Tolak Omnibus Law, Ratusan Mahasiswa Gelar Aksi Bakar Ban

- Penulis

Kamis, 12 Maret 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penabanten.com, Serang – Aksi ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Besar Mahasiswa UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, di Lampu Merah, Ciceri, Kota Serang, Kamis (12/3/2020) mengakibatkan jalur lalu lintas macet.

Pantauan di lokasi, para mahasiswa memblokade jalur Lampu Merah dengan mengelilingi jalan, sehingga membuat sejumlah ruas jalan macet total. Petugas kepolisian pun terus berusaha mengurai kemacetan.

Sementara itu, mahasiswa terus berusaha memblokir jalan, sehingga jalur menuju lampu Merah Ciceri, di putar balikan untuk menghindari kemacetan panjang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam aksi ini para mahasiswa juga melakukan aksi bakar ban yang membuat kondisi lalu lintas semakin macet. Sejumlah pengendara yang melintas pun sempat kesal karena aksi penyampaian orasi harus menutup jalan.

“Kalau mau orasi atau pun demo ya silahkan mas, tapi jangan sampai menutup jalan, akses kan jadi ketutup kasian yang beraktivitas,” ujar salah satu pengendara.

Perlu diketahui aksi mahasiswa ini untuk menolak Omnibus Law yang dinilai tidak pro terhadap rakyat dimana mengancam masyarakat. Karena, Omnibus lebih memanjakan investor dengan penyederhanaan izin.

“Selama ini sudah banyak tenaga kerja asing dimana-mana, ditambah dengan adanya Omnibus Law ini menunjukan pemerintah tidak pro terhadap rakyat nya,” ujar salah satu mahasiswa dalam orasinya.

Mereka juga menuntut, pemerintah menghapus sistem fleksibilitas kerja seperti pemandangan, outshorching maupun kontrak. Juga tolak politik upah murah bagi pekerja maupun buruh.”Sekali lagi Omnibus Law RUU cipta kerja adalah celaka bagi rakyat,” sambungnya dalam orasinya. (Red)

Berita Terakait

Pembukaan MPLS 2026, SMKN 1 Cikande Ajak Siswa / Taruna Baru Terapkan 7 Kebiasaan Anak Hebat Indonesia
Jeritan Orang Tua Siswa di Serang: Terkunci Regulasi SPMB Online, Anak Kami Mau Sekolah di Mana?
Lebih dari 30 Tahun di Indonesia, English 1 Luncurkan High Flyers 4.0 Guna Cetak Generasi Siap Kancah Global
Tangis Guru Desa Pecah di Ruang Wisuda, Akhmad Agus Karnawi Raih Gelar Magister Hukum
Diduga Selewengkan Dana Buku dan Abaikan Hutang, Oknum Kepala SDN Pelamunan Disorot Tajam
SDN Sukalangu 3 Diduga Potong Dana PIP Siswa Sebesar 50 Ribu sampai 120 Ribu persiswa.
Momentum Hardiknas, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang Siap Wujudkan Perubahan Pendidikan yang Lebih Berkualitas
Kritik Sadis Mahasiswa: Pemerintah Banten Gagal Total Garansi Hak Pendidikan.

Berita Terakait

Senin, 13 Juli 2026 - 13:58 WIB

Pembukaan MPLS 2026, SMKN 1 Cikande Ajak Siswa / Taruna Baru Terapkan 7 Kebiasaan Anak Hebat Indonesia

Selasa, 7 Juli 2026 - 15:44 WIB

Jeritan Orang Tua Siswa di Serang: Terkunci Regulasi SPMB Online, Anak Kami Mau Sekolah di Mana?

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:47 WIB

Lebih dari 30 Tahun di Indonesia, English 1 Luncurkan High Flyers 4.0 Guna Cetak Generasi Siap Kancah Global

Minggu, 24 Mei 2026 - 10:08 WIB

Tangis Guru Desa Pecah di Ruang Wisuda, Akhmad Agus Karnawi Raih Gelar Magister Hukum

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:58 WIB

Diduga Selewengkan Dana Buku dan Abaikan Hutang, Oknum Kepala SDN Pelamunan Disorot Tajam

Jumat, 15 Mei 2026 - 11:20 WIB

SDN Sukalangu 3 Diduga Potong Dana PIP Siswa Sebesar 50 Ribu sampai 120 Ribu persiswa.

Kamis, 7 Mei 2026 - 14:03 WIB

Momentum Hardiknas, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang Siap Wujudkan Perubahan Pendidikan yang Lebih Berkualitas

Selasa, 5 Mei 2026 - 06:29 WIB

Kritik Sadis Mahasiswa: Pemerintah Banten Gagal Total Garansi Hak Pendidikan.

Berita Terabru