Amburadul, Pembangunan Peningkatan Jalan Ranca Labuh Banyawakan Kurang Pengawasan

- Penulis

Senin, 7 Januari 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penabanten.com, Tangerang – pemerintah kabupaten tangerang melalui Dinas bina marga dan suber daya air DBMSDA, dengan adanya pembangunan jalan ranca labuh banyawakan kecamatan kemiri anggaran RP. 430.010.000,00 APBD-P 2018 yang dimenangkan Tender CV Rajawali waktu pelaksanaan 45 hari kelender di kerjakan tidak maksimal

Seperti terlihat Konsultan dan Pengawas Dinas Bina marga Sumber daya Air Kabupaten Tangerang dinilai tidak bekerja secara maksimal dan terkesan dalam pekerjaan hanya menghamburkan uang APBD-P 2018

”Banyak kegiatan proyek milik Pemerintah kabupaten Tangerang yang amburadul, dikerjakan asal jadi yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang tertuang di RAB (Rencana Anggaran Biaya) yang mana RAB tersebut adalah perhitungan banyaknya biaya yang dibutuhkan baik upah maupun bahan dalam sebuah perkerjaan proyek konstruksi,” kata Supri, seorang aktivis dan pengamat pembangunan, kepada media ini, Senin (7/01/2018).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, banyaknya proyek di lapangan yang diduga kuat tidak sesuai kontrak yang salah satunya terjadi pada kegiatan pengerjaan jalan rancalabuh banyawakan yang ada di kecamatan kemiri dengan Sumber Dana Anggaran Pendapatan Pembelanjaan Daerah (APBD) Kabupaten Tangerang tahun 2018 itu, walaupun ada PPTK pengawas dilokasi mereka terkesan tutup mata, seperti sudah main mata, sama saja tidak ada petugas pengawas dilapangan.

“Kita harus mengawasi kinerja konsultan serta pengawas dinas, karena mereka disinyalir tidak kerja maksimal,” ungkapnya.

Akibatnya tidak sedikit pekerjaan pengecoran jalan lingkungan dalam hitungan hari sudah banyak yang rusak retak.

”Yang harus dipertanyakan, apa fungsi konsultan dan pengawas. Mereka sudah dibayar oleh negara, seharusnya memperhatikan kualitas beton yang digunakan dan (LPB) Lapisan Pondasi Bawah tidak maksimal. Jangan tutup mata dan membiarkan. Masyarakat yang dirugikan karena ulah mereka yang mengakibatkan kekuatan kontruksi jalan tidak akan bertahan lama,” kesalnya

Contohnya peningkatan jalan Ranca labuh banyawakan dikerjakan CV Rajawali tidak sesuai RAB pasalnya ketebalan Betonisasi di badan jalan yang seharusnya 20Centimeter namun hanya 16 centimeter ,Besi dowel yang di gunakan berukuran bervariasi, besi dowel ada 19milimeter ada juga yang berukuran 16milimeter, batang besi dowel 40 hingga 30centimeter yang seharusnya 60 centimeter pibrator tidak di lakukan, k3 untuk ketenaga kerja untuk keselamatn tidak di lakukan. kegiatan proyek peningkatan jalan ranca labuh banyawakan baru hitungan hari di cor sudah banyak yang retak dan rusak.

“Harus ada sanksi tegas karena kelakuan ini dilakukan berulang kali dari tahun ke tahun, akibatnya banyak proyek pembangunan yang kurang maksimal dari segi mutu maupun kualitasnya” imbuhnya.

Perlu diketahui, untuk biaya jasa konsultan saja dan itu dibebankan kepada uang rakyat melalui APBD TA 2018. Kalau dihitung untuk biaya jasa konsultan wwilayahlayah Kabupaten Tangerang, sangat menjajikan niainya tapi kinerja konsultan tidak maksimal.(Arab)

Berita Terakait

Pihak PT Gradya Murni Utama, Meilina Tourisina Dampingin Kantor Hukum Firdaus Oiwobo, S.H., dan  Partner Sukses Ratakan Lahan Jungjing
DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang Hadir Layanan Kansultan Hukum Gratis Hari Fastival Bukan Bung Karno
Setelah 12 Tahun Menanti, Eksekusi Lahan Milik PT Gardya Murni Utama Berhasil Robohokan Bangunan liar  Berjalan Lancar
Pilih Fokus Sebagai Ketua Fraksi DPRD Provinsi Banten. H. Mohammad Nur Kholis Mundur Sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Tangerang
Gren Opening Lesehan KHAYIRA: Destinasi Kuliner Baru Masakan Sunda Asli di Kabupaten Tangerang
Ketum LSM Geram Bersama 7 LSM  Pimpin Demo Tolak Pemiskinan Rakyat, Puluhan Aktivis Datangi DPRD Tangerang Soroti Kenaikan BBM Tak Wajar
RDP Polemik 126: DPRD Tekankan Pentingnya Izin Resmi demi Menjaga Kepercayaan Investor
Proyek Seragam Dinas Diduga “Dikunci” untuk Vendor Titipan, UMKM Tangerang Protes Keras

Berita Terakait

Selasa, 30 Juni 2026 - 06:32 WIB

Pihak PT Gradya Murni Utama, Meilina Tourisina Dampingin Kantor Hukum Firdaus Oiwobo, S.H., dan  Partner Sukses Ratakan Lahan Jungjing

Minggu, 28 Juni 2026 - 12:12 WIB

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang Hadir Layanan Kansultan Hukum Gratis Hari Fastival Bukan Bung Karno

Jumat, 26 Juni 2026 - 07:13 WIB

Setelah 12 Tahun Menanti, Eksekusi Lahan Milik PT Gardya Murni Utama Berhasil Robohokan Bangunan liar  Berjalan Lancar

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:25 WIB

Pilih Fokus Sebagai Ketua Fraksi DPRD Provinsi Banten. H. Mohammad Nur Kholis Mundur Sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Tangerang

Minggu, 7 Juni 2026 - 19:52 WIB

Gren Opening Lesehan KHAYIRA: Destinasi Kuliner Baru Masakan Sunda Asli di Kabupaten Tangerang

Kamis, 7 Mei 2026 - 16:00 WIB

Ketum LSM Geram Bersama 7 LSM  Pimpin Demo Tolak Pemiskinan Rakyat, Puluhan Aktivis Datangi DPRD Tangerang Soroti Kenaikan BBM Tak Wajar

Rabu, 6 Mei 2026 - 21:10 WIB

RDP Polemik 126: DPRD Tekankan Pentingnya Izin Resmi demi Menjaga Kepercayaan Investor

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:49 WIB

Proyek Seragam Dinas Diduga “Dikunci” untuk Vendor Titipan, UMKM Tangerang Protes Keras

Berita Terabru