Ketum APKLI: Rakyat Sedang Sulit, Jangan Permainkan Harga Pangan

- Penulis

Minggu, 23 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penabanten.com, Jakarta, 23 Februari 2025 – Ketua Umum Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI), dr. Ali Mahsun ATMO, M. Biomed., mendesak pemerintah untuk bertindak tegas terhadap pengusaha nakal yang menimbun dan memainkan harga pangan menjelang Ramadan dan Lebaran 2025. Menurutnya, kondisi ekonomi masyarakat saat ini sedang sulit, sehingga stabilitas harga dan ketersediaan pangan harus menjadi prioritas utama pemerintah.

Stabilitas Harga Pangan Jelang Ramadan

Dalam wawancara dengan wartawan, dr. Ali Mahsun menekankan pentingnya peran pemerintah dan DPR dalam menjaga kestabilan harga serta memastikan ketersediaan pangan selama bulan suci Ramadan.

“Kami berharap pemerintah dan DPR benar-benar menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan jelang Ramadan dan Lebaran 2025. Kami sudah mendengar ancaman pemerintah terhadap mereka yang menjual kebutuhan pokok di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) dan kepada pengusaha nakal yang menimbun barang. Namun, lebih dari sekadar ancaman, harus ada tindakan nyata di lapangan,” tegasnya.

Operasi Pasar Harus Masif dan Efektif

Dr. Ali Mahsun juga menekankan pentingnya operasi pasar dalam mengendalikan harga, namun harus dilakukan dengan skala besar dan strategi yang tepat.

“Kami mendesak pemerintah untuk melakukan operasi pasar secara besar-besaran selama Ramadan dan Idul Fitri 2025. Rakyat butuh kepastian bahwa kebutuhan pokok tetap tersedia dan harga tidak melonjak drastis. Jika pun ada kenaikan, harus dalam batas yang wajar. Ingat, rakyat sedang kesulitan memenuhi kebutuhan hidup, jangan semakin dipersulit,” ujarnya.

Menurutnya, operasi pasar hanya akan efektif jika diiringi dengan ketersediaan stok pangan yang mencukupi. “Operasi pasar tidak akan berarti jika stok di lapangan tidak ada. Yang paling utama adalah menjamin ketersediaan dan kestabilan harga,” tambahnya.

Potensi Permainan Harga oleh Spekulan

Terkait kenaikan harga beberapa komoditas, dr. Ali Mahsun menilai bahwa hukum ekonomi tetap berlaku, di mana permintaan yang tinggi menjelang Ramadan dan Lebaran berpotensi mendorong kenaikan harga. Namun, ia juga mengingatkan adanya praktik spekulasi yang kerap terjadi di momentum-momentum besar.

“Saya tidak bisa menutup mata bahwa setiap kali ada event besar seperti Ramadan dan Idul Fitri, ada potensi spekulan yang menimbun barang dan memainkan harga pangan. Ini masalah klasik yang terjadi setiap tahun,” ujarnya.

Desak Pemerintah Tindak Tegas Pengusaha Nakal

Oleh karena itu, ia mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum untuk mengambil tindakan tegas terhadap para spekulan yang berupaya mempermainkan harga pangan.

“Pemerintah dan aparat penegak hukum harus bertindak tanpa pandang bulu. Jika ada pengusaha yang menimbun bahan pangan atau memainkan harga, segera tindak tegas dan berikan sanksi hukum seberat-beratnya. Jangan sampai ada pembiaran atau bahkan perlindungan terhadap mereka yang merugikan masyarakat,” tegasnya.

Harapan APKLI Jelang Ramadan 2025

Menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2025, dr. Ali Mahsun menyampaikan tiga poin utama yang harus menjadi perhatian pemerintah:

1. Menjamin stabilitas harga dan ketersediaan pangan, agar tidak terjadi kelangkaan atau lonjakan harga yang tidak wajar.


2. Melaksanakan operasi pasar besar-besaran secara nyata, bukan sekadar wacana atau pernyataan tanpa aksi di lapangan.


3. Menegakkan hukum secara tegas tanpa pandang bulu, dengan menindak spekulan yang menimbun barang dan memainkan harga pangan, serta mengumumkan pelanggar kepada publik agar menjadi efek jera.



“Negara tidak boleh kalah dari spekulan. Pemerintah harus bertindak nyata untuk melindungi rakyat, memastikan harga tetap stabil, dan memberikan sanksi tegas kepada pelaku kecurangan. Ramadan dan Lebaran harus menjadi momen yang membawa berkah, bukan malah beban bagi masyarakat,” tutupnya.

Berita Terakait

Pihak PT Gradya Murni Utama, Meilina Tourisina Dampingin Kantor Hukum Firdaus Oiwobo, S.H., dan  Partner Sukses Ratakan Lahan Jungjing
DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang Hadir Layanan Kansultan Hukum Gratis Hari Fastival Bukan Bung Karno
Setelah 12 Tahun Menanti, Eksekusi Lahan Milik PT Gardya Murni Utama Berhasil Robohokan Bangunan liar  Berjalan Lancar
Pilih Fokus Sebagai Ketua Fraksi DPRD Provinsi Banten. H. Mohammad Nur Kholis Mundur Sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Tangerang
Gren Opening Lesehan KHAYIRA: Destinasi Kuliner Baru Masakan Sunda Asli di Kabupaten Tangerang
Ketum LSM Geram Bersama 7 LSM  Pimpin Demo Tolak Pemiskinan Rakyat, Puluhan Aktivis Datangi DPRD Tangerang Soroti Kenaikan BBM Tak Wajar
RDP Polemik 126: DPRD Tekankan Pentingnya Izin Resmi demi Menjaga Kepercayaan Investor
Proyek Seragam Dinas Diduga “Dikunci” untuk Vendor Titipan, UMKM Tangerang Protes Keras

Berita Terakait

Selasa, 30 Juni 2026 - 06:32 WIB

Pihak PT Gradya Murni Utama, Meilina Tourisina Dampingin Kantor Hukum Firdaus Oiwobo, S.H., dan  Partner Sukses Ratakan Lahan Jungjing

Minggu, 28 Juni 2026 - 12:12 WIB

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang Hadir Layanan Kansultan Hukum Gratis Hari Fastival Bukan Bung Karno

Jumat, 26 Juni 2026 - 07:13 WIB

Setelah 12 Tahun Menanti, Eksekusi Lahan Milik PT Gardya Murni Utama Berhasil Robohokan Bangunan liar  Berjalan Lancar

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:25 WIB

Pilih Fokus Sebagai Ketua Fraksi DPRD Provinsi Banten. H. Mohammad Nur Kholis Mundur Sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Tangerang

Minggu, 7 Juni 2026 - 19:52 WIB

Gren Opening Lesehan KHAYIRA: Destinasi Kuliner Baru Masakan Sunda Asli di Kabupaten Tangerang

Kamis, 7 Mei 2026 - 16:00 WIB

Ketum LSM Geram Bersama 7 LSM  Pimpin Demo Tolak Pemiskinan Rakyat, Puluhan Aktivis Datangi DPRD Tangerang Soroti Kenaikan BBM Tak Wajar

Rabu, 6 Mei 2026 - 21:10 WIB

RDP Polemik 126: DPRD Tekankan Pentingnya Izin Resmi demi Menjaga Kepercayaan Investor

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:49 WIB

Proyek Seragam Dinas Diduga “Dikunci” untuk Vendor Titipan, UMKM Tangerang Protes Keras

Berita Terabru