Penabanten.com, Pandeglang — Rakyat Pandeglang Melawan (RPM) mendorong transparansi dan verifikasi lapangan dalam pelaksanaan revitalisasi SDN Cibungur 1, Pandeglang. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan penggunaan anggaran negara sesuai peruntukan dan ketentuan yang berlaku.
Rohmat dari RPM mengatakan, perhatian terhadap proyek tersebut bukan untuk mencari kesalahan, melainkan memastikan anggaran yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah dapat dipertanggungjawabkan dan memberikan manfaat bagi sekolah serta masyarakat.
“Yang kami dorong sederhana, jangan sampai masyarakat hanya melihat hasil akhirnya, sementara proses, bistek, RAB, volume pekerjaan, sistem pembayaran tenaga kerja, dan pertanggungjawaban keuangannya tidak pernah dijelaskan secara terbuka,” ujar Rohmat.
Ia menilai, mekanisme pembayaran tenaga kerja secara borongan juga perlu dijelaskan secara transparan. Penjelasan tersebut, kata dia, antara lain mencakup dasar perhitungan, volume pekerjaan, jumlah tenaga kerja, nilai pembayaran, hingga bukti penerimaan.
Namun, Rohmat menegaskan, setiap dugaan ketidaksesuaian harus terlebih dahulu dibuktikan melalui pemeriksaan dokumen dan kondisi fisik pekerjaan di lapangan.
“Kami tidak ingin membangun opini berdasarkan dugaan. Justru kami meminta pihak terkait membuka data dan memberikan penjelasan. Kalau semuanya sesuai RAB dan ketentuan, tentu harus kita akui sesuai,” katanya.
Menurut Rohmat, audiensi terkait proyek tersebut seharusnya tidak berhenti sebagai forum seremonial. Jika masih terdapat pertanyaan yang belum terjawab, ia mendorong dilakukan pengecekan dokumen serta pemeriksaan fisik pekerjaan secara bersama-sama oleh pihak yang berwenang.
“Uang yang digunakan adalah uang negara. Prinsipnya harus transparan, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan. Masyarakat berhak mendapatkan informasi yang jelas mengenai bagaimana anggaran tersebut dilaksanakan,” pungkasnya.


















