Masyarakat Desa Tobat Berencana Akan Usir PD Pasar Dan Pengembang Pembangunan Balaraja City Square

- Penulis

Kamis, 4 Maret 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penabanten.comTangerang, Persoalan soal warga Desa Tobat, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang yang mengklaim lokasi proyek pasar tematik Sentiong Balaraja adalah Tanah Bengkok Asset Desa Tobat, belum kunjung menemui titik terang.

Seperti yang diberitakan di sejumlah media online pada 12 November 2020. Klaim itu terjadi saat masyarakat Desa Tobat memasang plang berisi tulisan kalau tanah yang dijadikan lokasi proyek pasar tematik Sentiong Balaraja seluas 6,18 hektar adalah asset milik Desa Tobat.

Dari infomasi yang di himpun, masyarakat Desa Tobat dalam waktu dekat akan berencana melakukan aksi pengusiran terhadap PD Pasar dan pengembang yang diketahui adalah PT. Imperial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal itu disampaikan Kepala Desa (Kades) Tobat Endang Suherman kepada awak media saat di konfimasi di ruang kerjanya, Ia mengaku dalam waktu dekat masyarakat Desa Tobat berencana melakukan aksi pengusiran kepada PD Pasar dan Pihak Pengembang PT. Imperial.

Masyarakat Desa Tobat Berencana Usir PD Pasar dan Pengembang Pembangunan Balaraja City Square masyarakat desa tobat – Masyarakat Desa Tobat Berencana Usir PD Pasar dan Pengembang Pembangunan Balaraja City Square – Tak Ada Titik Terang, Masyarakat Desa Tobat Berencana Usir PD Pasar dan Pengembang Pembangunan Balaraja City Square
Kepala Desa Tobat Balaraja, Endang Suherman.

“Aksi rencana pengusiran tersebut adalah bentuk kekecewaan masyarakat Desa Tobat kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang terkait persoalan ini, yang mana sampai dengan saat ini tidak ada titik terang atau penyelesaian dari pemkab kepada Desa Tobat,” katanya. Kamis (4/3/2021).

Dalam kesempatan tersebut, Endang menjelaskan, masyarakat Desa Tobat juga meminta Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk menunjukan bukti bukti kepemilikan lahan 6,18 hektar tersebut yang di klaim sebagai asset Pemkab Tangerang.

“Sampai dengan saat ini pihak Pemkab Kabupaten Tangerang belum bisa menunjukan bukti-bukti kepemilikan lahan 6,18 hektar yang di klaim sebagai asset Pemkab tersebut, lahan tersebut rencananya akan di bangun pasar modern dengan nama Balaraja City Square yang saat ini masih dalam proses pembangunan,” jelasnya.

Lebih lanjut Kades Tobat menjelaskan, Pada tahun 2019 tokoh masyarakat bersama dirinya sudah pernah menemui Bupati Kabupaten Tangerang secara langsung, namun pertemuan itu belum juga mendapatkan titik temu sehingga pihak desa melayangkan surat sebanyak dua kali kepada Bupati Kabupaten Tangerang.

Dari pertemuan itu, lanjut Endang, belum juga mendapatkan hasil sehingga timbul gejolak di masyarakat pada bulan November 2020 dan terjadilah pemasangan plank pada lokasi pembangunan pasar tematik Sentiong.

Endang menambahkan, soal dokumen data kepemilikan tanah Bengkok yang di miliki Desa Tobat antara lain, Girik C I tahun 1958 tanah bengkok Desa Tobat nomor 126, Girik C I tahun 1972 nomor 126, Peta floting blok tanah bengkok Desa Tobat serta Leter C Tanah bengkok Desa Tobat CI nomor 126.

“Saya selaku Kepala Desa tobat mewakili masyarakat berharap kepada Pemerintah Kabupaten untuk segera mungkin dapat menyelesaikan persoalan yang terjadi saat ini,” Tutup Endang sambil memperlihatkan data kepemilikan tanah bengkok sebagai asset Desa Tobat. ( Riska/Mad)

Berita Terakait

Ketum LSM Geram Bersama 7 LSM  Pimpin Demo Tolak Pemiskinan Rakyat, Puluhan Aktivis Datangi DPRD Tangerang Soroti Kenaikan BBM Tak Wajar
RDP Polemik 126: DPRD Tekankan Pentingnya Izin Resmi demi Menjaga Kepercayaan Investor
Proyek Seragam Dinas Diduga “Dikunci” untuk Vendor Titipan, UMKM Tangerang Protes Keras
Bekerja Berdasarkan Kontrak Bukan Opini”, CV Fadlan Konstruksi Tegaskan Kualitas Pekerjaan Jalan Bencongan Terjamin
Pertanyakan Legalitas JDEYO Billiard & Cafe, Langkah Kontrol Sosial LSM Pelopor Terganjal Sikap Tertutup Pengelola
Polresta Tangerang Ungkap Kasus Kematian Pelajar di Muara Kaliadem, 14 Orang Diamankan
H. Retno Juarno SH : Jika Tak Mampu Tangani Sampah, Mending Ganti Kepala UPTD Wilayah 1, Kabupaten Tangerang Tak Kekurangan Orang
Panas! Yayasan Cahaya Kasih Bumi Nusantara Indonesia Tuding Wartawan Sepihak: GOWIL Siap Bongkar Fakta Anggaran MBG Gunung batu

Berita Terakait

Kamis, 7 Mei 2026 - 16:00 WIB

Ketum LSM Geram Bersama 7 LSM  Pimpin Demo Tolak Pemiskinan Rakyat, Puluhan Aktivis Datangi DPRD Tangerang Soroti Kenaikan BBM Tak Wajar

Rabu, 6 Mei 2026 - 21:10 WIB

RDP Polemik 126: DPRD Tekankan Pentingnya Izin Resmi demi Menjaga Kepercayaan Investor

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:49 WIB

Proyek Seragam Dinas Diduga “Dikunci” untuk Vendor Titipan, UMKM Tangerang Protes Keras

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:37 WIB

Bekerja Berdasarkan Kontrak Bukan Opini”, CV Fadlan Konstruksi Tegaskan Kualitas Pekerjaan Jalan Bencongan Terjamin

Minggu, 19 April 2026 - 09:28 WIB

Pertanyakan Legalitas JDEYO Billiard & Cafe, Langkah Kontrol Sosial LSM Pelopor Terganjal Sikap Tertutup Pengelola

Jumat, 17 April 2026 - 18:21 WIB

Polresta Tangerang Ungkap Kasus Kematian Pelajar di Muara Kaliadem, 14 Orang Diamankan

Senin, 6 April 2026 - 13:54 WIB

H. Retno Juarno SH : Jika Tak Mampu Tangani Sampah, Mending Ganti Kepala UPTD Wilayah 1, Kabupaten Tangerang Tak Kekurangan Orang

Sabtu, 28 Februari 2026 - 07:56 WIB

Panas! Yayasan Cahaya Kasih Bumi Nusantara Indonesia Tuding Wartawan Sepihak: GOWIL Siap Bongkar Fakta Anggaran MBG Gunung batu

Berita Terabru