Saung Sang Jurnalis Desa Hadirkan Dialog Kebersamaan untuk Menjaga Stabilitas Sosial

- Penulis

Minggu, 10 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penabanten.com, Pandeglang — Di tengah dinamika sosial dan derasnya arus informasi di era digital, ruang-ruang dialog sederhana dinilai memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan masyarakat. Hal itu tergambar dalam kegiatan silaturahmi dan diskusi kebangsaan yang berlangsung di Saung Sang Jurnalis Desa, Desa Cibungur, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, Banten, Minggu (10/05/2026).

Dalam suasana pedesaan yang tenang dan penuh keakraban, sejumlah elemen masyarakat, insan pers, tokoh pemuda, serta perwakilan komunitas duduk bersama menikmati secangkir kopi sambil membahas pentingnya menjaga sinergitas antara Polri dan masyarakat demi menciptakan stabilitas sosial yang kondusif.

Pertemuan tersebut berlangsung sederhana tanpa sekat formalitas. Namun di balik kesederhanaannya, dialog yang terbangun menghadirkan makna mendalam mengenai pentingnya komunikasi sosial yang humanis, terbuka, dan penuh rasa saling menghargai.

Ketua Jurnalis Banten Bersatu, Kasman, mengatakan bahwa sinergitas antara aparat keamanan dan masyarakat tidak cukup hanya dibangun melalui program kelembagaan semata, melainkan harus diperkuat dengan kedekatan emosional dan komunikasi yang tulus.

Menurutnya, ruang-ruang informal seperti saung dan budaya ngopi bersama justru mampu menghadirkan suasana dialog yang lebih jujur dan egaliter.

“Ketika aparat dan masyarakat duduk bersama tanpa sekat, maka lahirlah ruang kejujuran. Kopi hanyalah simbol, tetapi yang paling penting adalah terciptanya komunikasi yang humanis dan penuh rasa saling menghargai,” ujar Kasman.

Ia menilai, di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks, pendekatan persuasif dan dialogis menjadi langkah penting untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi negara, termasuk kepolisian.

Selain itu, Kasman juga menyoroti peran strategis insan pers dalam menjaga keseimbangan informasi di tengah masyarakat. Menurut dia, media memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan pemberitaan yang edukatif, menyejukkan, serta mampu memperkuat persatuan sosial.

“Pers bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki fungsi sosial untuk menjaga suasana tetap kondusif. Pemberitaan yang sehat dapat menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah,” katanya.

Pandangan senada disampaikan Rohmat yang menilai bahwa hubungan harmonis antara Polri dan masyarakat merupakan fondasi penting dalam menciptakan keamanan dan ketertiban sosial.

Ia menegaskan bahwa komunikasi yang terbuka dapat meminimalisasi kesalahpahaman yang kerap muncul di ruang publik, terutama di tengah tingginya arus informasi dan opini di media sosial.

“Di era keterbukaan informasi saat ini, komunikasi menjadi hal utama. Ketika masyarakat merasa didengar, maka kepercayaan terhadap institusi juga akan tumbuh dengan sendirinya,” kata Rohmat.

Menurutnya, pola pendekatan yang mengedepankan dialog akan lebih efektif dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat dibanding pendekatan yang bersifat formal dan kaku.

Sementara itu, Sujana memandang budaya ngopi bersama sebagai bagian dari kearifan lokal masyarakat Banten yang sejak lama menjunjung tinggi nilai musyawarah dan kebersamaan.

Ia mengatakan, ruang sederhana seperti saung sering kali menjadi tempat lahirnya pemikiran yang lebih jernih karena setiap orang dapat menyampaikan pendapat secara terbuka tanpa tekanan.

“Budaya lokal kita mengajarkan pentingnya duduk bersama sebelum mengambil kesimpulan. Dari komunikasi yang sederhana, lahir persaudaraan dan rasa memiliki terhadap lingkungan,” tuturnya.

Menurut Sujana, nilai-nilai budaya lokal tersebut perlu terus dijaga di tengah perubahan zaman agar masyarakat tidak kehilangan identitas sosial yang selama ini menjadi perekat kehidupan bersama.

