Penabanten.com, Kota Serang – Pelaksanaan proyek strategis pengendalian banjir Sungai Cibanten di Kota Serang dengan nilai anggaran fantastis mencapai Rp21,5 miliar kembali menuai sorotan publik. Kali ini, perhatian diarahkan pada pemasangan kawat bronjong di bagian trapan batu yang diduga belum dievaluasi secara maksimal, di mana sejumlah kunci pengikatnya terpantau tidak terkunci dengan kuat.
Temuan tersebut diungkapkan oleh Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Mappak Banten, Ely Jaro, usai memimpin langsung tim pemantau melakukan peninjauan ke lokasi proyek, Sabtu (7/11/2026).
Menurut Ely Jaro, kondisi fisik pengikat kawat bronjong yang tidak terpasang secara maksimal merupakan persoalan penting yang harus segera ditindaklanjuti oleh pihak pelaksana maupun pengawas teknis. Mengingat struktur tersebut berfungsi vital sebagai penahan tekanan arus air, pemasangan yang longgar dikhawatirkan akan memicu kerusakan dini, terutama saat menghadapi debit air tinggi di musim penghujan dan ancaman banjir.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
”Kunci-kunci pengikat bronjong banyak yang tidak terkunci maksimal. Jika dibiarkan, struktur tersebut dikhawatirkan tidak akan bertahan lama ketika terkena tekanan air, terutama saat musim hujan dan banjir,” tegas Ely Jaro.
Pihak pemerhati publik dan masyarakat mendesak agar instansi berwenang serta kontraktor pelaksana segera melakukan perbaikan dan evaluasi terbuka demi menjamin mutu serta ketahanan jangka panjang proyek pengendali banjir tersebut. (Red)


















