Proyek Penataan Halaman SMPN 2 Jayanti Disorot: Kualitas Material Diragukan, Keselamatan Kerja Diabaikan

- Penulis

Kamis, 24 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penabanten.com, Tangerang – Proyek penataan halaman SMPN 2 Jayanti yang dikerjakan oleh CV. Budi Jaya Utama dengan anggaran Rp 344.309.804 dari APBD 2025 Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang menuai sorotan.

Indikasi pengerjaan yang terkesan serampangan dan tidak sesuai standar mulai terlihat di lapangan.

Salah satu temuan utama adalah dugaan penggunaan material paving block yang tidak sesuai spesifikasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meskipun disebutkan standar Kualitas 1 (KW 1) dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB), faktanya material yang digunakan terlihat berkualitas rendah dan mudah rontok. “Masa iya sih material dengan Kualitas 1 atau KW1 kok terlihat seperti bukan KW1, itu pavingnya pada rontok,” ujar awak media sedang melakukan investasi

Selain itu, tim investigasi menemukan bahwa para pekerja di lokasi proyek tidak dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (K3), yang berpotensi membahayakan keselamatan mereka.

Upaya konfirmasi kepada mandor proyek, Pipit, di lokasi sempat menemui kendala.

Awalnya, Pipit enggan memberikan informasi dan menunjukkan sikap acuh tak acuh.

Setelah desakan terus-menerus, ia akhirnya bersedia memberikan akses untuk penggalian informasi lebih lanjut.

Hingga berita ini dirilis, belum ada klarifikasi resmi dari pihak pelaksana proyek terkait temuan ini.

Kontrol sosial dari masyarakat dan media diharapkan dapat memastikan setiap kegiatan yang menggunakan dana publik berjalan sesuai standar dan akuntabel.

Berita Terakait

Pembukaan MPLS 2026, SMKN 1 Cikande Ajak Siswa / Taruna Baru Terapkan 7 Kebiasaan Anak Hebat Indonesia
Jeritan Orang Tua Siswa di Serang: Terkunci Regulasi SPMB Online, Anak Kami Mau Sekolah di Mana?
Lebih dari 30 Tahun di Indonesia, English 1 Luncurkan High Flyers 4.0 Guna Cetak Generasi Siap Kancah Global
Tangis Guru Desa Pecah di Ruang Wisuda, Akhmad Agus Karnawi Raih Gelar Magister Hukum
Diduga Selewengkan Dana Buku dan Abaikan Hutang, Oknum Kepala SDN Pelamunan Disorot Tajam
SDN Sukalangu 3 Diduga Potong Dana PIP Siswa Sebesar 50 Ribu sampai 120 Ribu persiswa.
Momentum Hardiknas, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang Siap Wujudkan Perubahan Pendidikan yang Lebih Berkualitas
Kritik Sadis Mahasiswa: Pemerintah Banten Gagal Total Garansi Hak Pendidikan.

Berita Terakait

Senin, 13 Juli 2026 - 13:58 WIB

Pembukaan MPLS 2026, SMKN 1 Cikande Ajak Siswa / Taruna Baru Terapkan 7 Kebiasaan Anak Hebat Indonesia

Selasa, 7 Juli 2026 - 15:44 WIB

Jeritan Orang Tua Siswa di Serang: Terkunci Regulasi SPMB Online, Anak Kami Mau Sekolah di Mana?

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:47 WIB

Lebih dari 30 Tahun di Indonesia, English 1 Luncurkan High Flyers 4.0 Guna Cetak Generasi Siap Kancah Global

Minggu, 24 Mei 2026 - 10:08 WIB

Tangis Guru Desa Pecah di Ruang Wisuda, Akhmad Agus Karnawi Raih Gelar Magister Hukum

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:58 WIB

Diduga Selewengkan Dana Buku dan Abaikan Hutang, Oknum Kepala SDN Pelamunan Disorot Tajam

Jumat, 15 Mei 2026 - 11:20 WIB

SDN Sukalangu 3 Diduga Potong Dana PIP Siswa Sebesar 50 Ribu sampai 120 Ribu persiswa.

Kamis, 7 Mei 2026 - 14:03 WIB

Momentum Hardiknas, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang Siap Wujudkan Perubahan Pendidikan yang Lebih Berkualitas

Selasa, 5 Mei 2026 - 06:29 WIB

Kritik Sadis Mahasiswa: Pemerintah Banten Gagal Total Garansi Hak Pendidikan.

Berita Terabru