Hal serupa disampaikan Heri Ruswandi yang menilai bahwa menjaga stabilitas wilayah bukan hanya menjadi tugas aparat keamanan, tetapi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

Ia mengajak masyarakat untuk terus memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan dalam menjaga lingkungan agar tetap aman dan harmonis.

“Keamanan bukan hanya tugas aparat, melainkan tanggung jawab bersama. Ketika masyarakat dan kepolisian berjalan berdampingan, maka stabilitas sosial akan lebih mudah terjaga,” ujar Heri Ruswandi.

Suasana diskusi yang berlangsung hangat di Saung Sang Jurnalis Desa itu menjadi gambaran bahwa demokrasi sosial sejatinya tumbuh dari ruang-ruang percakapan yang setara dan terbuka.

Tanpa panggung resmi maupun protokoler berlebihan, seluruh peserta berdialog dengan suasana kekeluargaan. Nilai kemanusiaan dan semangat persaudaraan terasa lebih kuat dibanding sekadar hubungan struktural formal.

Di tengah berbagai tantangan sosial yang terus berkembang, mulai dari polarisasi informasi hingga menurunnya interaksi sosial di masyarakat, kegiatan sederhana seperti ini dinilai menjadi langkah positif dalam memperkuat solidaritas sosial.

Secangkir kopi di sudut Desa Cibungur pun menjadi simbol bahwa harmoni bangsa dapat tumbuh dari kesediaan untuk saling mendengar, memahami, dan menjaga kebersamaan demi terciptanya kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan berkeadaban.

Berita Terakait

Beri Pengarahan Soal Layanan di Kanwil BPN Provinsi NTT, Menteri Nusron: Gunakan Sudut Pandang Masyarakat
Cegah Masalah di Masa Depan, Menteri Nusron Ajak Pemda Percepat Sertipikasi Tanah Rumah Ibadah di NTT
Gerak Cepat Tangani Korban Kebakaran, Pemdes Sukadame Bersama TKSK dan Muspika Pagelaran Tinjau Rumah Warga
Abaikan K3 Hingga Buruh Koma, Pelaksana Proyek PT Hua Ying Nusantara Cikande Enteng Sebut Kecelakaan “Hal Biasa”
Sembunyikan Ratusan Obat Keras dalam Tong Sampah, Seorang Pria Diamankan Polsek Cisoka
Tanggapan Sekretaris BPPKB Hds Banten Terkait Pemberitaan Mengenai Nama dan Logo Organisasi
Wakil Pimpinan Redaksi FokusFakta.com Serahkan SK dan KTA Kabiro Tanggamus di Tangerang
Melangkah Bersama Mengabdi untuk Negeri, RSDP Berbagi Ilmu Kesehatan di Car Free Day Serang

Berita Terakait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 10:56 WIB

Cegah Masalah di Masa Depan, Menteri Nusron Ajak Pemda Percepat Sertipikasi Tanah Rumah Ibadah di NTT

Rabu, 5 Agustus 2026 - 10:53 WIB

Gerak Cepat Tangani Korban Kebakaran, Pemdes Sukadame Bersama TKSK dan Muspika Pagelaran Tinjau Rumah Warga

Selasa, 4 Agustus 2026 - 16:13 WIB

Abaikan K3 Hingga Buruh Koma, Pelaksana Proyek PT Hua Ying Nusantara Cikande Enteng Sebut Kecelakaan “Hal Biasa”

Senin, 3 Agustus 2026 - 20:22 WIB

Sembunyikan Ratusan Obat Keras dalam Tong Sampah, Seorang Pria Diamankan Polsek Cisoka

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 17:58 WIB

Tanggapan Sekretaris BPPKB Hds Banten Terkait Pemberitaan Mengenai Nama dan Logo Organisasi

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:16 WIB

Wakil Pimpinan Redaksi FokusFakta.com Serahkan SK dan KTA Kabiro Tanggamus di Tangerang

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:43 WIB

Melangkah Bersama Mengabdi untuk Negeri, RSDP Berbagi Ilmu Kesehatan di Car Free Day Serang

Kamis, 30 Juli 2026 - 00:51 WIB

Ketua Umum GWI Bersama Jajaran DPD dan DPC GWI Banten Hadiri Pisah Sambut Kapolres Cilegon

Berita Terabru