Penabanten.com, Lebak – Korps Brigade Mobil (Brimob) tidak hanya andal dalam penanggulangan kejahatan berintensitas tinggi. Sisi humanis dan kepedulian sosial ditunjukkan oleh jajaran Satbrimob Polda Banten yang turun langsung melakukan revitalisasi infrastruktur melalui program Jembatan Merah Putih Presisi di Kampung Bayah, Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Sabtu (06/06/2026).
Langkah proaktif ini menjadi bukti nyata keseriusan Polda Banten dalam menyokong pemerataan pembangunan infrastruktur, khususnya fasilitas penunjang transportasi yang berdampak langsung pada nadi perekonomian masyarakat di pelosok daerah.
Kabidhumas Polda Banten, Kombes Pol. Maruli Ahiles Hutapea, menjabarkan bahwa aksi bedah jembatan yang digawangi oleh personel Brimob ini merupakan bentuk respons cepat kepolisian terhadap aspirasi dan kebutuhan primer warga lokal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Revitalisasi jembatan ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap hajat hidup orang banyak. Kami ingin memastikan hak mobilitas masyarakat di wilayah Lebak Selatan dapat berjalan dengan aman dan lancar,” ungkap Kombes Pol. Maruli Ahiles Hutapea dalam rilis resminya, Minggu (07/06/2026).
Jembatan yang kini tampil kokoh tersebut merupakan akses vital penghubung antarkampung yang saban hari dilewati oleh para petani, anak sekolah, dan pedagang. Sebelum direvitalisasi, kondisi jembatan yang minim perawatan kerap memicu kekhawatiran bagi keselamatan warga yang melintas.
Selain sukses mengembalikan fungsi teknis jembatan menjadi jauh lebih aman, Maruli menambahkan bahwa kegiatan gotong royong ini menjadi media yang sangat efektif untuk mempererat kemitraan dan kemanunggalan antara Polri dan masyarakat di lapangan.
Rampungnya proyek pemeliharaan fisik ini disambut dengan gelombang apresiasi dan rasa haru dari warga Desa Bayah Barat yang kini bisa melintas tanpa rasa was-was.
Di akhir keterangannya, Kabidhumas Polda Banten mengetuk kesadaran kolektif warga sekitar untuk tidak pasif dan ikut bertanggung jawab dalam menjaga aset publik yang telah dibangun ulang oleh negara.
“Kami sangat berharap keberadaan Jembatan Merah Putih Presisi ini dapat dirawat, dijaga kebersihannya, dan dimanfaatkan secara bijak oleh seluruh masyarakat. Mari bergotong royong menjaga fasilitas ini agar usia pakainya bertahan awet dalam jangka panjang demi mendukung aktivitas sehari-hari secara optimal,” pungkas Maruli.























