Program Strong Point Diharapkan Atasi Permasalahan Lalu Lintas di Jalan Raya Pandeglang

- Penulis

Jumat, 24 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penabanten.comPandeglang, Masyarakat Kabupaten Pandeglang kini tak perlu lagi khawatir akan terjadinya kemacetan dan kecelakaan lalu lintas (laka lantas) saat berkendara khususnya pada jam sibuk seperti pagi hari dan sore hari atau jam pulang kantor. 

Pasalnya sejumlah petugas kepolisian dari Polres Pandeglang Polda Banten telah disebar di sejumlah titik rawan kemacetan, rawan lakalantas, pusat keramaian serta lokasi persekolahan.

Hal itu disampaikan Kapolres Pandeglang AKBP Belny Warlansyah, Jum’at, (24/9/2021).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Belny, pihaknya akan terus menciptakan program yang bermanfaat bagi masyarakat Pandeglang, termasuk salah satunya dalam hal kelancaran arus lalu lintas dan pencegahan kecelakaan.

“Program ini kita namakan program  Strong Point, yaitu pengaturan lalu lintas di seluruh titik rawan kemacetan, rawan lakalantas, pusat keramaian serta lokasi persekolahan,” ujar Belny.

Belny menambahkan, Strong Point, diciptakan juga agar masyarakat benar-benar merasakan kehadiran personel polisi di Kabupaten Pandeglang dalam hal memberikan keamanan dan kenyamanan kepada masyarakat.

Belny berharap, dengan hadirnya polisi setiap pagi di lapangan, manfaatnya dapat dirasakan masyarakat, baik terhadap pengemudi, pengendara, pedagang, pegawai kantoran, pelajar,  pejalan kaki dan yang lainnya.

Sehingga kata dia, masyarakat diberikan kenyamanan pada jam rawan terutama di pagi hari, sehingga masyarakat dapat dengan lancar menuju tempat tujuan dengan tidak ada gangguan selama diperjalanan.

“Strong Point ini kita laksanakan setiap pagi mulai dari pukul 06.45 sampai pukul 07.45 Wib, di seluruh titik- titik lokasi padat lalu lintas di sepanjang Jalan Raya karena di jalan tersebut merupakan pusat aktivitas masyarakat di pagi hari,” katanya.***

Berita Terakait

Pihak PT Gradya Murni Utama, Meilina Tourisina Dampingin Kantor Hukum Firdaus Oiwobo, S.H., dan  Partner Sukses Ratakan Lahan Jungjing
DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang Hadir Layanan Kansultan Hukum Gratis Hari Fastival Bukan Bung Karno
Setelah 12 Tahun Menanti, Eksekusi Lahan Milik PT Gardya Murni Utama Berhasil Robohokan Bangunan liar  Berjalan Lancar
Pilih Fokus Sebagai Ketua Fraksi DPRD Provinsi Banten. H. Mohammad Nur Kholis Mundur Sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Tangerang
Gren Opening Lesehan KHAYIRA: Destinasi Kuliner Baru Masakan Sunda Asli di Kabupaten Tangerang
Ketum LSM Geram Bersama 7 LSM  Pimpin Demo Tolak Pemiskinan Rakyat, Puluhan Aktivis Datangi DPRD Tangerang Soroti Kenaikan BBM Tak Wajar
RDP Polemik 126: DPRD Tekankan Pentingnya Izin Resmi demi Menjaga Kepercayaan Investor
Proyek Seragam Dinas Diduga “Dikunci” untuk Vendor Titipan, UMKM Tangerang Protes Keras

Berita Terakait

Selasa, 30 Juni 2026 - 06:32 WIB

Pihak PT Gradya Murni Utama, Meilina Tourisina Dampingin Kantor Hukum Firdaus Oiwobo, S.H., dan  Partner Sukses Ratakan Lahan Jungjing

Minggu, 28 Juni 2026 - 12:12 WIB

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang Hadir Layanan Kansultan Hukum Gratis Hari Fastival Bukan Bung Karno

Jumat, 26 Juni 2026 - 07:13 WIB

Setelah 12 Tahun Menanti, Eksekusi Lahan Milik PT Gardya Murni Utama Berhasil Robohokan Bangunan liar  Berjalan Lancar

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:25 WIB

Pilih Fokus Sebagai Ketua Fraksi DPRD Provinsi Banten. H. Mohammad Nur Kholis Mundur Sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Tangerang

Minggu, 7 Juni 2026 - 19:52 WIB

Gren Opening Lesehan KHAYIRA: Destinasi Kuliner Baru Masakan Sunda Asli di Kabupaten Tangerang

Kamis, 7 Mei 2026 - 16:00 WIB

Ketum LSM Geram Bersama 7 LSM  Pimpin Demo Tolak Pemiskinan Rakyat, Puluhan Aktivis Datangi DPRD Tangerang Soroti Kenaikan BBM Tak Wajar

Rabu, 6 Mei 2026 - 21:10 WIB

RDP Polemik 126: DPRD Tekankan Pentingnya Izin Resmi demi Menjaga Kepercayaan Investor

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:49 WIB

Proyek Seragam Dinas Diduga “Dikunci” untuk Vendor Titipan, UMKM Tangerang Protes Keras

Berita Terabru