Proyek Galian Kabel Merah 20 kV di Cadas Kukun Diduga Langgar Aturan Teknis

Sabtu, 27 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penabanten.com Tangerang – 27 September 2025 – Proyek pemasangan kabel bawah tanah tegangan menengah (TM) 20 kilovolt (kV) di Jalan Raya Cadas Kukun, Kuta Bumi, Kecamatan Pasarkemis, Kabupaten Tangerang, menjadi sorotan publik. Meskipun secara administratif proyek ini terkesan berjalan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP), temuan di lapangan menunjukkan indikasi kuat pelanggaran terhadap ketentuan teknis pemasangan kabel berdasarkan peraturan perundang-undangan.

Diketahui bahwa kedalaman galian kabel hanya berkisar antara 50 cm hingga 100 cm, jauh di bawah standar minimal yang telah ditetapkan, yakni sekitar 120 cm hingga 150 cm tergantung pada kondisi jalan dan lokasi.

Lebih memprihatinkan lagi, pemasangan kabel 20 kV tersebut dilakukan tanpa adanya lapisan pasir dasar (amparan pasir), yang merupakan komponen penting dalam standar instalasi kabel bawah tanah. Lapisan ini berfungsi melindungi kabel dari tekanan tanah dan beban lalu lintas agar tidak terjadi kerusakan atau gangguan teknis di kemudian hari.

Selain itu, kondisi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta pemasangan rambu-rambu peringatan di sekitar lokasi proyek dinilai sangat minim, sehingga berpotensi membahayakan pengguna jalan dan pekerja proyek itu sendiri.


Aktivis Soroti Dugaan Manipulasi Volume Pekerjaan

Aktivis Kabupaten Tangerang, Jamasari, menegaskan bahwa proyek ini secara teknis melanggar ketentuan yang berlaku, dan kondisi tersebut dapat mengancam keselamatan publik. Ia juga mencurigai adanya praktik pengurangan volume pekerjaan atau penghilangan spesifikasi teknis demi keuntungan pribadi.

“Ini bukan hanya soal kelalaian teknis, tapi bisa jadi ada indikasi pelanggaran serius, termasuk dugaan korupsi dalam pelaporan metode kerja dan volume pekerjaan,” ujar Jamasari.

Hak Jawab Perwakilan Kontraktor

Saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp, salah satu pihak yang dipercaya oleh kontraktor proyek memberikan klarifikasi. Ia menyatakan bahwa dirinya hanya bertugas membantu koordinasi dengan wilayah dan instansi, bukan bertanggung jawab langsung atas pelaksanaan teknis proyek, meski mengaku memahami teknis pekerjaan secara umum.

Ia juga menjelaskan bahwa dalam pemasangan kabel SKTM terdapat tiga metode yang umum digunakan, yakni:

1. Boring


2. Open Cut


3. Gelaran



Menurutnya, ketiga metode tersebut dapat diterapkan sesuai dengan kondisi struktur tanah, khususnya jika terdapat utilitas lain yang membuat penggalian lebih dalam menjadi tidak memungkinkan.

Lebih lanjut, ia tidak menampik bahwa potensi penyimpangan bisa saja terjadi, terutama dalam proses administrasi penagihan proyek (opname). Salah satu contohnya adalah ketika pekerjaan sebenarnya dilakukan dengan metode Open Cut atau Gelaran, namun dalam laporan pembayaran dicatat menggunakan metode Boring, yang memiliki nilai pembayaran lebih tinggi.

“Potensi kerugian negara bisa saja terjadi di situ. Tapi hal tersebut hanya bisa dibuktikan melalui pengawasan dari pihak eksternal PLN, karena yang berpotensi dirugikan adalah PLN sebagai perusahaan milik negara,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berita Terkait

Akhmad Agus Karnawi, Aktivis dan Relawan Kemanusiaan Banten, Raih Gelar Magister Hukum dari Untirta
Direktur BUMDes Sukasaba Menegaskan
Per Tanggal 14 Juli 2025
Sudah Mengundurkan Diri
Akses Lumpuh Total Akibat Banjir, Warga Desak Pemerintah Pandeglang Carikan Solusi
Siap Serap Aspirasi Warga, Dedi Supandi Maju sebagai Calon Anggota BPD Desa Sukadame
Hujan Lebat Picu Banjir Susulan, Kapolres Aceh Timur Siagakan Perahu Evakuasi di Sejumlah Gampong
Akibat Terlilit Hutang Kades Padaherang Kecamatan Angsana Diduga Gelapkan Insentif LKD Serta DD Banprov Dan Dana Bumdes Raib
Diduga Terlibat Pungli di Taman Kota Sepatan, LIPAN HAM Desak Lurah Copot Oknum RT dan RW
Mahasiswa ABR Geruduk Inspektorat Pandeglang, Desak Pengusutan Dugaan Korupsi Dana Desa Ciandur

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 17:08 WIB

Direktur BUMDes Sukasaba Menegaskan
Per Tanggal 14 Juli 2025
Sudah Mengundurkan Diri

Senin, 12 Januari 2026 - 12:01 WIB

Akses Lumpuh Total Akibat Banjir, Warga Desak Pemerintah Pandeglang Carikan Solusi

Senin, 12 Januari 2026 - 09:46 WIB

Siap Serap Aspirasi Warga, Dedi Supandi Maju sebagai Calon Anggota BPD Desa Sukadame

Sabtu, 10 Januari 2026 - 09:09 WIB

Hujan Lebat Picu Banjir Susulan, Kapolres Aceh Timur Siagakan Perahu Evakuasi di Sejumlah Gampong

Sabtu, 10 Januari 2026 - 04:57 WIB

Akibat Terlilit Hutang Kades Padaherang Kecamatan Angsana Diduga Gelapkan Insentif LKD Serta DD Banprov Dan Dana Bumdes Raib

Kamis, 8 Januari 2026 - 15:33 WIB

Diduga Terlibat Pungli di Taman Kota Sepatan, LIPAN HAM Desak Lurah Copot Oknum RT dan RW

Rabu, 7 Januari 2026 - 22:22 WIB

Mahasiswa ABR Geruduk Inspektorat Pandeglang, Desak Pengusutan Dugaan Korupsi Dana Desa Ciandur

Rabu, 7 Januari 2026 - 15:12 WIB

Diduga Jadi Ajang Pungli Oknum RT/RW, Kios UMKM Taman Kota Sepatan Dikeluhkan Warga

Berita Terbaru