Penabanten.com, Serang – Teka-teki di balik kasus dugaan pembunuhan seorang janda yang jasadnya ditemukan di wilayah Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, akhirnya terang benderang. Jajaran Satreskrim Polresta Serang Kota berhasil mengungkap motif utama yang mendasari tindakan keji pelaku hingga nekat menghabisi nyawa korban.
Berdasarkan data dan dokumentasi resmi penangkapan (seperti yang terlihat dalam berkas foto 1002609724.jpg), pelaku berhasil diamankan oleh tim gabungan opsnal tanpa perlawanan berarti di lokasi persembunyiannya.
Dari hasil pemeriksaan intensif maraton yang dilakukan oleh penyidik, terungkap bahwa insiden berdarah ini dipicu oleh rasa sakit hati dan dendam personal pelaku terhadap korban. Pelaku mengaku naik pitam dan tidak terima setelah terlibat cekcok dan spontan dihina oleh korban dengan sebutan “Mokondo” (pria yang modal nekad tanpa materi).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pelaku merasa harga dirinya diinjak-injak setelah korban melontarkan kata-kata tersebut saat mereka terlibat perselisihan. Karena tersulut emosi yang tidak terkendali, pelaku akhirnya nekat melakukan tindakan kekerasan yang berujung pada hilangnya nyawa korban,” jelas pihak kepolisian terkait perkembangan kasus di Cipocok Jaya.
Sebelumnya, kasus penemuan jasad perempuan berstatus janda ini sempat menggegerkan warga sekitar Cipocok Jaya karena kondisinya yang mencurigakan. Petugas bergerak cepat melakukan olah TKP, memeriksa saksi-saksi, hingga akhirnya berhasil membekuk pelaku.
Dengan terungkapnya motif ini, pihak Satreskrim Polresta Serang Kota kini tengah melengkapi draf berkas perkara untuk segera dilimpahkan ke kejaksaan. Atas perbuatannya yang fatal tersebut, pelaku dipastikan bakal dijerat pasal berlapis mengenai pembunuhan dengan ancaman hukuman kurungan penjara yang berat.
Sumber: Visual Utama Artikel: Gunakan lampiran dokumentasi foto resmi penangkapan dari Polresta Serang/Radar Banten sesuai berkas 1002609724.jpg.























