Untuk Kedua Kalinya Dindik Pandeglang Di Demo PK-PMII Staibanna

0
503

Penabanten.com, Pandeglang – Masih menyoal buruknya mutu pembangunan Rehabilitasi SMP Negeri 3 Panimbang, Selasa, (02/07/19), puluhan mahasiswa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PK-PMII) Staibanna, Unjuk Rasa (Unras) di kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pandeglang. Mereka menilai, Rehabilitasi RKB SMP Negeri 3 Panimbang yang dilaksanakan oleh CV. Ratu Contraktor dengan anggaran sebesar Rp. 196.905.000, mengangkangi kaidah-kaidah pelaksanaan pekerjaan konstruksi.

“Masih seperti Unras pekan lalu, kami tetap menyuarakan dan mengawal tentang bobroknya sistem pelaksanaan pengawasan di Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang. Akibatnya, mutu pembangunan Rehabilitasi RKB yang dilaksanakan oleh CV. Ratu Contraktor di SMP Negeri 3 Panimbang, buruk. Hal itu Karena, dalam pelaksanaannya, mereka tidak menggunakan kaidah aturan konstruksi, maka dari itu, kami menganggap pekerjaannya bermasalah tidak sesuai dengan RAB,” ungkap Ahmadi kepada sejumlah awak media.

Lebih lanjut Ahmadi membeberkan, CV. Ciepa Mandiri Konsulindo (CMK) dinilai telah gagal sebagai Konsultan perencana dan pengawas.

“CV. CMK kami nilai gagal dalam melaksanakan pekerjaannya. Akibat pengawasan yang lemah, mutu pekerjaan rehabilitasi di SMP Negeri 3 Panimbang, buruk. Karena, hasil monitoring, pengawas CV. CMK diduga tidak pernah mengawasi langsung pekerjaan,” tambah Ahmadi Rewok.

Baca Juga : Di Munjul, Perselisihan Akibat Pilkades Berbuntut Panjang Berujung Prades Laporkan Kades

“Kami menuntut kepada pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang, untuk memutus kontrak dan Black List CV. Ratu Contraktor dan CV. Ciepa Mandiri Konsulindo (CMK). Karena kami menganggap, mereka telah menghamburkan uang rakyat,” tegasnya.

“Lihat saja, kami tidak akan berhenti mengawal persoalan ini. Pekan depan, kami akan melakukan Unras dengan masa yang lebih banyak lagi, dan mendesak pihak Yudikatif segera melakukan penyelidikan berkaitan hal ini,” tutupnya.

Sejumlah Orator lainnya mengatakan, diduga keras, selain ada pengusaha nakal, diduga keras, ada oknum pejabat Dindik yang bermain.

”Kami merasa miris, di Kabupaten Pandeglang, Pendidikan di jadikan ajang bisnis semata,” pungkas mereka.

Ketika hendak konfirmasi, pihak Dindik Kabupaten Pandeglang, menurut staffnya, sedang tidak ada ditempat.

“Sedang keluar pak,” ujar mereka.

Pantauan dilokasi, usai menyuarakan aspirasi di Kantor Dindik Kabupaten Pandeglang, PK-PMII Staibanna melakukan aksi di depan Pendopo Pandeglang. Sebagai penutup, mereka melakukan aksi teatrikal dengan “Babacakan” di depan Pendopo Pandeglang. Hal ini menggambarkan, anggaran pembangunan, hanya dijadikan ajang “Babacakan” oknum pejabat Dindik dan oknum pengusaha nakal. (M4n).

Tinggalkan Balasan