 2026 - 19:02 WIB

ASPSB Kabupaten Serang Rayakan May Day 2026, Soroti UU Ketenagakerjaan hingga Praktik Percaloan

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:25 WIB

Peringatan May Day 2026 di Kawasan Industri Modern Serang Berlangsung Meriah

Jumat, 2 Agustus 2024 - 17:26 WIB

Rekruitmen Karyawan PT. Nikomas Gemilang Di Bubarkan Warga

Selasa, 9 Juli 2024 - 12:05 WIB

Serikat KSBSI Garteks Serang Raya, Gelar Aksi Tuntut Pemerintah Pusat

Sabtu, 10 Desember 2022 - 22:22 WIB

Saling Lempar Masalah Aliran Dana Rekruitmen PT.HMS Untuk PT ULI

Jumat, 1 Juli 2022 - 14:02 WIB

“Miriis…!! dua orang Pencari Pekerjaan di kawasan Modern Cikande, Begini Ceritanya…!

Berita Terabru