Pemprov Banten Pastikan Kecamatan Sumur Mulai Diserbu Tim Medis

- Penulis

Rabu, 26 Desember 2018

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penabanten.com Pandeglang – Bencana Tsunami Selat Sunda yang melanda sebagian besar pesisir Barat Provinsi Banten pada Sabtu malam (22/12/2018) pukul 21.27 WIB menyisakan duka yang mendalam bagi seluruh masyarakat Provinsi Banten. Pencarian dan evakuasi korban serta penanganan medis hingga kini terus dilakukan.

Kecamatan Sumur menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak dari tsunami Selat Sunda. Sebelumnya daerah ini belum tertangani seperti halnya daerah-daerah lain yang terkena dampak Tsunami.

Namun saat ini Kecamatan Sumur yang berdekatan dengan daerah Ujung Kulon sudah mulai tersentuh bantuan, baik logistik maupun medis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal tersebut dipastikan berdasarkan rilis yang diterima Media Crisis Center (MCC) dari Humas Pemerintah Provinsi Banten, Selasa (25/12/2018) malam.

Diketahui berdasarkan data yang dihimpun Media Crisis Center (MCC) dari Posko Utama Basarnas di Labuan, jumlah korban meninggal dunia di Kecamatan Sumur sebanyak 39 orang, dan 60 orang luka-luka serta 13 rumah warga hancur diterjang Tsunami.

Baca juga: PWI dan SMSI Bentuk Media Crisis Center

Kini, Kecamatan Sumur sudah mulai tertangani. Khusus di Desa Ujung Jaya yang berada di wilayah Taman Nasional Ujung Kulon, tercatat 2 orang warga desa meninggal dunia, 1 orang luka-luka, dan 1 orang masih dalam pencarian. Adapun rumah yang rusak sebanyak 11 unit.

Hal ini diketahui berdasarkan laporan Kepala Desa Ujungjaya Kecamatan Sumur, Sardan kepada tim Dinas Sosial Provinsi Banten yang malam ini sedang menuju Kecamatan Sumur.

Baca Juga : Peduli Bencana Alam, Polsek Tigaraksa Bersama Ojek Online Galang Dana Tsunami Banten

Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten, Nurhana pun memastikan di Kecamatan Sumur sudah berdiri Dapur Umum Lapangan, lokasinya di halaman kantor Penyuluh KB Desa Kertajaya Kecamatan Sumur.

Ia mengatakan, pihaknya sedang mengupayakan pendirian dapur umum mandiri masyarakat di Desa Tamanjaya Kecamatan Sumur. Menurutnya, saat ini tim dari Pemprov Banten dan Kabupaten Pandeglang serta TNI dipimpin Kasi Operasional Korem 064/Maulana Yusuf Serang Kodam III Siliwangi, Anjar Ariwibowo sedang meluncur ke wilayah Sumur.

Saat ini pula, lanjut Nurhana, Tim Penanganan Bencana Tsunami Selat Sunda sedang mengupayakan berdiri dapur umum mandiri masyarakat di Taman Jaya.

“Tim dan peralatan dapur umum sedang diupayakan sampai hari ini di Desa Taman Jaya,” ujarnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Provinsi Banten, Hadi Soeryadi, juga memastikan alat-alat berat sudah berada dan bekerja membersihkan puing-puing di wilayah Kecamatan Sumur.

“Alat-alat berat sudah bekerja sejak Minggu pagi,” ujar Hadi.

Hadi menjelaskan, selain membersihkan puing dan membuka akses ke lokasi bencana di Kecamatan Sumur, pihaknya sedang memperbaiki akses jalan menuju Sumur melalui Tanjung Lesung. Saat ini, pihaknya sedang memperbaiki jembatan yang tersebut.

“Mungkin dua jam sudah bisa dilalui,” kata Hadi yang diwawancarai pada tanggal 25 Desember 2018 pukul 13.00 WIB.

Menurut Hadi, akses menuju Kecamatan Sumur relatif susah dilalui. Ada tiga akses jalan menuju Kecamatan Sumur. Pertama, akses jalan menuju Kecamatan Cibaliung dan Cimanggu. Namun, saat ini ruas jalan Cimanggu-Sumur sedang dalam perbaikan. Sehingga, lamban untuk menjangkau wilayah Sumur. Kedua, melalui ruas jalan Tanjung Lesung Sumur. Namun, sepanjang 10 km masih dalam kondisi tanah. Ketiga, sebelum menemui jalan tanah, bisa berbelok menggunakan jalan milik Kabupaten Pandeglang. Namun, ada jembatan yang terputus.

“Saat ini, kami sedang perbaiki. Sekitar dua jam lagi bisa dilalui,” kata Hadi.

Sumber : Kominfo

Berita Terakait

Pihak PT Gradya Murni Utama, Meilina Tourisina Dampingin Kantor Hukum Firdaus Oiwobo, S.H., dan  Partner Sukses Ratakan Lahan Jungjing
DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang Hadir Layanan Kansultan Hukum Gratis Hari Fastival Bukan Bung Karno
Setelah 12 Tahun Menanti, Eksekusi Lahan Milik PT Gardya Murni Utama Berhasil Robohokan Bangunan liar  Berjalan Lancar
Pilih Fokus Sebagai Ketua Fraksi DPRD Provinsi Banten. H. Mohammad Nur Kholis Mundur Sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Tangerang
Gren Opening Lesehan KHAYIRA: Destinasi Kuliner Baru Masakan Sunda Asli di Kabupaten Tangerang
Ketum LSM Geram Bersama 7 LSM  Pimpin Demo Tolak Pemiskinan Rakyat, Puluhan Aktivis Datangi DPRD Tangerang Soroti Kenaikan BBM Tak Wajar
RDP Polemik 126: DPRD Tekankan Pentingnya Izin Resmi demi Menjaga Kepercayaan Investor
Proyek Seragam Dinas Diduga “Dikunci” untuk Vendor Titipan, UMKM Tangerang Protes Keras

Berita Terakait

Selasa, 30 Juni 2026 - 06:32 WIB

Pihak PT Gradya Murni Utama, Meilina Tourisina Dampingin Kantor Hukum Firdaus Oiwobo, S.H., dan  Partner Sukses Ratakan Lahan Jungjing

Minggu, 28 Juni 2026 - 12:12 WIB

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang Hadir Layanan Kansultan Hukum Gratis Hari Fastival Bukan Bung Karno

Jumat, 26 Juni 2026 - 07:13 WIB

Setelah 12 Tahun Menanti, Eksekusi Lahan Milik PT Gardya Murni Utama Berhasil Robohokan Bangunan liar  Berjalan Lancar

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:25 WIB

Pilih Fokus Sebagai Ketua Fraksi DPRD Provinsi Banten. H. Mohammad Nur Kholis Mundur Sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Tangerang

Minggu, 7 Juni 2026 - 19:52 WIB

Gren Opening Lesehan KHAYIRA: Destinasi Kuliner Baru Masakan Sunda Asli di Kabupaten Tangerang

Kamis, 7 Mei 2026 - 16:00 WIB

Ketum LSM Geram Bersama 7 LSM  Pimpin Demo Tolak Pemiskinan Rakyat, Puluhan Aktivis Datangi DPRD Tangerang Soroti Kenaikan BBM Tak Wajar

Rabu, 6 Mei 2026 - 21:10 WIB

RDP Polemik 126: DPRD Tekankan Pentingnya Izin Resmi demi Menjaga Kepercayaan Investor

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:49 WIB

Proyek Seragam Dinas Diduga “Dikunci” untuk Vendor Titipan, UMKM Tangerang Protes Keras

Berita Terabru