Alih-alih Cegah Genangan, Proyek Drainase Rp188 Juta di Ciruas Malah Picu Banjir; Warga Soroti Lemahnya Pengawasan Dinas Perkim

- Penulis

Senin, 26 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penabanten.com, Kab. Serang – Pelaksanaan proyek pembangunan prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) permukiman berupa drainase lingkungan di RW 002, Desa Kadikaran, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, menuai sorotan tajam dari warga setempat. Proyek yang dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Banten Tahun Anggaran 2026 ini dinilai dikerjakan secara asal-asalan dan tidak sesuai standar teknis.

Berdasarkan papan informasi proyek, kegiatan penyediaan PSU permukiman tersebut dikerjakan oleh pelaksana CV Raja Dilfa Barqi dengan nomor kontrak 600/SPK.0801.UPPSU/DPerkim3/2026 tertanggal 15 September 2026. Nilai kontrak proyek ini merogoh anggaran sebesar Rp188.380.000 dengan masa waktu pelaksanaan selama 60 hari kalender di bawah naungan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Provinsi Banten.

Kendati demikian, realisasi di lapangan justru memantik kekecewaan warga. Lemahnya koordinasi pihak pelaksana dengan perangkat lingkungan, desa, hingga kecamatan turut dipertanyakan, seiring minimnya pengawasan langsung dari instansi teknis terkait.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dikeluhkan Warga: Hasil Pekerjaan Pelat-pletot dan Picu Banjir
JM, salah seorang warga sekitar lokasi proyek yang didampingi warga lainnya, mengungkapkan kekesalannya kepada awak media terhadap kualitas bangunan drainase yang dinilai dikerjakan oleh tenaga amatiran.

“Harusnya proyek itu rampung dengan baik. Karena enggak sesuai, ini juga pembangunannya kan pelat-pletot gitu, enggak simetris gitu. Harusnya mah kan rata sama jalan, ada yang tinggi, yang rendah gitu. Kurang baguslah, pekerjaannya kayaknya amatiran, bukan profesional. Menurut petukang sini juga katanya kurang profesionalah,” ungkap JM, Senin (26/10/2026).


Ia menambahkan, alih-alih memperlancar aliran air, keberadaan drainase yang dibangun justru menimbulkan masalah baru berupa genangan parah dan ancaman banjir di lingkungan warga.

“Dampaknya banjir, air gak lancar, awalnya mah ada sedikit genangan air, cuma enggak parah seperti saat ini. Cuma katanya ada warga minta dibikin saluran air biar tetap lancar. Tapi nyatanya ya mampet juga,” timpalnya.

Merespons kondisi tersebut, warga mendesak agar instansi pengawasan internal pemerintah seperti Inspektorat, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), hingga aparat penegak hukum (Polda Banten dan KPK) turun tangan melakukan pemeriksaan langsung ke lapangan.

Masyarakat berharap pihak berwenang dapat mengaudit kesesuaian volume pekerjaan, spesifikasi teknis, serta mutu material yang digunakan apakah telah sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dalam kontrak kerja.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana CV Raja Dilfa Barqi maupun Dinas Perkim Provinsi Banten belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga dan buruknya kualitas fisik drainase tersebut. Redaksi Penabanten.com terus membuka ruang klarifikasi bagi pihak-pihak terkait. (Red)

Berita Terakait

Peduli Infrastruktur Desa, PT SBJ Bangun Jalan Beton untuk Masyarakat
Proyek Revitalisasi SMPN 01 Sukaresmi Diduga Menyimpang dari Standar Teknis
Proyek Rekonstruksi Jalan Ranjeng BCP 1 Ciruas Disorot: Paving Block Diduga Tak Dibongkar dan K3 Dipertanyakan
Masyarakat Kp Bojongloa Cisoka Lelah Liat Pengukuran, Jalan Tetap Tak Ada Perbaikan, Bupati Tangerang Minta Tinjau
Setelah Viral Pemberitaan, Akhirnya Saluran Got Proyek Jalan Cisoka Cangkudu Di Bongkar
Tanpa Sosialisasi, H Tuti Pemilik Warung  Perabotan Di Pinggir Proyek Jalan Cisoka Cangkudu Melakukan Protes, Dirinya Minta Pemerintah Dan Pemborong Tanggung Jawab
Pembangunan Peningkatan Proyek Paving Block Di Buaran indah Diduga Gagal Kontruksi
Proyek Jalan Cisoka–Cangkudu Disorot: Bongkaran Beton Diduga Dijual Bebas, Pengecoran di Banoga Terindikasi Asal Jadi

Berita Terakait

Senin, 26 Oktober 2026 - 23:53 WIB

Alih-alih Cegah Genangan, Proyek Drainase Rp188 Juta di Ciruas Malah Picu Banjir; Warga Soroti Lemahnya Pengawasan Dinas Perkim

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:58 WIB

Peduli Infrastruktur Desa, PT SBJ Bangun Jalan Beton untuk Masyarakat

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:42 WIB

Proyek Revitalisasi SMPN 01 Sukaresmi Diduga Menyimpang dari Standar Teknis

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:42 WIB

Proyek Rekonstruksi Jalan Ranjeng BCP 1 Ciruas Disorot: Paving Block Diduga Tak Dibongkar dan K3 Dipertanyakan

Selasa, 8 September 2026 - 19:05 WIB

Masyarakat Kp Bojongloa Cisoka Lelah Liat Pengukuran, Jalan Tetap Tak Ada Perbaikan, Bupati Tangerang Minta Tinjau

Kamis, 3 September 2026 - 14:20 WIB

Setelah Viral Pemberitaan, Akhirnya Saluran Got Proyek Jalan Cisoka Cangkudu Di Bongkar

Kamis, 3 September 2026 - 11:28 WIB

Tanpa Sosialisasi, H Tuti Pemilik Warung  Perabotan Di Pinggir Proyek Jalan Cisoka Cangkudu Melakukan Protes, Dirinya Minta Pemerintah Dan Pemborong Tanggung Jawab

Rabu, 2 September 2026 - 17:48 WIB

Pembangunan Peningkatan Proyek Paving Block Di Buaran indah Diduga Gagal Kontruksi

Berita Terabru