Korps Brimob Berbagi Bingkisan Idul Fitri di Kawasan “Jungle Warfare

0
20

Pemabanten.com, Bogor – Nyaris nihil suasana formal ketika Korps Brimob – Polri berbagi bingkisan Idul Fitri langsung kepada para pekerja petik daun teh di Gunung Halimun, Bogor, Jabar, mulai siang hingga jelang buka puasa, Selasa (26/4/22). “Enclave” ini berada di sisi lintasan kawasan latihan “Jungle Warfare” (JW) Korps Brimob.

Usai AKBP Padmo, S.I.K., (Danyon B) dan Kompol Dhana, S.I.K (Danyon D), dari Resimen II Pelopor Kedunghalang, Bogor, secara simbolis menyerahkan bingkisan, tampak para perwira pertama (Pama), bintara, dan tamtama Brimob segera menyatu dengan warga. Suasana akrab terbangun di tengah dinginnya hawa Gunung Halimun.

Kemudian, para anggota pasukan elite Polri itu membagi-bagikan bingkisan langsung kepada 826 kepala keluarga (KK) buruh petik teh di 10 “enclave” (RW. 7 dan RW. 8). Permukiman “remote” di ketinggian 500 sampai 1.000 meter di atas permukaan laut (DPL) ini, masuk dalam wilayah pemerintahan Desa Malasari, Kecamatan Nanggung.

Bingkisan yang dibagi-bagikan kepada warga tersebut berasal dari Komandan Korps Brimob, Irjen Pol. Drs. Anang Revandoko, M.I.Kom. Sebelumnya, Sabtu lalu (23/4/22) bingkisan sembako serupa dari Ketua Bhayangkari Brimob Polri, Ny. Lina Anang Revandoko, S.E. juga dibagikan kepada 227 KK di “enclave” berbeda di sisi lintasan “JW” Gunung Halimun.

Jika dirata-ratakan per KK terdiri atas tiga jiwa, tak kurang dari 3.000 jiwa ikut menikmati bingkisan Idul Ftiri dari Brimob –Korps dalam organisasi Polri yang “naik kelas” dari eselon 1B ke 1A (Peraturan Presiden/ Perpres 54/ 2022) sejak 7 April 2022 itu.

“Keakraban Brimob dengan warga, terus terbina,” komentar Aipda Teddy, bintara yang sehari-hari mengurusi JW bersama Bripka Dominggus.

Sejumlah warga kepada media mengaku, sejak Brimob rutin mengadakan latihan JW di Gunung Halimun, masyarakat merasakan lebih aman. Hal senada juga diakui pemilik warung kebutuhan sehari-hari, Iman dan Sahim, Ketua RT 1 RW 7 Desa Malasari.
“Malam hari masyarakat bebas berjalan. Dengan adanya Brimob, begal tidak seperti sebelumnya. Kami maunya rutin latihan JW di sini sepanjang tahun biar aman terus,” harap Iwan.

Dari pusat Kecamatan Nanggung menuju “enclaves” para pekerja petik daun teh Gunung Halimun, butuh waktu 3 – 3,5 jam. Demikian pula ketika pulang menuruninya.

Jalan menuju atau pulang dari lokasi yang bersebelahan dengan wilayah Kabupaten Sukabumi (Jabar) dan Kabupaten Lebak (Banten) tersebut, dapat ditempuh dengan mobil, namun harus ekstra hati-hati mengemudikannya. Jalan yang dilewati sempit, masih secara selang-seling berupa batu dan tanah, sementara kiri-kanan jurang terbuka.

Menurut Aipda Teddy, ruang edar lintasan latih JW Brimob di Gunung Halimun ini meliputi antara 83 ha dan 500 ha. Anggota Brimob yang di-JW-kan yaitu mereka yang baru lulus pendidikan.**

Tinggalkan Balasan