penabanten.com, Kota Serang – Hujan deras yang mengguyur kawasan permukiman warga sejak tahun lalu meninggalkan luka mendalam bagi salah satu keluarga yang tinggal di Kampung domba rt 06/05 Kelurahan Lopang kecamatan Serang, hingga kini masih bertahan di rumah rusak parah tanpa bantuan nyata dari pemerintah setempat. Ironisnya, laporan resmi sudah disampaikan ke pihak kelurahan sejak satu tahun lalu, namun sampai hari ini belum ada perhatian khusus maupun tindakan konkret untuk membantu perbaikan rumah yang kondisinya semakin memprihatinkan.
Atap rumah yang bocor di berbagai sisi, dinding retak, lantai rusak, hingga bagian bangunan yang mulai rapuh menjadi ancaman setiap hari bagi penghuni rumah. Saat hujan turun, keluarga tersebut harus berjibaku menahan air yang masuk ke dalam rumah sambil khawatir bangunan sewaktu-waktu roboh.
“Kami sudah melapor sejak tahun lalu ke kelurahan. Sudah beberapa kali menunggu kabar, tapi sampai sekarang belum ada bantuan atau tindak lanjut yang jelas,” ungkap penghuni rumah dengan nada Sedih dan kecewa.
Kondisi rumah yang semakin rusak membuat aktivitas keluarga terganggu. Mereka mengaku hidup dalam ketakutan setiap kali cuaca buruk datang. Air hujan kerap menggenangi bagian dalam rumah karena atap dan plafon sudah tidak mampu menahan derasnya hujan. Beberapa bagian bangunan bahkan mulai miring dan membahayakan keselamatan penghuni.
Warga sekitar juga menyayangkan lambannya respons pemerintah terhadap kondisi tersebut. Menurut mereka, rumah itu sudah lama layak mendapatkan perhatian karena kerusakannya cukup berat dan berpotensi membahayakan jiwa.
“Kalau dilihat langsung memang kondisinya parah. Kasihan kalau terus dibiarkan. Apalagi sudah pernah dilaporkan, harusnya ada tindak lanjut,” ujar salah seorang warga sekitar.
Di tengah keterbatasan ekonomi, keluarga tersebut mengaku tidak memiliki kemampuan untuk memperbaiki rumah secara mandiri. Harapan satu-satunya tertuju pada bantuan pemerintah melalui program rumah tidak layak huni atau bantuan kebencanaan. Namun harapan itu hingga kini belum juga terwujud.
Situasi ini memunculkan pertanyaan besar terkait kepedulian pemerintah terhadap masyarakat kecil yang membutuhkan bantuan mendesak. Di saat berbagai program sosial dan bantuan perumahan terus digaungkan, masih ada warga yang harus bertahan hidup di rumah rusak tanpa kepastian bantuan meski laporan telah disampaikan sejak lama.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan pengecekan langsung ke lokasi dan memberikan solusi nyata sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan. Kondisi bangunan yang terus memburuk dikhawatirkan dapat mengancam keselamatan penghuni, terutama saat musim hujan kembali datang.
Kasus ini menjadi potret masih adanya warga yang merasa suaranya tidak didengar, meski telah mengikuti prosedur pelaporan resmi. Warga kini hanya berharap ada kepedulian dan tindakan cepat dari pihak terkait agar mereka bisa kembali tinggal dengan aman dan layak. (Red_Neng)














